• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Membiakkan Sumber Albumin

Teknologi Hatchery Ikan Gabus Ramah Lingkungan

Deskripsi Singkat


Ikan gabus (Channa striata) adalah ikan yang  kaya kandungan albumin dan semakin dibutuhkan untuk keperluan biomedis. Akibatnya populasi ikan gabus di alam semakin menipis, bahkan kelangsungan hidupnya di alam terancam. Inovasi ini adalah tentang pengembangan budidaya ikan gabus dimulai sejak pengkoleksian dan domestifikasi indukan ikan gabus untuk menghasilkan telur, dan pengembangan hatchery yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan gabus. Bayi ikan gabus sangat peka terhadap fluktuasi kondisi lingkungan maupun serangan penyakit, sampai melewati umur 20 hari, atau panjang tubuhnya sudah mencapai 4 cm. Dengan rekayasa teknologi panel surya untuk mengkondisikan suhu, distribusi oksigen terlarut, serta kebutuhan aerasi  di ruang hatchery; kelangsungan hidup benih ikan berhasil mencapai lebih dari 80% selama 20 hari.

Breeding Albumine Sources

 

Short Description


Snakehead fish are rich in albumine, that are increasingly needed for biomedical purposes. As a result, the availability of the fish in nature is depleting, even its survival in nature is also threatened. This innovation is about the development of snakehead fish cultivation, starting from the collection and domestication of  the fish to produce eggs, and the development of hatcheries to improve the survival of the fish seeds. The snakehead seeds are extremely sensitive to fluctuations of environmental conditions and diseases, until they survive the first 20 days of age, or the seeds have reached 4 cm.  By developing solar panel based technologies to condition temperature, dissolved oxygen distribution, and aeration needs of the hatcheries; the survival rate of 20-day fish seeds have reached more than 80%.


Perspektif

Perkembangan ilmu dan teknologi seringkali berdampak pada terganggunya ekosistem alam. Untuk itu inovasi berbasis ilmu dan teknologi yang harus bertanggung-jawab memecahkannya.


Keunggulan Inovasi:

  • Menggunakan teknologi panel surya untuk menghidupkan aerasi dan pengendalian suhu ruang perbenihan.
  • Biaya operasional rutin minimal.
  • Kelangsungan hidup (survival rate) benih ikan 20-hari  mencapai 80%.
  • Pertumbuhan benih ikan 20-hari lebih cepat dibanding benih dari alam.

Potensi Aplikasi:

Teknologi perbenihan ikan ini dapat diaplikasikan untuk perbenihan ikan prospektif dari alam lainnya. Hatchery dirancang secara portable dan mobile sehingga dapat dipindah-pindah.


Innovator:

Tim Inovasi

Agus Cahyadi, Adang Saputra

Institusi

Pusat Riset Perikanan

Alamat

-

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Gambar 1

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi