• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Mengolah Limbah Batik Cantik

TEKNOLOGI ELECTROCHEMICAL ADVANCED OXIDATION PROCESS (EAOP) SEBAGAI MESIN PORTABLE UNTUK MENGOLAH AIR LIMBAH BATIK PRINTING

Deskripsi Singkat


Polutan air limbah tekstil batik printing sumber utama pencemarnya berasal dari zat warna yang bersifat toksit sehingga teknologi pengolahan yang efektif dengan teknik pengoperasian yang mudah menjadi solusi penting bagi industri. Proses oksidasi lanjut berdasarkan prinsip elektrokimia merupakan metode simpel, cepat, mudah dan mampu mendegradasi zat warna tanpa menghasilkan produk samping berupa sludge. Reaktor EAOP telah dibuat dan disusun dalam 6 unit tabung (1,2 m3) dengan Ti/RuO2 sebagai anoda dan stainles sebagai katoda. Jarak kedua elektroda tersebut 3 cm dan dipasang secara vertikal dalam tabung reaktor sehingga terbagi merata diseluruh ruang. Rasio luas permukaan anoda terhadap volume reaktor sebesar 6,28 m2m-3. Setiap unit tabung dilengkapi pengaduk yang terhubung dengan motor melalui fan belt. Reaktor diinstal langsung di lokasi IKM Batik Brotoseno Sragen Jawa Tengah untuk mengolah air limbahnya. Investigasi kondisi optimum operasi ditentukan melalui parameter waktu tinggal (30, 60, 90, 120, 150 dan 180 menit), konsentrasi garam (2500, 3000, 3500 dan 4000 mgL-1) dan pH (3, 5, 7, 9) dengan parameter warna dan coD sebagai indikator proses. Pada kondisi operasi dimana tegangan 5 V, konsentrasi garam 3500 mgL-1, pH 5 dan waktu tinggal 1,5 jam maka diperoleh kualitas air limbah yang telah memenuhi baku mutu industri tekstil. Biaya operasional teknologi EAOP dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu konsumsi listrik, garam dan larutan asam. Kuantitas kebutuhan tiga faktor tersebut jika dikonversikan ke dalam rupiah maka biaya listrik Rp 2537, garam Rp 2625 dan asam Rp 1400. Total ongkos operasional reaktor EAOP dalam mengolah air limbah sebesar Rp 6562 m-3.

Treating Beautiful Batik Waste

 

Short Description


Polutan air limbah tekstil batik printing sumber utama pencemarnya berasal dari zat warna yang bersifat toksit sehingga teknologi pengolahan yang efektif dengan teknik pengoperasian yang mudah menjadi solusi penting bagi industri. Proses oksidasi lanjut berdasarkan prinsip elektrokimia merupakan metode simpel, cepat, mudah dan mampu mendegradasi zat warna tanpa menghasilkan produk samping berupa sludge. Reaktor EAOP telah dibuat dan disusun dalam 6 unit tabung (1,2 m3) dengan Ti/RuO2 sebagai anoda dan stainles sebagai katoda. Jarak kedua elektroda tersebut 3 cm dan dipasang secara vertikal dalam tabung reaktor sehingga terbagi merata diseluruh ruang. Rasio luas permukaan anoda terhadap volume reaktor sebesar 6,28 m2m-3. Setiap unit tabung dilengkapi pengaduk yang terhubung dengan motor melalui fan belt. Reaktor diinstal langsung di lokasi IKM Batik Brotoseno Sragen Jawa Tengah untuk mengolah air limbahnya. Investigasi kondisi optimum operasi ditentukan melalui parameter waktu tinggal (30, 60, 90, 120, 150 dan 180 menit), konsentrasi garam (2500, 3000, 3500 dan 4000 mgL-1) dan pH (3, 5, 7, 9) dengan parameter warna dan coD sebagai indikator proses. Pada kondisi operasi dimana tegangan 5 V, konsentrasi garam 3500 mgL-1, pH 5 dan waktu tinggal 1,5 jam maka diperoleh kualitas air limbah yang telah memenuhi baku mutu industri tekstil. Biaya operasional teknologi EAOP dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu konsumsi listrik, garam dan larutan asam. Kuantitas kebutuhan tiga faktor tersebut jika dikonversikan ke dalam rupiah maka biaya listrik Rp 2537, garam Rp 2625 dan asam Rp 1400. Total ongkos operasional reaktor EAOP dalam mengolah air limbah sebesar Rp 6562 m-3.


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

Teknologi pengolahan air limbah sampai saat ini masih menggunakan metode konvensional seperti koagulasi kimia, adsorpsi karbon aktif, filtrasi membran dan degradasi biologi. Teknologi koagulasi terbukti efektif untuk mendestabilisasi kolid namun kurang efektif menurunkan zat warna terutama bila muatan koagulan tidak sesuai dengan polutan air limbah. Selain itu pengolahan ini hanya memindahan zat polutan yang terkoloid atau terlarut menjadi solid sehingga akan dihasilkan sludge yang banyak dan bersifat B3 sehingga mahal dalam pengelolaanya. Adsorpsi karbon aktif secara teknis mampu menyerap zat warna, tetapi adsorben ini akan cepat jenuh dan membentuk limbah B3 yang juga mahal pengelolaanya. Filtrasi membran kurang menjanjikan karena selain mahal juga tingkat filtrasinya sangat ditentukan oleh ukuran pori yang harus lebih kecil dari senyawa zat warna. Pemakaian pori yang sangat kecil akan menyebabkan terjadinya fouling yang menjadi titik lemah dari teknologi membran. Degradasi menggunakan mikroba terutama sistem anaerob tergolong populer digunakan. Kebutuhan energi yang rendah menjadikan teknologi ini banyak dipilih


Potensi Aplikasi:

Industri pewarnaan kain yang tergolong dalam komoditas tekstil banyak terdapat di Indonesia dan telah ada sejak lama. Skala produksinya mulai dari kecil, menengah hingga besar


Innovator:

Tim Inovasi

Dr. Aris Mukimin Hanny Vistanty, St.MT Nur Zen, ST Kukuh Aryo Wicaksono, ST Agus Purwanto

Institusi

Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian

Alamat

Jl. Ki Mangunsarkoro No 6 Semarang

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi