• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Kuatkan Tulang dengan Keong Sawah

Pelapisan Paduan Logam Berbasis Titanium dengan Hidroksiapatit Termodifikasi Sebagai Material Implan Tulang

Deskripsi Singkat


Cangkang keong sawah memiliki kandungan kalsium CaCO3 yang cukup tinggi, sebesar 71,20% sehingga dapat digunakan sebagai prekursor pada sintesis hidroksiapatit (HAp).  Metode yang digunakan dalam sintesis HAp ini adalah metode basah melalui presipitasi yang sederhana, sehingga biaya sintesis HAp menjadi relatif murah namun memiliki kemurnian yang relatif tinggi. HAp adalah bahan utama untuk membuat implant tulang.

 

Strengthen Bones with Rice Field Snails

 

Short Description


Rice Field Snail shell has high calcium content of 71.20% so that it can be used as precursor material in the synthesis of hydroxyapatite (HAp). The method used in the synthesis is a wet method with simple precipitation, so that the cost is inexpensive, and yet giving a relatively high purity. HAp is the main ingredient for making bone implants.


Perspektif

Awalnya, keong sawah adalah musuh petani, sampai disadari bahwa keong ini dapat diolah menjadi lauk yang lezat. Inovasi telah menciptakan nilai yang jauh lebih tinggi lagi dari limbah cangkangnya.


Keunggulan Inovasi:

  1. Kadar kalsium cangkang keong sawah yang tinggi dapat meningkatkan sifat bioaktif sumber prekursor sintesis HAp.
  2. Cangkang keong sawah adalah limbah yang tersedia melimpah dengan harga yang sangat murah. 

Potensi Aplikasi:

HAp adalah bahan untuk membuat implant tulang, yang juga dapat dipakai pada bedah ortopedi, bedah gigi, terapi osteoporosis dan osteoarthritis.

 


Innovator:

Tim Inovasi

Dr. Charlena, M.Si

Institusi

Departemen Kimia FMIPA - Institut Pertanian Bogor

Alamat

Gd. Kimia Wing 1 Lt. 3, Jl. Tanjung kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat 16680

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Gambar 1

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi