• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Perangi Limbah dengan Limbah (1)

Pembuatan Pektin Kulit Pisang yang Dimanfaatkan untuk Penanggulangan Pencemaran Logam Berat Dalam Air

Deskripsi Singkat


Limbah kulit buah-buahan terutama pisang yang dikonsumsi paling banyak oleh masyarakat Indonesia, masih bisa didaur-ulang dan dimanfaatkan selain hanya sebagai pupuk. Pektin yang merupakan bahan dasar pada industri obat-obatan maupun kosmetik ada yang terbuat dari kulit buah-buahan tetapi tidak banyak yang menggunakan kulit pisang. Pada invensi kali ini, digunakan kulit pisang ambon dan kulit pisang tanduk untuk menghasilkan pektin yang akan dimanfaatkan sebagai bahan penyerap logam berat dalam air.

Limbah industri yang kerap kali bermuatan logam berat seperti air raksa, tembaga, Cesium, Stronsium dan sebagainya dapat dengan mudah ditemukan. Terkadang limbah industri ini juga langsung dibuang ke sungai maupun laut tanpa diolah dengan sempurna terlebih dahulu. Pengolahan limbah ini seringkali menghabiskan biaya yang tidak cukup sedikit. Invensi kali ini mencoba menawarkan kepada industri berupa pektin-pektin yang dapat diproduksi dalam skala industri rumah tangga dan dapat dimanfaatkan untuk menyerap logam berat di dalam air.

Pemilihan pisang ambon maupun pisang tanduk semata-mata hanya untuk perbandingan demi menentukan pektin yang paling efektif menyerap logam berat. Kulit pisang ini memerlukan perlakuan antara lain dipotong-potong dalam ukuran 4cm kemudian dijemur untuk menghilangkan kandungan airnya serta kemudian dipanaskan di dalam oven. Kulit yang sudah mengering ini kemudian diblender hingga halus sebelum akhirnya dicampur merata dengan C6H8O7 atau asam sitrat. Di tahap akhir, campuran ini dikeringkan kembali sehingga didapatkan bubuk kering yang siap digunakan.

Cara pemakaiannya pun cukup sederhana yaitu dengan mencampurkannya di dalam air sehingga terbentuk semacam jel cair. Jel inilah yang kemudian diangkat dari dalam air karena logam berat yang terkandung di dalam air telah diserap sepenuhnya oleh jel tersebut. Jel ini juga cukup ramah lingkungan karena sekali dipakai atau setelah menyerap logam berat, ditemukan tidak adanya kandungan logam berat itu lagi di dalam jel tersebut.

Pektin ini juga diujicobakan dalam cairan yang mengandung logam berat timbal, dimana pektin ini tidak menyerap seluruh air dan mengganti bentuk menjadi jel. Residu air ketika diteliti, sudah tidak mengandung logam berat sebanyak saat awal dan pektin ini bisa berulang kali digunakan sebelum air benar-benar bebas dari logam berat.

Fight Waste with Waste (1)

 

Short Description


-


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

Keunggulan teknologi yang ditawarkan adalah proses produksi pembuatan pektin yang jauh lebih sederhana dan berbiaya murah karena hanya menggunakan asam sitrat serta listrik dari oven pemanggang. Produksi pun bisa dilakukan dalam skala industri rumah tangga.

Walaupun hingga saat ini efektifitas pektin baru sebesar 37,5%, tetapi pembuatan pektin ini masih dapat disempurnakan dengan memperhatikan proses pengeringan bahan maupun pencampuran asam sitrat. Pektin ini telah diujicobakan dalam skala laboratorium dimana cairan yang mengandung logam berat dicampur dengan pektin dan residu cairan kemudian diamati dengan menggunakan teknologi ablasi laser untuk melihat seberapa besar efektifitas penyerapan logam berat di dalam pektin.


Potensi Aplikasi:

Produksi pektin ini tidak terbatas dari dua jenis kulit pisang, melainkan bisa dari jenis kulit pisang lainnya. Dengan metode pembuatannya yang sederhana dan cukup cepat, maka produksi pektin dalam skala besar dimungkinkan bahkan untuk industri rumah tangga. Pektin ini pun masih dapat dikembangkan prosesnya agar efektifitas penyerapannya bisa dinaikkan.

Apabila pektin buatan pabrik langsung mengental dan berbentuk agar-agar padat, maka pektin kulit pisang ini berbentuk agar-agar cair sehingga air yang diserap tidak sebanyak pektin buatan pabrik. Apabila pektin ini dikembangkan, dapat membantu penanganan limbah industri yang selama ini kita alami.


Innovator:

Tim Inovasi

Rinda Hedwig

Institusi

Universitas Bina Nusantara

Alamat

Jl. K.H. Syahdan No. 9, Jakarta 11480

Status Paten

Tidak Ingin Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

Kerjasama bisnis

Peringkat Inovasi


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi