• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Perangi Limbah dengan Limbah (2)

Binder Protein dari Limbah Shaving Industri Penyamakan Kulit untuk Swadaya Bahan Kimia

Deskripsi Singkat


Industri Penyamakan Kulit (IPK) adalah salah satu industri yang menghasilkan limbah. Salah satu limbah yang perlu penanganan serius dalam IPK adalah limbah padat. IPK di Indonesia umumnya melakukan proses penyamakan kulit dengan menggunakan bahan penyamak krom, yang sudah terbukti kelebihannya dalam memproduksi bahan kulit yang berkualitas. Limbah krom tersebut, baik cair maupun padat, merupakan salah satu jenis limbah yang harus dikelola melalui pihak ketiga. Pengelolaan limbah tersebut membutuhkan effort khusus bagi perusahaan yang mempengaruhi manajemen operasional perusahaan.

Inovasi ini berhasil menjawab permasalahan diatas dan menjadikannya peluang dalam menciptakan IPK yang berkelanjutan. Inovasi ini menitikberatkan pada pemanfaatan limbah padat krom yang diperoleh dari proses pengetaman kulit (shaving). Proses shaving merupakan proses mekanis yang dilakukan pada bahan kulit semi jadi yang telah tersamak. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan bahan kulit semi jadi yang memiliki ketebalan rata di seluruh permukaannya. Hasil shavingbahan kulit semi jadi yang disamak dengan bahan penyamak krom merupakan serutan (scrap) kulit yang nantinya harus dikelola dengan perlakuan khusus.

Inovasi Binder Protein dari limbah padat krom shaving merupakan pengembangan penelitian terdahulu mengenai hidrolisa krom dengan menggunakan alkali. Penelitian tersebut berhasil melakukan hidrolisa krom shaving dengan alkali pada suhu 90°C sebesar 2-3%. Limbah krom shaving yang dihidrolisa dengan NaOH 3,5%, pada suhu 100°C selama 3 jam, menghasilkan protein dengan kadar 91,90%. Tingginya kondisi suhu dalam hidrolisa tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap protein kolagen yang dhasilkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian penggunaan suhu dibawah 100°C (80-90°C) untuk mengambil protein kolagen.

Protein kolagen diperoleh dengan menghidrolisa limbah padat krom shaving dengan menggunakan alkali NaOH sebanyak 3% pada suhu 80-90°C. dan waktu 3 jam. Proses selanjutnya adalah memisahkan protein kolagen dengan krom. Protein kolagen yang diperoleh, kemudian, siap untuk digunakan sebagai binder protein dalam pross finishing kulit. Hal ini menjadi sebuah terobosan dalam mengaplikasikan konsep ReuseReduceRecycle (3R) dalam proses produksi pembuatan bahan kulit yang dapat memberikan solusi bagi IPK dalam pegelolaan limbah padat krom, khususnya limbah shaving.

Bagi IPK pemanfaatan limbah padat krom shaving ini dapat memberikan dampak yang besar. Hal ini disebabkan pengelolaan limbah padat krom dilakukan dengan prosedur yang ketat untuk mencegah pencemaran lebih lanjut. Penyediaan gudang TPS Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) hingga pemusnahannya yang harus dilakukan pihak ketiga menyerap sumber daya finansial perusahaan yang tidak sedikit. Konsep keberlanjutan (sustainability) juga menjadi potensi bagi penggunaan teknologi dan produk ini dalam industri kulit.

Secara ekonomi, pemanfaatan limbah padat krom shaving dapat mengurangi cost perusahaan dalam mengelola limbah tersebut. Hal ini juga berpotensi menambah revenue stream bagi perusahaan dalam memasarkan hasil ikutan proses produksinya. Secara lingkungan, pemanfaatan limbah ini tentunya memiliki andil dalam mengurangi limbah yang umumnya ditangani dengan system landfill maupun incineration. Secara social, diharapkan dapat menumbuhkan wirausaha baru yang berkecimpung dalam mengolah protein kolagen dari sumber-sumber alternatif baru untuk dapat dikembangkan dan dipasarkan ke khalayak umum.

Inovasi ini merupakan hal baru yang ingin memanfaatkan limbah menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah, baik secara fungsional maupun komersial. Inovasi ini tentunya juga memperhitungkan beberapa risiko yang mungkin muncul dalam hal keamanannya terhadap pengguna produk maupun kualitas produk yang dihasilkan. Saat ini produk binder protein yang dihasilkan masih dalam taraf penyempurnaan untuk kualitas visualnya, meski secara fungsional sudah dapat digunakan. Pengembangan kualitas visual binder protein yang dihasilkan diharapkan dapat berimplikasi pada nilai jual produk serta hasil akhir produk binder terhadap produk bahan kulit jadi. Pengembangan juga menyasar produksi binder protein dalam skala besar untuk menuju nilai keekonomian yang optimal.

Fight Waste with Waste (2)

 

Short Description


-


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

1. Bagi industri penyamakaan kulit/pengguna

Proses pembuatan limbah shaving menjadi binder protein dapat dengan mudah, aman, dan cepat dilakukan oleh pelaku industri . Bahan kimia yang digunakan adalah bahan relatif murah, dan mudah diperoleh dengan peralatan yang sederhana. Binder protein yang dihasilkan dari limbah shaving ini meruapakan produk yang dapat diaplikasikan pada kulit dengan mudah, praktis, dan dapat mengatasi permasalahan industri terkait pembuangan limbah shaving. Tidak hanya itu, karena menggunakan limbah sebagai bahan utama, binder protein yang dihasilkan memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga binder protein di pasaran. Binder ini dapat langsung digunakan pada proses finishing kulit. Kualitas kulit yang dihasilkan pun tidak kalah jika dibandingkan dengan binder protein yang biasa dijual di pasaran.

2. Bagi lingkungan

Binder protein hasil penelitian ini bersifat ramah lingkungan karena tidak mengandung bahan beracun yang dapat membahayakan lingkungan maupun pengguna produk kulit yang telah diberi finishing dengan binder protein ini. Disamping itu, adanya binder protein dari limbah shaving ini dapat membantu mengatasi permasalah lingkungan, terutama dalam hal pemanfaatan limbah shaving.

3. Bagi masyarakat

Pemanfaatan limbah shaving untuk binder protein pada finishingkulit dapat membuka peluang kerja masyarakat, terkait pengumpulan limbah shaving dari berbagai industri penyamakan kulit, pengolahan limbah shaving menjadi binder protein, maupun pemasaran binder protein ke berbagai industri kulit di Indonesia.


Potensi Aplikasi:

Pemanfaatan limbah shaving menjadi binder protein ini merupakan sebuah solusi atas permasalahan yang terjadi di industri penyamakan kulit. Berdasarkan diskusi yang telah dilakukan dengan beberapa pelaku industri, beberapa telah tertarik untuk memanfaatkan teknologi ini, antara lain industri kulit di Yogyakarta dan industri kulit di Magetan, Jawa Timur. Teknologi ini dapat diaplikasikan langsung oleh pelaku industri penyamakan kulit maupun oleh pihak tertentu yang khusus melakukan proses pembuatan binder protein ini. Disamping itu, proses pembuatan binder ini relatif sederhana, aman, cepat, dan mudah untuk dilakukan sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja. Binder protein yang dihasilkan ini dapat diaplikasikan pada berbagai jenis kulit, seperti sapi, kambing, domba, biawak, ular, maupun ikan dengan hasil yang memuaskan.


Innovator:

Tim Inovasi

Sri Sutyasmi

Institusi

Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik

Alamat

Jl. Sokonandi 9, Yogyakarta, DI Yogyakarta

Status Paten

Tidak Ingin Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

Kerjasama bisnis

Peringkat Inovasi


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi