• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Formula Inokulan Bakteri Bintil Akar Untuk Peningkatan Produksi Kedelai Pada Lahan Kering Asam (Ph > 4,0)


Abstrak

Penggunaan galur-galur B. japonicum toleran asam Al sebagai inokulan tanaman kedelai pada tanah masam yang efektif dalam penambatan N akan menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi masalah utama tidak produktifnya budidaya kedelai di Indonesia. Inovasi ini merupakan upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk N hingga 50% di lahan kering asam (pH>4), bersifat ramah lingkungan, dan meningkatkan produksi kedelai.

Deskripsi

Rendahnya produktivitas kedelai pada lahan kering dan masam antara lain disebabkan Rhizobium lokal tidak mampu menginfeksi dan menambat N dengan efektif, karena kondisi tanah yang mengandung Al tinggi serta bersifat masam. Sementara itu sampai saat ini belum tersedia inokulan Rhizobium komersial yang efektif untuk lahan kering dan masam.  Penambahan kapur untuk meningkatkan pH tanah akan meningkatkan input produksi sehingga budidaya kedelai pada lahan tersebut kurang ekonomis.

\

            Galur-galur galur-galur B. japonicum toleran asam-Al telah diformulasi dalam satu bahan pembawa khusus untuk produksi inokulan. Inokulan ini dapat digunakan untuk melapisi permukaan benih kedelai sehingga akan bekerja menginfeksi akar tanaman kedelai sejak dini. Institut Pertanian Bogor (IPB) telah mendapatkan galur-galur B. japonicum toleran asam-Al tipe liar yaitu B. japonicum BJ 11 dan KDR 15 yang memiliki efektivitas simbiotik yang lebih tinggi dari galur acuan USDA 110 sebelumnya. Galur-galur tersebut telah diuji kemampuannya dalam meningkatkan efektifitas simbiotik pada beberapa kultivar kedelai di rumah kaca dan lapang. Galur-galur B. japonicum telah diformulasi dengan komposisi bahan pembawa khusus yang memungkinkan bahan aktif B. japonicum dapat bertahan hidup dan stabil selama dalam penyimpanan dan pengiriman sehingga mudah diaplikasikan di lapang tanpa mengurangi efektivitas penambatan N.


Keunggulan Teknologi

    \
  • Budidaya kedelai efektif pada tanah asam dan kandungan Al tinggi.
  • \
  • Menghemat penggunaan pupuk NPK kimia.
  • \
  • Tidak memerlukan kapur pertanian
  • \
  • Ramah lingkungan.
  • \
  • Dapat digunakan dalam budidaya kedelai berulang.
  • \
  • Meningkatkan produktivitas budidaya kedelai pada lahan marginal.
  • \

Potensi Aplikasi

           Produk inovasi inokulan  bukan hanya diaplikasikan pada tanaman kedelai tetapi juga pada legum lain yang berfungsi sebagai penutup tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit dan karet yang umumnya diusahakan pada lahan suboptimal di luar Jawa (Kalimantan dan Sumatera). Luas areal kebun sawit dan karet mencapai 6,2 juta ha, jika diasumsikan replanting 3% per tahun maka lahan berpotensi untuk areal penanaman kedelai ialah seluas 186.000 ha.