• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Tanah & Buah Menyandera Warna

Tanah Liat Penyerap Zat Warna

Deskripsi Singkat


Air yang mengandung limbah zat warna industri harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan limbah zat warna pada umumnya menggunakan karbon aktif yang harganya mahal. 

Inovasi ini mengolah bentonit dengan surfaktan alami buah Lerak, dengan menggunakan gelombang mikro, dan menghasilkan organobentonit. Organobentonit terbukti dapat menggantikan karbon aktif untuk pengolahan limbah zat warna. Limbah organobentonit yang telah dipakai masih dapat berfungsi menyerap kandungan racun dalam tanah, sedangkan surfaktan alami buah Lerak mudah terurai secara alami, sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.

Soil & Fruit Detain the Dye

 

Short Description


Industrial water containing dye waste must be treated before its disposal. The expensive activated carbon is commonly used industrial absorbents to treat dye waste. The innovation uses microwave processing to blend bentonite and natural surfactant from Lerak fruit to produce organobentonite. Organobentonite can replace activated carbon to absorbs dye waste. The used organobentonite can still function as soil treatment from toxic substance. The natural surfactant from Lerak fruit is naturally degradable and environmentally friendly.

Perspektif

Bahan pengolah limbah haruslah mudah, murah, dan ramah; artinya tidak boleh menghasilkan masalah dan limbah lainnya.

Keunggulan Inovasi:

• Aman bagi lingkungan
• Mudah dan cepat proses membuatnya
• Murah biaya produksinya
• Bentonit tersedia melimpah

Potensi Aplikasi:

-

Innovator:

Tim Inovasi

Suryadi Ismadji Jindrayani Nyoo Putro Felycia Edi Soetaredjo

Institusi

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Alamat

Jl. Kalijudan No.37 Pacar Kembang, Tambaksari Surabaya 60114 Jawa Timur

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Gambar 1

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi