• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

SMTS (Smart Mass Transit System) >> Sistem Tiket Transportasi Massal berbasis Smartcard


Abstrak

Gamatechno mengembangkan SMTS - sistem tiket yang mudah,nyaman dan aman bagi masyarakat, akuntabel,transparan dan terjangkau bagi penyelenggara layanan.Pengembangan teknologi contactless smartcard,mikrokontroller,GSM modul yang berbiaya rendah dengan komponen lokal.SMTS ini memungkinkan integrasi antar moda transportasi seperti bus,kereta api, angkutan masal lain,serta dapat sebagai tiket wahana hiburan, meminimalkan penggunaan uang cash dan kebocoran uang dalam pelayanan transportasi publik.

Deskripsi

Smart Mass Transit System (SMTS) merupakan solusi sistem tiket berbasis smartcard khususnya di bidang transportasi. Dalam salah satu Program Pembangunan Strategis Departemen Perhubungan bidang Angkutan, hingga tahun 2009, ditargetkan 15 kota besar di Indonesia menerapkan sistem Bus Rapid Transit (BRT). Solusi SMTS ini sejalan dengan sistem BRT yang menawarkan pelayanan yang lebih baik bagi pengguna transportasi publik khususnya di bagian ticketing dengan menawarkan sistem yang efektif, efisien, nyaman, terjangkau, fleksibel, handal, akuntabel dan transparan dibanding sistem konvensional menggunakan tiket kertas.

\

Sistem tiket ini menggunakan kartu contactless smartcard untuk memudahkan proses pembayaran. Dengan teknologi ini proses dapat berlangsung cepat, mudah, aman, nyaman dan tiket dapat digunakan kembali (reusable) serta lebih mudah menerapkan berbagai model pentarifan layanan transportasi. Kartu diamankan dengan menggunakan proteksi double encryption dengan algoritma TEA, pengembangan struktur data yang ringkas dilakukan untuk meminimaliskan kebutuhan ruang memori kartu.

\

Tarif sistem SMTS dirancang fleksibel sehingga dapat mengakomodasi berbagai kebijakan sesuai kebutuhan yang berbeda dari Dinas Perhubungan daerah setempat. Kebijakan tarif yang sudah didukung antara lain tarif flat, tarif zoning, tarif berbasis pulsa dan tarif berbasis waktu/masa berlaku pemakaian (harian, mingguan, bulanan).

\

Secara garis besar solusi ini dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu :

\

A.      SOFTWARE

\
\

Perangkat Lunak dikembangkan berbasis teknologi Open Source yang dibagi menjadi dua aplikasi yaitu Aplikasi Command Center Back Office dan Aplikasi Card Centre. Kedua aplikasi ini diletakkan di pusat pengolahan data transaksi tiket yang terhubung ke sistem server dan database utama.

\

1.       Aplikasi Back-Office Command Centre (Web PHP, MySQL)

\
\

Aplikasi BO berfungsi mengelola data transaksi, monitoring, controlling aset perangkat SMTS secara remote. Laporan perhitungan statistic, analisis transaksi penumpang dan jumlah pendapatan dihasilkan dari aplikasi ini.

\

2.       Aplikasi Card Centre (Desktop JavaSE)

\
\

Aplikasi digunakan pada kantor pelayanan pelanggan berfungsi untuk inisialisasi awal kartu, melakukan pengisian ulang kartu, pencatatan data pribadi pelanggan dan registrasi kartu, layanan printing, fasilitas pengecekan kartu, history transaksi kartu, fasilitas import data offline dari MMC tiap MainController.

\

B.      HARDWARE

\
\

Perangkat keras yang dikembangkan memanfaatan komponen lokal mencapai 70%, sehingga menjadi alternatif solusi yang kompetitif untuk sistem tiket BRT berbasis contactless smartcard. Printed Circuit Board (PCB) didesain dan diproduksi di dalam negeri, begitu juga komponen-komponen pasif dan casing perangkat SMTS.

\

Komponen seperti reader smartcard, mesin penelan dan GSM modul masih diimport dari luar negeri. Mikrokontroller yang digunakan merupakan AVR-Families 8-bit yang ekonomis. Biaya investasi dapat ditekan sekaligus menggairahkan industri lokal untuk berkontribusi. Perangkat-perangkat ini dapat diletakkan pada lokasi halte bus maupun stasiun. Perangkat-perangkat tersebut meliputi :

\

1.       GateAccess

\
\

GateAccess merupakan pintu putar turnstile mekanik-elektronik menjadi pintu masuk menuju ruang tunggu halte / stasiun. Dilengkapi pembaca smartcard yang melakukan validasi tiket, menyimpan informasi masuknya penumpang dan dilengkapi mesin penelan untuk jenis kartu sekali pakai (Single Trip). Proses manufaktur casing 100% bekerjasama dengan industri lokal.

\

2.       Backup Reader

\
\

Berfungsi sebagai alat transaksi cadangan bagi GateAccess dan digunakan untuk pengecekan saldo bagi penumpang.

\

3.       MainController

\
\

Berfungsi melakukan pengiriman data dari halte ke server pusat dengan transfer data melalui jaringan GSM/GPRS, data cadangan disimpan dalam memori card (MMC). Fungsi pendukung lain yaitu pengiriman otomatis status operasional perangkat Gate Access / Backup Reader, fungsi remote management untuk update tarif, update ID halte dan fungsi self test serta fitur PIN untuk akses menu admin. Untuk komunikasi data dipilih teknologi GSM/GPRS dengan pertimbangan coverage jaringan yang luas serta tidak diperlukan investasi besar dibanding jaringan dedicated.

\

4.       Point of Sales (POS)

\
\

Berfungsi sebagai perangkat aktivasi kartu single trip, pengisian ulang pulsa untuk tiket smartcard yang dilakukan secara offline sehingga tidak membutuhkan biaya koneksi banyak untuk setiap transaksi. POS dilengkapi proteksi PIN untuk Admin dan User. Penyimpanan data transaksi offline dalam MMC.

\
\

Agar layanan sistem berlangsung dengan baik, diperlukan aturan-aturan dalam pengoperasiannya. Untuk itu disusun SOP pendukung terkait penggunaan SMTS ini. SOP ini dapat disesuaikan dengan bisnis flow dari penyelenggara layanan terkait, misalnya Dinas Perhubungan. SOP dasar yang ditetapkan adalah :

\
    \
  1. SOP Penggunaan Perangkat
  2. \
  3. SOP Aktivasi dan Isi Ulang Kartu
  4. \
  5. SOP Perawatan Perangkat
  6. \
  7. SOP Pelayanan Pelanggan
  8. \
\

\\


Keunggulan Teknologi

Target pengembangan inovasi SMTS yaitu produk berbiaya produksi relatif lebih murah dengan kontribusi industri lokal dalam proses manufaktur, maintenance dan komponen-komponen hardware serta penggunaan teknologi Open Source.

\

Teknologi smartcard unggul sebagai kartu multi-fungsi,selain berfungsi sebagai tiket, dapat berfungsi sebagai kartu identitas, membership, kartu belanja, sehingga memungkinkan pengembangan yang luas dan sistem layanan terintegrasi bagi masyarakat. Penggunaan smartcard memberi keuntungan lain seperti mengurangi jumlah uang yang beredar serta mengurangi kebocoran penerimaan uang & standarisasi tarif transportasi.

\

Beberapa keunggulan dan nilai tambah bagi pengguna dibanding solusi lain antara lain:

\

1. Pemanfaatan Komponen Lokal

\

Komponen mekanik & sebagian besar komponen elektronis menggunakan bahan-bahan lokal, sehingga harga bersaing serta ikut mengembangkan industri lokal.

\

2. Berbasis Embedded Device

\

Peralatan dirancang berbasis microcontroller yang fungsi-fungsinya dibuat spesifik sesuai kebutuhan dan menghemat resource sehingga menekan biaya.

\

3. Pemanfaatan GSM Network

\

Pengiriman data menggunakan jaringan GSM/GPRS, untuk menghemat biaya investasi dibandingkan jaringan data dedicated. Dengan area cakupan GSM yang luas terlebih di kota-kota besar, akan mendukung penggunaan sistem SMTS ini sebagai solusi ticketing BRT.

\

4. Remote Update & Automatic Status Alert

\

Tarif dapat diupdate dari aplikasi server lewat remote interface. Status operasional alat termonitor dari aplikasi server & bila terjadi kerusakan dapat memberikan peringatan kepada petugas (via SMS).

\

5. Sistem Manajemen, Kontrol dan Monitoring Terintegrasi

\

Mekanisme layanan manajemen sistem yang terpadu dan terpusat dilakukan melalui aplikasi berbasis Gamatechno Framework untuk memudahkan proses maintenance dan pengembangan.

\

6. Mendukung Fitur Kebijakan Multi-tarif

\

Berbagai bentuk kebijakan jenis tarif dapat diakomodir sistem, menyesuaikan dengan karakteristik spesifik daerah. Jenis tarif yang sudah didukung yaitu single trip, reguler, tipe kartu pelajar, time based.


Potensi Aplikasi

SMTS dapat diimplementasikan & dikembangkan ke berbagai solusi terkait tiket dan pembayaran. Potensi aplikasi di berbagai bidang antara lain sebagai berikut :

\
    \
  • Sistem tiket pada sarana transportasi masal seperti bus, kereta api, KRL. Memudahkan administrasi tiket, pemantauan pendapatan, dan pelaporan penghasilan. Tiket dapat pula digunakan antar daerah, sehingga bagi warga yang sering travelling cukup membawa satu kartu untuk dapat menggunakan fasilitas transportasi publik di daerah manapun tanpa harus membawa uang cash.
  • \
  • Sistem tiket wahana hiburan / area publik, seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Pintar (Jogja). Penghitungan pengunjung dapat dilakukan otomatis, sekaligus dapat diisi dengan e-wallet untuk transaksi di toko-toko yang ada disekitar area dengan menambahkan fasilitas pembayaran smartcard
  • \
  • Sistem akses gedung dengan tipe lobby / hall yang luas, kartu visitor atau kartu pegawai gedung difungsikan dengan smartcad, sehingga setiap akses ke gedung akan tercatat, masa berlaku dapat pula diset misal hanya satu hari, satu minggu, satu tahun dan lain-lain yang dapat disesuaikan dengan kontrak karyawan
  • \
  • Sistem tiket stadion, sehingga penghitungan karcis dapat dilakukan secara otomatis dan terpantau dengan lebih teliti sekaligus mengatur antrian penonton
  • \
\

Variasi implementasi sangat dimungkinkan dengan modifikasi pada produk dasar yang sudah ada. Biaya produksi dapat lebih ditekan dengan adanya partner-partner pendukung yang kuat dibidang desain manufaktur electronik.