• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Ubah Limbah Jadi Rumah

Limbah Tandan Kosong Sawit untuk Perumahan Rakyat

Deskripsi Singkat


Papan komposit terdiri dari dua komponen utama yaitu komponen penguat dan komponen pengisi berupa perekat. Pada umumnya, komponen utama komposit berasal dari bahan baku yang tidak terbarukan ataupun tidak mudah terurai secara alami seperti logam atau polimer.

Hasil inovasi adalah papan komposit yang terbuat dari serat tandan kosong kelapa sawit sebagai material bangunan dan rumah. Dalam proses pembuatannya, papan komposit ini menggunakan perekat alami berbasis pati dari kentang sehingga prosesnya lebih ramah lingkungan. Inovasi ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan material bangunan seperti kayu, sehingga mengurangi penebangan hutan yang merusak lingkungan.

Turning Waste into Housing

 

Short Description


The innovation offers a natural composite material to build a house and construction. The composite board is made from the fiber of palm oil empty fruit bunches. It uses natural adhesive such as starch from potato for the assembly of composite products. This innovation helps to meet the demand for construction materials such as wood, and along with that helps to reduce deforestation because of massive logging.


Perspektif

Limbah yang berlebih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat sekaligus mengurangi penebangan secara masif yang merusak lingkungan.

Keunggulan Inovasi:

Memanfaatkan limbah sebagai bahan pengganti papan kayu
Ramah lingkungan, menggunakan perekat alami berbasis pati dari kentang
Memiliki densitas r = 1,3 g/cm³


Potensi Aplikasi:

-


Innovator:

Tim Inovasi

Dr.-Ing. Andy Cahyaputra Arya

Institusi

Universitas Trisakti

Alamat

Kampus A Gd. F Lt. 5 Jl. Kyai Tapa No.1, Grogol Jakarta Barat 11440 DKI Jakarta

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Gambar 2

Gambar 1

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi