• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Penyedap Alami dari Laut

Bisnis Penyedap Rasa Alami Berbahan Limbah Pindang Ikan Layang (Decapterus ruselli) sebagai Alternatif Monosodium Glutamat

Deskripsi Singkat


Ketergantungan masyarakat Indonesia pada produk penyedap rasa sangat tinggi, namun penyedap rasa yang sering kali dijumpai mengandung monosodium glutamat (MSG). Tentunya hal ini masih menyisakan kontroversi akan keamanan pada produk penyedap rasa yang mengandung MSG. OGLA (Organic Glutamic Acid) hadir sebagai brand dari produk penyedap rasa alami pertama di Indonesia yang diciptakan dari limbah pindang ikan layang. Limbah pindang sangat melimpah di Indonesia dan sangat kaya akan kandungan asam glutamat. Tujuan pelaksanaan program adalah untuk menciptakan penyedap rasa alami sebagai alternatif MSG yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen akan penyedap rasa yang aman, sehat, dan berkhasiat. Metode yang dilaksanakan terdiri dari 7 tahapan, yaitu: (1) Survei dan pemantapan pasar, (2) Persiapan produksi dan ekspansi mitra bahan baku, (3) Produksi OGLA, (4) Uji kelayakan produk, (5) Legalitas usaha, (6) Pemasaran dan (7) Evaluasi. OGLA diproses melalui penyaringan bahan utama, ekstraksi kunyit, perebusan campuran bahan, dan pengeringan menggunakan alat spray dryer. Limbah air pindang ikan layang (Decapterus russelli) yang telah terstandardisasi diperoleh dari Usaha Kecil Menengah (UKM) Sinar Mina Berkah di Desa Mlaten Kecamatan Nguling, Pasuruan. Air pindang tersebut diyakini aman dan banyak mengandung asam glutamat sebesar 3,93% yang memberikan cita rasa gurih pada OGLA. Produk OGLA menggunakan pewarna dan pengawet alami berupa kunyit, maltodekstrin, gula, bawang merah, bawang putih, bawang bombai dan merica. Selain itu produk OGLA mampu memberikan nilai lebih terhadap konsumen diantaranya penyedap yang mengandung antioksidan dan antiinflamatori karena diperkaya dengan rempah-rempah pilihan sebagai pengawet alami dan ekstrak kunyit sebagai pewarna alami.

Fishy Yet Natural Seasonings

 

Short Description


Ketergantungan masyarakat Indonesia pada produk penyedap rasa sangat tinggi, namun penyedap rasa yang sering kali dijumpai mengandung monosodium glutamat (MSG). Tentunya hal ini masih menyisakan kontroversi akan keamanan pada produk penyedap rasa yang mengandung MSG. OGLA (Organic Glutamic Acid) hadir sebagai brand dari produk penyedap rasa alami pertama di Indonesia yang diciptakan dari limbah pindang ikan layang. Limbah pindang sangat melimpah di Indonesia dan sangat kaya akan kandungan asam glutamat. Tujuan pelaksanaan program adalah untuk menciptakan penyedap rasa alami sebagai alternatif MSG yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen akan penyedap rasa yang aman, sehat, dan berkhasiat. Metode yang dilaksanakan terdiri dari 7 tahapan, yaitu: (1) Survei dan pemantapan pasar, (2) Persiapan produksi dan ekspansi mitra bahan baku, (3) Produksi OGLA, (4) Uji kelayakan produk, (5) Legalitas usaha, (6) Pemasaran dan (7) Evaluasi. OGLA diproses melalui penyaringan bahan utama, ekstraksi kunyit, perebusan campuran bahan, dan pengeringan menggunakan alat spray dryer. Limbah air pindang ikan layang (Decapterus russelli) yang telah terstandardisasi diperoleh dari Usaha Kecil Menengah (UKM) Sinar Mina Berkah di Desa Mlaten Kecamatan Nguling, Pasuruan. Air pindang tersebut diyakini aman dan banyak mengandung asam glutamat sebesar 3,93% yang memberikan cita rasa gurih pada OGLA. Produk OGLA menggunakan pewarna dan pengawet alami berupa kunyit, maltodekstrin, gula, bawang merah, bawang putih, bawang bombai dan merica. Selain itu produk OGLA mampu memberikan nilai lebih terhadap konsumen diantaranya penyedap yang mengandung antioksidan dan antiinflamatori karena diperkaya dengan rempah-rempah pilihan sebagai pengawet alami dan ekstrak kunyit sebagai pewarna alami.


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

1. Sehat
Produk OGLA memiliki kadar protein dan serat yang tinggi yaitu masing-masing sebesar 12,46% dan 19,79%. Hal ini dikarenakan produk OGLA ialah penyedap rasa yang pertama kali dibuat dari ekstrak pindang ikan layang sehingga memiliki kadar protein yang tinggi dan dengan penambahan maltodekstrin menjadikan kadar serat pada OGLA juga tinggi.
2. Aman
Produk OGLA dibuat dari ekstrak pindang ikan yang telah terstandardisasi bebas formalin dan tidak ada penambahan MSG sehingga aman dikonsumsi. Selain itu formulasi bahan yang digunakan juga berbasis natural matter.
3. Berkhasiat
Produk OGLA juga mengandung senyawa bioaktif yang diperoleh dari ekstrak kunyit dan rempah-rempah sebagai pewarna dan pengawet alami sehingga dapat berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamatori.
4. Ekonomis
Hal ini karena bahan utama produk OGLA diperoleh dari limbah pindang ikan layang pilihan yang dapat diperoleh dengan harga yang sangat ekonomis yakni 600 rupiah per liter. Jika dibandingkan dengan penyedap rasa lain yang berbahan kaldu atam, ekstrak jamur, dan lain-lain tentunya membutuhkan harga yang lebih besar untuk memperoleh bahan baku.


Potensi Aplikasi:

1. Bisnis produk penyedap rasa pertama dari ekstrak pindang ikan, produk OGLA berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk penyedap rasa pertama berbahan ekstrak pindang yang mampu bersaing dengan produk penyedap rasa alami lain.
2. Produk penyedap rasa unggulan, produk OGLA memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi serta senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamatori sehingga dapat bermanfaat untuk kesehatan.
3. Pada dasarnya air hasil rebusan pindang sangat berlimpah di Indonesia, sehingga dengan memperluas usaha OGLA maka akan membuat limbah air pindang lebih bermanfaat. Tentunya ini akan membuka lapangan pekerjaan dan menjadikan lingkungan tempat pemindangan lebih asri.


Innovator:

Tim Inovasi

Alfin Bagaswara Pratama, Ipin Orshella Nurwilis Sunarno, Fadhel Muhammad Bolkiah, Faizatus Sholihah

Institusi

Universitas Brawijaya

Alamat

Jalan Kumis Kucing dalam No. 17, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Malang, Jawa Timur

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi