• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Pengendalian Hama Lalat Buah dengan Iradiasi untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Buah-buahan


Abstrak

Lalat buah merupakan hama utama pada buah-buahan penting di Indonesia seperti mangga dan jeruk, mengakibatkan produksi menurun, bahkan gagal panen . Pengendalian kimiawi mengandung risiko karena adanya residu pestisida. Alternative pengendalian ramah lingkungan dilakukan dengan Teknik Serangga Mandul (TSM). Serangga dimandulkan dengan radiasi gamma dosis 90 Gy, dilepas ke lapang 9x populasi,kawin dengan serangga alam, tidak akan menghasilkan keturunan seperti halnya Keluarga Berencana.

Deskripsi

Latar belakang

\

                Hama lalat buah merupakan hama utama tanaman hortikultura, seranggga ini  termasuk Ordo Diptera,Famili Tephritidae, Subfafamili  Dacinae, Tribe Dacini Hama ini bersifat polifag karena dapat menyerang berbagai macam tanaman baik sayur-sayuran maupun buah-buahan, seperti pada cabai, pare, mangga, jeruk, jambu dan belimbing.  Serangan lalat buah dapat menyebabkan penurunan produksi yang mengakibatkan pendapatan petani menurun. Dilaporakan bahwa  serangan lalat buah di kebun jeruk di Kabupaten Karo sudah mencapai titik kritis (50 – 90% gagal panen) yang setara dengan kerugian sekitar Rp. 1 triliun.  Lalu  bagaimana menangani hama lalat buah di areal yang ribuan hektar ini ?  Apa cukup dengan diberongsong? Atau dengan insektisida yang berdampak negatif bagi lingkungan ? apakah petani dapat sendiri-sendiri mengatasi hal ini?. 

\

Pengendalian lalat buah

\

Untuk kebun berskala kecil dapat dilakukan dengan pemberongsongan, sedangkan untuk kebun dengan skala luas tidak akan efektif karena akan dibutuhkan tenaga  banyak dan waktu yang lama sehingga ongkos produksi juga  meningkat.  Penggunaan insektisida sintetis yang banyak ditemukan di pasaran, pada saat ini tidak  lagi menjadi rekomendasi yang baik karena  menimbulkan dampak negatif seperti residu pestisida yang dapat merusak kesehatan dan juga  isu pencemaran lingkungan.

\

Penggunaan radiasi  dengan Teknik Serangga Mandul atau Sterile Insect Technique (TSM atau SIT) dalam pengendalian hama, merupakan salah satu aplikasi teknik nuklir untuk kemajuan pertanian.  Dengan dipelopori oleh International Atomic Energy Agency (IAEA), banyak negara sudah puluhan tahun menggunakan TSM untuk memberantas sampai musnah (eradikasi) hama-hama seperti lalat tse-tse di Afrika, lalat ternak di Amerika dan lalat buah di Meksiko dan Jepang.

\

Langkah-langkah dalam pengenalian dengan TSM adalah :

\
    \
  • hama dikembangbiakkan secara massal di laboratorium,
  • \
  • diradiasi pada fase kepompong dengan sinar gamma pada dosis 90 gy untuk pemandulan
  • \
  • sterilitas dapat mencapai 90 %
  • \
  •  dilepas sebanyak 9 x jumlah populasi alam di kebun
  • \
  • dibiarkan agar bersaing kawin dengan hama yang ada di  alam. 
  • \
  • pelepasan dilakukan berulang-ulang
  • \
  • dapat mencapai populasi nol atau sampai ambang ekonomi yang diinginkan
  • \
  • dipadu dengan teknologi pengendalian yang lain (seperti dengan Teknik Pemusnah Jantan (TPJ)).
  • \
\

Dalam Teknik Pemusnah Jantan (TPJ), jantan lalat  buah akan dibunuh sebanyak-banyaknya dengan menggunakan umpan beracun.yaitu  dengan menggunakan particle board yang ditetesi atraktan metil eugenol ditambah sedikit insektisida. . Lalat buah jantan terpikat oleh metil eugenol karena senyawa ini adalah feromon seks yang dikeluarkan oleh betina. Attraktan ini tidak meninggalkan residu pada buah dan mudah diaplikasikan pada lahan yang luas. Karena bersifat volatil (menguap), daya jangkaunya atau radiusnya cukup jauh, mencapai ratusan meter, bahkan ribuan meter, bergantung pada arah angin.

\

Cara penggunaan metil eugenol selama ini yang dipakai oleh petani adalah dengan menetesinya pada kapas dan hanya bertahan sampai 2 minggu.  Hasil penelitian yang telah  dilakukan di kebun mangga dan kebun jeruk, penggunaan particle board dapat bertahan sampai 7 bulan.  Particle board digantung dengan tali atau kawat pada ranting-ranting pohon. Untuk satu hektar dipasang 10 buah particle board.

\

Particle board  dapat diperoleh dari bahan bekas perabotan  rumah tangga seperti lemari pakaian, rak TV, kursi dan meja sehingga harganya lebih murah. Dengan aroma yang kuat dari papan particle board yang mudah menyerap air dan telah  mengandung metil eugenol, lalat buah  jantan datang mendekat dan menjilati papan particle board,  akhirnya mati karena telah termakan insektisida. Dalam penerapannya, petani dapat membuat sendiri atau dapat melalui perusahaan komersial yang memudahkan petani untuk memperolehnya.

\

Dalam pengaplikasiannya, sebelum pelepasan serangga mandul, populasi hama di lapangan diturunkan  terlebih dahulu dengan Teknik Pemusnah Jantan.  Kedua cara pengendalian ini akan saling melengkapi dan sangat baik diterapkan di dalam suatu areal yang luas, satu desa, kecamatan,kabupaten bahkan propinsi.

\

Hal penting dalam pengendalian lalat buah:

\
    \
  • Koordinasi yang baik
  • \
  • Tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri
  • \
  • Dalam suatu areal luas
  • \
  • Waktu yang serentak.
  • \
  • Untuk keberhasilannya, tidak dapat dalam waktu singkat
  • \
  • Perlu dukungan  banyak pihak
  • \
\

 

\

 


Keunggulan Teknologi

Para petani buah-buahan di Indonesia pada saat ini umumnya masih menggunakan insektisida kimiawi yang mengandung senyawa-senyawa sintetis yang bersifat racun (toksik) tidak hanya bagi serangga, bagi tanaman dan juga bagi manusia.. Banyak alasan petani masih memakai insektisida kimiawi, di antaranya karena mudah diperoleh di pasaran, dan cara penggunaannya pun mudah. Dosis yang digunakan terkadang melebihi anjuran yang sudah dicantumkan  di label dan cara yang digunakan pun terkadang tidak mengindahkan segi keamanan bagi manusia, lingkungan dan kelanggengan teknologi itu sendiri.  Kesalahan dalam penggunaan insektisida  menyebabkan :

\
    \
  • Residu pestisida  pada produk
  • \
  • Pemakaian insektisida yang terus menerus mengakibatkan serangga menjadi resisten (kebal)
  • \
  • Pencemaran bagi lingkungan
  • \
  • Matinya serangga berguna seperti predator dan musuh alami
  • \
  • Menurunnya kualitas buah
  • \
  • Menurunnya harga
  • \
  • Menghambat ekspor buah-buahan ke mancanegara
  • \
\

 

\

Pengendalian hama lalat buah dengan Teknik Serangga Mandul yang dipadu dengan Teknik Pemusnah Jantan (TPJ) mempunyai keunggulan yaitu :

\

ü  Ramah lingkungan

\

ü Tidak menimbulkan residu pestisida

\

ü Hanya ditujukan pada hama sasaran sehingga tidak menyebabkan matinya serangga berguna seperti seperti lebah madu, serangga penyerbuk atau musuh alami hama

\

ü Bahan-bahan murah dan mudah diperoleh

\

ü Dapat menekan populasi sampai nol

\

ü Dapat menyebabkan suatu areal menjadi daerah bebas lalat buah (Pest Free Area of Fruit Fly)

\

ü Meningkatnya kualitas buah

\

ü Meningkatnya harga (pendapatan petani meningkat)

\

ü Meningkatkan ekspor buah-buahan ke mancanegara (meningkatkan devisa negara)

\

 


Potensi Aplikasi

Untuk skala pilot projek, aplikasi TSM di suatu daerah dapat dilakukan kerjasama antara pemerintah daerah sentra produksi dengan para peneliti di PATIR-BATAN.  Saat ini di laboratorium Kel.Pengendalian Hama, lalat buah telah dapat dipelihara  secara massal  sampai jutaan per generasi.  Bahan-bahan yang digunakan merupakan produk-produk lokal sehingga mudah diperoleh dan biayanya juga termasuk murah.  Di PATIR –BATAN juga mempunyai fasilitas irradiator gamma untuk memandulkan lalat buah. 

\

Untuk masa yang akan datang, pihak PATIR – BATAN akan melakukan transfer teknologi kepada daerah/pemerintah daerah yang merupakan sentra produksi buah. Pemerintah daerah tersebut dapat memiliki irradiator sendiri untuk memberi fasilitas kepada petani /kelompok tani atau adanya perusahaan komersial di daerah yang menjual jasa irradiasi. Perusahaan pestisida juga dapat memproduksi serangga mandul  dan menjual ke pasaran layaknya pestisida yang banyak beredar.  Perlu adanya koordinasi dan kerjasama yang baik dari semua pihak mulai dari petani, kelompok tani, para tokoh masyarakat,universitas, lembaga penelitian, perusahaan komersial dan pemerintah pusat maupun daerah.

\