• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Pencegahan Dini Bencana Kabut Asap

Sistem Informasi Dispersi Asap untuk Wilayah Hutan dan Gambut Secara Cepat dan Cerdas

Deskripsi Singkat


Beberapa daerah di Sumatera dan Kalimantan termasuk daerah rawan bencana kabut asap. Bencana ini biasanya disebabkan oleh kebakaran lahan gambut saat musim kemarau.

Pencegahan bencana kabut asap dapat dilakukan dengan melakukan monitoring secara real time terhadap konsentrasi gas karbon, temperatur, dan kelembaban udara di suatu daerah. Informasi tersebut selanjutnya diolah dalam suatu sistem informasi berbasis web, sehingga hasilnya dapat dilihat secara cepat dan akurat. Dengan demikian, pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk meminimalisir potensi terjadinya bencana kabut asap.

Early Prevention for Smog Disaster

 

Short Description


In the dry season, several areas in Sumatra and Kalimantan are prone to smog caused by forest fire. This can be prevented by monitoring real-time the concentration of carbonmonoxide, temperature, and humidity in an area. The information can be processed in a web-based information system, so that the results can be quickly and accurately reviewed. It can help the government to take actions in reducing the number of smog disaster occurences.


Perspektif

Data hasil monitoring yang bersifat real time dapat memberikan masukan akurat sehingga bisa diambil tindakan yang tepat.

Keunggulan Inovasi:

  • Murah biaya implementasi
  • Mudah digunakan
  • Cepat dalam melaporkan hasil pengamatan lapangan


Potensi Aplikasi:

  • Pengamatan terhadap konsentrasi gas karbon, temperatur, dan kelembaban udara dilakukan secara real time


Innovator:

Tim Inovasi

Albertus Sulaiman Cecep Sujana Awaludin Muhammad Evri Muhammad Sadly

Institusi

PTSIDA Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Alamat

PTISDA Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Gedung Geostech 820 Kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan 15314

Status Paten

Kesiapan Inovasi

Kerjasama bisnis

Peringkat Inovasi


File

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi