• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Kulit Melinjo Dibuang Sayang

Bahan Bioaktif Obat dari Modifikasi Ramah Lingkungan Bahan Limbah Kulit Melinjo

Deskripsi Singkat


Di Indonesia, biji melinjo umumnya digunakan sebagai bahan baku pangan seperti emping. Yang belum diketahui secara pasti ialah kegunaan senyawa resveratrol yang terkandung dalam kulit melinjo dan jarang ditemukan di jenis tanaman lain.

Inovasi ini memanfaatkan hasil sampingan atau limbah kulit melinjo, untuk dijadikan sebagai bahan aktif obat.
Senyawa resveratrol diduga memiliki potensi bioaktif yang bersifat antimikroba, antihipertensi dan antikanker.

The Use of Gnemon Peel Refuse

 

Short Description


In Indonesia, gnemon is commonly known as the basic ingredient of the widely consumed gnemon chips. Not that widely known is resveratrol, a chemical structure contained in gnemon peel and rarely in other plants. This innovation utilizes the byproducts or waste of gnemon peel to extract its resveratrol content, which is believed to have anti-microbial,
anti-hypertensive and anti-cancer properties.


Perspektif

Gagasan inovasi berpotensi digali dari limbah yang sejak dahulu dibuang, karena belum pernah diteliti kemungkinan memiliki nilai.

Keunggulan Inovasi:

Penemuan senyawa restravol dan 3-metoksi resveratrol dari melinjo yang baru dan belum dikembangkan di Indonesia
Menggunakan katalis heterogen logam alumina superbasa yang ramah lingkungan
Senyawa hasil modifikasi mempunyai potensi sebagai bahan bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat


Potensi Aplikasi:

-


Innovator:

Tim Inovasi

Dr. Ir. Antonius Herry Cahyana Dr. Tagor Marsilam Siregar, M.Si Dr. Emil Budianto

Institusi

Universitas Indonesia Fakultas MIPA

Alamat

Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI Gedung ILRC Lt.1 1, Kampus UI Depok Depok 16420 Jawa Barat

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Gambar 2

Gambar 1

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi