• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Limbah Anti Peluru

Pemanfaatan Limbah Padat Tandan Kosong Sawit Untuk Komponen Anti Peluru Kendaraan Patroli

Deskripsi Singkat


Indonesia adalah negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar didunia. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar, maka produksi minyak kelapa sawit di Indonesia semakin bertambah. Akibatnya, terjadipula peningkatan jumlah limbah dari industri kelapa sawit.

Hasil inovasi adalah komposit ramah lingkungan yang memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit sebagai komponen anti peluru kendaraan patroli untuk menggantikan pelat baja. Dengan menggunakan komposit ini, bobot kendaraan dapat berkurang karena mengurangi penggunaan pelat baja. Oleh karena itu kelincahan dan jarak tempuh kendaraan meningkat, serta menghemat konsumsi bahan bakar.

Bullet Proof Waste

 

Short Description


Indonesia is the largest palm oil producer in the world. The growingvolume of palm oil production is in line with the increasing of waste beingdisposed out. The innovation is about eco-friendly composite materialmade of palm oil empty fruit bunches that function as the steel platereplacement on the armored cars. The usage of this composite improvesthe car's agility, mileage, and reduces the fuel consumption.


Perspektif

Inovasi limbah sawit bisa "disulap" menjadi komposit modern, yang memenuhi hampir semua kriteria material maju: alami, kuat, awet, ringan, murah,.... plus tahan peluru.

Keunggulan Inovasi:

Material dapat mengurangi bobot kendaraan anti-peluru hingga 90%
Dengan 5 lapis komposit dapat menahan pistol kaliber berpeluru 9 mm
Memiliki uji tekuk 8 GPa sesuai standar uji tekuk DIN ISO 14 125
Memiliki densitas maksimal 1,3 g/cm3


Potensi Aplikasi:

-


Innovator:

Tim Inovasi

Dr. Ing. Andy Cahyaputra Arya

Institusi

Universitas Trisakti

Alamat

Jl. Kyai Tapa No. 1, Grogol Jakarta Barat DKI Jakarta 11440

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi