• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Racun Ramah Lingkungan dari Ciplukan

POTENSI PENGEMBANGAN LARUTAN CIPLUKAN SEBAGAI LARVASIDA NABATI

Deskripsi Singkat


anaman ciplukan (Physalis angulata L) lebih dikenal sebagai gulma pada tanaman padi dan lahan sawah, namun potensi gulma ini sangat menjanjikan dibidang farmasi khususnya obat-obatan dan pestisida. gulma ini diketahui menganrung senyawa slkaloid dan saponin pada bagian daun (prosentase lebih besar), batang, dan akar yang berpotensi menghambat metabolisme serangga, menguraikan karsinogen dalam tubuh (bisa berfungsi sebagai anti kanker) dan antidiabetik. selain itu buahnya mengadnung antioksidan tinggi, sehingga banyak dicari orang. harga buah ciplukan dalam satu ikat sekitar Rp 5000 (isi 5-10 buah) dan dianggap buah langka, karena jarang dijual dan tidak mempunyai musim.
potensi tanaman ciplukan sebagai pestisida sudah dibuktikan dengan adanya uji laboratorium, dumana kandungan senyawa alkaloid (senyawa yang susunan kimia hampir mirip dengan thempos, bahan baku pestisida kimiawi) pada daun 4.06 ppm lebuh tinggi dari kandungan thempos pada abate (1.00 ppm) dan obat nyamuk kimiawi (obat nyamuk semprot 1.06 ppm dan bakar 2.06 ppm). daya basmi alkaloid pada senyawa ini tinggi dimana dalam 100 L air dengan diberikan larutan ciplukan dapat membasmi  100%  larva nyamuk dalam waktu 48 jam, sedangkan menggunakan abate 30 jam (konsentrasi yang dibutuhkan 100% larutan). selain berpotensi untuk membunuh larva nyamuk, juga dipergunakan sebagai pembunuh hama (ulat dan belalang) pada tanaman sayuran. dengan konsentrasi 100% pada sayuran bayam, slada, dan kangkung, dapat menghentikan laju perkembangan ulat sebesar 100%, 85%, dan 87%, sehingga berpotensi sebagai bahan baku pembuatan pestisida nabati.

Eco-Friendly Poison of the Golden Berry

 

Short Description


anaman ciplukan (Physalis angulata L) lebih dikenal sebagai gulma pada tanaman padi dan lahan sawah, namun potensi gulma ini sangat menjanjikan dibidang farmasi khususnya obat-obatan dan pestisida. gulma ini diketahui menganrung senyawa slkaloid dan saponin pada bagian daun (prosentase lebih besar), batang, dan akar yang berpotensi menghambat metabolisme serangga, menguraikan karsinogen dalam tubuh (bisa berfungsi sebagai anti kanker) dan antidiabetik. selain itu buahnya mengadnung antioksidan tinggi, sehingga banyak dicari orang. harga buah ciplukan dalam satu ikat sekitar Rp 5000 (isi 5-10 buah) dan dianggap buah langka, karena jarang dijual dan tidak mempunyai musim.
potensi tanaman ciplukan sebagai pestisida sudah dibuktikan dengan adanya uji laboratorium, dumana kandungan senyawa alkaloid (senyawa yang susunan kimia hampir mirip dengan thempos, bahan baku pestisida kimiawi) pada daun 4.06 ppm lebuh tinggi dari kandungan thempos pada abate (1.00 ppm) dan obat nyamuk kimiawi (obat nyamuk semprot 1.06 ppm dan bakar 2.06 ppm). daya basmi alkaloid pada senyawa ini tinggi dimana dalam 100 L air dengan diberikan larutan ciplukan dapat membasmi  100%  larva nyamuk dalam waktu 48 jam, sedangkan menggunakan abate 30 jam (konsentrasi yang dibutuhkan 100% larutan). selain berpotensi untuk membunuh larva nyamuk, juga dipergunakan sebagai pembunuh hama (ulat dan belalang) pada tanaman sayuran. dengan konsentrasi 100% pada sayuran bayam, slada, dan kangkung, dapat menghentikan laju perkembangan ulat sebesar 100%, 85%, dan 87%, sehingga berpotensi sebagai bahan baku pembuatan pestisida nabati.


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

keunggulan dari pestisida ini:
1. mudah terurai, ramah lingkungan, dan murah
2. mampu memperdayakan petani, karena jika diajarkan pada petani untuk berswasembada dalam pestisida
3. dapat menciptakan peluang bisnsi baru dengan menggunakan home industru
4. jika dipatenkan dapat merupakan suatu penemuan baru sebagai bahan pembuatan pestisida yang ramah lingkungan


Potensi Aplikasi:

potensi untuk dikembangkan biopestisida yang ramah lingkungan berbahan baku murah dan untuk menanggulangi gulma di lapangan


Innovator:

Tim Inovasi

Revisi inovator via email 18/01 wahyu setya ratri maria theresia darini nanang kusuma mawardi avivah rahmaningtyas mery gloria meliala Ir.Djoko Heru Pamungkas Sebelumnya : wahyu setya ratri maria theresia darini nanang kusuma mawardi avivah rahmaningtyas mery gloria meliala

Institusi

Jonson and Jonson

Alamat

-

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi