• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Teknologi Pemanfaatan Onggok Sebagai Media Produksi Beta Glukan


Abstrak

Beta glukan memiliki khasiat sebagai antimikroba, antikanker dan imunomodulator. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah salah satu sumber beta glukan dan saat ini banyak dibudidayakan menggunakan media serbuk gergaji untuk keperluan pangan. Onggok merupakan limbah padat pabrik tapioka, banyak dipakai sebagai pakan ternak. Inovasi teknologi dilakukan untuk memberikan nilai tambah pada onggok sebagai media produksi beta glukan yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bahan suplemen kesehatan.

Deskripsi

Penyakit infeksi menunjukkan tingkat prevalensi yang tinggi, sehingga  menyebabkan tingginya kebutuhan obat antibiotik di Indonesia. Data statistik menunjukkan bahwa lebih dari 90% bahan baku obat antibiotik yang dipakai di Indonesia merupakan hasil impor. Pendekatan preventif terhadap penyakit infeksi dapat dilakukan melalui sanitasi lingkungan dan menjaga asupan gizi yang baik. Namun adakalanya asupan gizi yang masuk tidak mencukupi, sehinggga diperlukan tambahan suplemen kesehatan yang dapat membantu meningkatkan sistim kekebalan tubuh (immunomodulator).

\

Saat ini banyak dilaporkan bahan alam yang berpotensi dapat membantu meningkatkan sistim kekebalan tubuh diantaranya herbal, sayuran (termasuk jamur pangan), maupun buah-buahan. Hasil penelitian ilmiah menunjukkan bahwa jamur pangan seperti jamur tiram (Pleurotus ostreatus), jamur merang (Volvariela volvacea), jamur kancing dan jamur shiitake (Lentinus edodes) memiliki sifat sebagai imunomodulator, antiinfeksi, antitumor, anti kanker serta dapat menurunkan kadar kolesterol serum darah. Senyawa aktif yang berperan untuk sifat-sifat tersebut adalah beta glukan, suatu senyawa polisakarida yang tersusun dari rantai D-glukosa dengan ikatan β-glikosida.

\

Indonesia merupakan negara penghasil ubikayu nomor 3 terbesar di dunia setelah Nigeria dan Brasil. Areal tanaman ubikayu di Indonesia diperkirakan mencapai 1.1 juta hektar. Sebagai sentra penghasil tapioka, Propinsi Lampung menduduki posisi keempat dalam hal luasan areal ubikayu, dimana terdapat lebih dari 100 pabrik tapioka yang memasok hampir 40% dari kebutuhan tapioka nasional. Dari proses ekstraksi pati ubikayu di industri tapioka ini, dihasilkan onggok sebagai hasil samping (limbah padat).

\

 Umumnya saat ini onggok dimanfaatkan sebagai pakan ternak setelah dikeringkan di bawah sinar matahari. Proses pengeringan onggok memerlukan areal yang luas, serta membutuhkan waktu yang lama karena tingginya kandungan air (70 – 90 %). Selama proses pengeringan ini terjadi fermentasi alami yang menghasilkan asam-asam organik sehingga menurunkan pH dan menimbulkan bau yang kurang sedap. Pada musim hujan, pengeringan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Potensi pencemaran lingkungan dapat terjadi karena dengan tingkat keasaman yang tinggi dapat mematikan sejumlah mikroba pengurai dan meningkatkan keasaman tanah atau perairan setempat. Disamping itu bau yang ditimbulkan sangat mengganggu bagi kesehatan masyarakat di sekitarnya. Sebagai gambaran, dari satu pabrik tapioka di Lampung dengan kapasitas produksi 100 ton tapioka/hari dihasilkan onggok basah sebanyak 100 ton/hari, jadi dapat dibayangkan berapa banyak onggok basah yang dihasilkan secara nasional.

\

Untuk mengatasi masalah ini dilakukan inovasi teknologi sehingga onggok dapat dimanfaatkan sebagai media produksi beta glukan yang bernilai ekonomi tinggi. Inovasi yang dilakukan meliputi :

\

(a) perlakuan awal onggok basah agar dapat dipakai langsung sebagai media tumbuh jamur tiram

\

(b)  penumbuhan miselia jamur tiram  pada media padat onggok

\

(c)  ekstraksi dan purifikasi senyawa beta-glukan.

\

Satu ton onggok basah (kadar air 80%) setelah diproses dapat dimanfaatkan untuk membuat media tumbuh jamur tiram (baglog seberat 1 kg) sebanyak 200 buah, untuk menghasilkan 10 kg miselia kering. Melalui ekstraksi secara alkali dihasilkan 400 gram ekstrak kasar kering dengan kandungan beta glukan 48%. Selanjutnya melalui proses purifikasi dihasilkan 300 gram kering ekstrak dengan kandungan beta glukan 72% (sebanding dengan standar beta glukan dari barley (produk Sigma) yaitu 71%).

\

Luaran (output) dari inovasi teknologi ini adalah :

\
    \
  1. Rekomendasi teknologi pemanfaatan limbah pabrik tapioka untuk media pertumbuhan jamur tiram sehingga dapat mewujudkan industri tapioka yang ramah lingkungan (zero waste industry)
  2. \
  3. Rekomendasi teknologi kultivasi jamur tiram untuk menghasilkan miselia jamur tiram
  4. \
  5. Paket teknologi ekstraksi dan purifikasi beta glukan untuk memperoleh beta glukan dengan tingkat kemurnian yang tinggi
  6. \

Keunggulan Teknologi

Keunggulan teknologi ini yaitu dapat mengubah limbah onggok industri tapioka menjadi media yang berguna untuk menghasilkan senyawa aktif beta glukan yang bernilai ekonomi tinggi. Beta glukan dapat dimanfaatkan untuk kesehatan karena potensinya sebagai antimikroba, imnunomodulator dan antikanker. Sampai saat ini belum ada produk komersial beta glukan hasil produksi dalam negeri di pasaran. Beta glukan yang diperoleh dengan teknologi ini memiliki kemurnian yang tinggi yaitu sekitar 72%, sebanding dengan standar beta glukan dari barley (produk Sigma) yaitu 71%. 


Potensi Aplikasi

Teknologi yang ramah lingkungan ini dapat diaplikasikan pada industri pati seperti pabrik tapioka dan sagu, serta merupakan solusi penanganan limbah onggok. Prosesnya dapat diintegrasikan dalam lingkungan pabrik, sehingga dapat mewujudkan industri pati nir limbah (zero waste industry). Beta glukan yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai pangan fungsional atau diformulasikan menjadi produk suplemen kesehatan oleh industri pangan dan farmasi, sehingga dapat menunjang program nasional dalam peningkatan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat.