• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Torefaksi Sampah Perkotaan Menjadi Bahan Bakar Padat Berkalori Tinggi L


Abstrak

Invensi ini terkait dengan suatu metode dan peralatan torefaksi sampah perkotaan untuk memproduksi bahan bakar padat bernilai kalor tinggi. Tahapan proses terdiri dari pentirisan, pencacahan, pengeringan, torefaksi dan pembriketan produk. Media torefaksi menggunakan uap air yang berasal dari penguapan proses. Temperatur proses 250-350C dan waktu tinggal 15-60 menit. Kualitas bahan bakar padat produk torefaksi setara batu bara nilai kalor 4.900-6.800 kkal/kg dan kandungan air di bawah 7%.

Deskripsi

Keberadaan sampah perkotaan selama ini lebih menjadi sumber masalah bagi komunitas kota karena jumlahnya yang terus meningkat, sementara dalam penanganannya belum mempunyai solusi mendasar. Penimbunan sampah pada tempat pembuangan akhir (TPA) yang selama ini menjadi solusi, dinilai tidak efektif karena menimbulkan permasalahan baru lainnya. Padahal bila dianalisis, komponen sampah kota terdiri dari bahan organik yang dapat dibuat kompos untuk pupuk organik, dan berpotensi mempunyai nilai kalor cukup tinggi bila digunakan sebagai bahan bakar.

\

Penggunaan sampah perkotaan sebagai bahan bakar padat dapat menjadi solusi yang cepat bagi masyarakat perkotaan dibandingkan bila dibuat kompos yang membutuhkan proses yang lama. Tetapi penggunaan secara langsung sebagai bahan bakar mempunyai banyak kendala karena sampah terdiri dari multi komponen yang sulit untuk dikontrol kualitas pembakarannya, juga karena kandungan air yang tinggi, nilai kalor dan densitas energi yang rendah serta sulit dalam penyimpanan Untuk memperbaiki sifat sampah sebagai bahan bakar padat, diperlukan proses yang khusus, di antaranya adalah proses termal yang dapat mendekomposisi komponen sampah sehingga dapat menaikkan nilai kalornya. Proses ini dikenal dengan torefaksi.

\

Invensi ini merupakan suatu metode dan peralatan torefaksi sampah perkotaan untuk memproduksi bahan bakar padat bernilai kalor tinggi. Invensi ini diharapkan menjadi  salah satu solusi dalam menangani persoalan sampah perkotaan dengan cara mereduksi jumlahnya untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif terbarukan.

\

Metode torefaksi sampah perkotaan ini terdiri dari beberapa tahap, dimulai dari proses pentirisan untuk menurunkan kandungan air sampah sampai di bawah 60%. Selanjutnya dilakukan pencacahan untuk mendapatkan ukuran sampah sekitar  1 cm2. Kemudian sampah dikeringkan hingga kandungan airnya di bawah 40%. Setelah itu sampah ditorefaksi menggunakan media inert uap air hasil penguapan proses torefaksi itu sendiri, pada rentang temperatur 250-350°C dan waktu tinggal 15-60 menit. Dari proses torefaksi sampah perkotaan ini diperoleh bahan bakar padat berkalori tinggi, yakni setara batu bara subbituminus yang mempunyai nilai kalor (HHV) 4.900-6.800 kkal/kg dengan kandungan air di bawah 7%.


Keunggulan Teknologi

Torefaksi adalah proses perlakuan panas pada rentang temperatur tertentu pada tekanan atmosfer tanpa kehadiran oksigen. Pada rentang temperatur tersebut diharapkan terjadi proses dekomposisi kimia dari fraksi-fraksi tertentu. Torefaksi pada biomassa biasanya terjadi pada rentang temperatur 200-300°C, di mana pada rentang temperatur ini fraksi yang diharapkan mengalami dekomposisi kimia adalah hemiselulosa. Torefaksi pada biomassa berhasil meningkatkan kualitas bahan bakarnya, di antaranya adalah kandungan air yang rendah, densitas energi yang tinggi, penurunan rasio O/C sehingga nilai kalor meningkat, tidak menyerap air, dan lebih getas.

\

Berbeda dengan biomassa jenis kayu yang relatif homogen, sampah perkotaan terdiri berbagai jenis komponen. Proses torefaksi pada sampah kota lebih komplek bila dibandingkan dengan biomassa tunggal. Dalam invensi ini dikembangkan metode torefaksi sampah yang mampu mengkonversi sampah dan meningkatkan kualitasnya menjadi bahan bakar padat berkalori tinggi, setara batu bara sub bituminus C.


Potensi Aplikasi

Jumlah sampah perkotaan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk penanganannya juga semakin membengkak. Di sisi lain, jika sampah perkotaan dapat diolah menjadi suatu produk yang bernilai, maka bukan hanya akan mengurangi ongkos yang dikeluarkan, tapi juga bisa diperoleh keuntungan ekonomis. Bahan bakar padat yang dihasilkan dari invensi ini mempunyai prospek komersil yang cukup bagus, mengingat perannya untuk pemenuhan kebutuhan sumber energi alternatif terbarukan dan sekaligus mereduksi jumlah sampah sehingga menjadi salah satu solusi bagi permasalahan sampah perkotaan.

\

Bahan bakar padat produk invensi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar fosil, misalnya batu bara,  sehingga dalam penggunaannya dapat mengurangi emisi CO2 ke lingkungan. Di samping itu, keberadaan produk invensi ini sekaligus dapat menjawab kebutuhan akan diversifikasi energi sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah dalam kebijakan energi nasional.

\

Dengan berbagai potensi di atas, invensi di sangat dibutuhkan untuk daerah perkotaan yang belum mempunyai sistem pengelolaan sampah yang baik dan tuntas.