• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Naga Penjaga Burung Puyuh

Kulit Buah Naga Sebagai Anti Bakteri Salmonella Typhimurium Pada Peternakan Burung Puyuh

Deskripsi Singkat


Budidaya burung puyuh sangat rentan pada periode starter (umur 2-3 minggu) dimana kematian (mortalitas) bisa mencapai 80%, salah satunya akibat kontaminasi bakteri Salmonella. Inovasi ini mengembangkan "antibiotik" alami dari kulit buah naga (Hylocereus sp), yang murah dan lebih aman bagi ternak dan manusia. Kulit buah naga merah mengandung senyawa flavonoid, steroid, triptrenoid dan saponin yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan. Tingkat mortalitas burung puyuh yang diberi ekstrak kulit buah naga dalam air minumnya adalah 1,6% dan pertambahan bobot badan yang dihasilkan adalah 2,83 gram/ekor/hari; lebih baik dibandingkan dengan pemberian antibiotik Bacitracin, dengan tingkat mortalitas 4% dan pertambahan bobot badan 2,43 gram/ekor/hari.


 

Guardian Dragon for Quails

 

Short Description


Quail farming is highly vulnerable during the starter period (2-3 weeks of age) where mortality can reach 80%, one of which is due to contamination of Salmonella. This innovation develops natural "antibiotics" from dragon fruit skin ((Hylocereus sp), which are cheap and safer for livestock and humans. Red dragon fruit skin contains flavonoid, steroid, triptrenoid and saponin compounds which function as antibacterial and antioxidant. The mortality rate of quails given dragon fruit skin extract in drinking water was 1.6% and the body weight gain produced was 2.83 gram / head / day; better than the administration of Bacitracin antibiotics, with a 4% mortality rate and body weight gain of 2.43 grams / head / day.

 


Perspektif

Inovasi ini mematahkan pilihan "dikotomis" antara: efektif namun kurang sehat dan kurang efektif namun sehat, dengan pilihan baru: lebih efektif dan lebih sehat sekaligus.


Keunggulan Inovasi:

  • Kulit buah naga terbukti lebih efektif sebagai antibakteri Salmonella typhimurium dibandingkan antibiotika Bacitracin.
  • Peningkatan bobot badan burung puyuh terbukti lebih baik, dibandingkan aplikasi antibiotika Bacitracin.
  • Lebih aman bagi manusia sebagai konsumen produk ternak. 
  • Inovasi mudah diaplikasikan sendiri oleh peternak.
  • Menciptakan nilai tambah untuk limbah kulit buah naga.

 


Potensi Aplikasi:

Inovasi ini berpotensi diuji-aplikasikan bagi ternak unggas lain yang mengalami gangguan akibat Salmonella typhimurium; bahkan  bagi ternak lain, dan kemungkinan aplikasinya bagi kesehatan manusia. 


Innovator:

Tim Inovasi

Prof. Dr. Ir. Yuli Retnani M.Sc., Taryati, S.Pt, M.M

Institusi

Institut Pertanian Bogor

Alamat

Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Gambar 1

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi