• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Urinal Cerdas

Urinoir Pendeteksi Status Hidrasi

Deskripsi Singkat


Hasil penelitian THIRST (The Indonesian Regional Hydration Study) menunjukkan masih tingginya angka dehidrasi yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. THIRST mengungkap bahwa 46.1% subyek yang diteliti mengalami kurang air atau dehidrasi ringan. Kejadian kurang air lebih tinggi pada remaja (49.5%) dibanding pada orang dewasa (42.5%). Pengukuran status hidrasi menggunakan metode osmolalitas serum mempunyai kelemahan yaitu harus mempunyai tenaga kesehatan untuk mengambil sampel darah, alat yang mahal, invasive, dan memerlukan waktu yang cukup lama serta biaya yang mahal Cheuvront et al. 2010, American Journal of Clinical Nutrition, 92:565-573. Metode urine specific gravity, juga mempunyai kelemahan yaitu mahal dan perlu waktu, dan metode bioelectrical impedence analyzer tergolong mahal Cheuvront et al. 2010, American Journal of Clinical Nutrition, 92:565-573. Pengukuran status hidrasi menggunakan urine color yaitu dengan cara melihat tingkat kepekatan warna urin, cara ini sangat subjektif. Oleh karena itu dikembangkalah perangkat pendeteksi status hidrasi yang dapat menentukan status hidrasi dengan metode reflektansi warna menggunakan sensor warna TCS3200. Hanya memerlukan waktu 3-5 detik setelah urin masuk ke dalam urinoir, status hidrasi dapat diketahui melalui display screen yang terdapat pada urinoir tersebut Invensi ini berkaitan dengan urinoir pendeteksi status hidrasi memanfaatkan sensor yang dapat mendeteksi warna warna urin yang diprogram menggunakan arduino uno. Data acuan pengelompokkan dibuat dalam database yang berisi notasi warna urin dan nilai RGB. Pengelompokkan warna didasarkan pada kertas PURI. Hasil pembacaan urin terbagi menjadi tiga yaitu terhidrasi dengan baik, dehidrasi ringan-sedang, dan dehidrasi berat. Hasil uji Spearman menunjukkan korelasi positif antara BJU dengan URITES dengan nilai p<0.05 dan nilai r 0.935. Hasil uji Bland-altman menunujukkan nilai Limit of agreement URITES dengan BJU maupun PURI berada dalam rentang -5 sampai 5 yang menunjukkan reabilitas yang baik.

Smart Urinoir

 

Short Description


-


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

Keunggulan invensi adalah pengukuran atau pendeteksi status hidrasi yang sangat praktis, lebih cepat, dan akurat. Hanya memerlukan waktu 3-5 detik setelah urin masuk ke dalam urinoir, status hidrasi dapat diketahui melalui display screen yang terdapat pada urinoir tersebut. Inovasi ini mendapat penghargaan berupa gold medal dari KIWIE, 3 special award yaitu special award dari Thailand (gold medal), special award dari Libanon (gold medal) dan special award dari Islamic Republic of Iraan Ministry of Energy sebagai Best invention.


Potensi Aplikasi:

Pengukuran status hidrasi menggunakan urine color yaitu dengan cara melihat tingkat kepekatan warna urin, cara ini sangat subjektif. Oleh karena itu dikembangkalah perangkat pendeteksi status hidrasi yang dapat menentukan status hidrasi dengan metode reflektansi warna menggunakan sensor warna TCS3200. Melalui inovasi alat ini, harapannya semakin banyak orang yang peduli dengan status hidrasi diri sendiri sehingga bisa terhindar dari berbagai macam penyakit akibat dehidrasi


Innovator:

Tim Inovasi

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS., Heriyanto Syafutra, S.Si, M.Si, Harki Taufiqurrohman S.Gz

Institusi

Institut Pertanian Bogor

Alamat

Kampus IPB Darmaga, Jl. Agatis, Bogor, Jawa Barat 16680

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi