• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Kendi Berkah dari Lumpur Bencana

Irigasi Hemat Air Menggunakan Kendi Berbahan Baku Lumpur Lapindo

Deskripsi Singkat


Sistem Irigasi Kendi (SIK) adalah sistem irigasi tanaman hortikultura sederhana yang dikenal memiliki beberapa keunggulan. Kendi tanah liat ditanam berbaris sampai batas leher dan air akan merembes keluar secara perlahan. Menjadikan SIK sistem irigasi paling hemat air.

Pencampuran pupuk cair akan membuat sistem Slow Reliefyang efektif langsung ke daerah akar tanaman. Sistem pengisian air kendi bisa dilakukan secara manual atau sistem pemipaan dan juga menggunakan tabung mariotte.

Selama ini SIK mengalami kesulitan bahan baku untuk pembuatan dalam jumlah besar. Bencana lumpur Lapindo yang menyemburkan material sekitar 2.500 m³/hari justru memberikan akses sumber material yang sangat besar jumlahnya.

Blessing Pitcher from Disastrous Mud

 

Short Description


Kendi (Clay Pitcher) Irrigation System (SIK) is a simple irrigation system for horticulture. Clay pitcher will let water and liquid fertilizer passes the wall slowly, making it efficient and uses least water compared to other irrigation system.

Development of the system is hindered due to lack of clay material resources, though recent Lapindo Mud disaster might solve that problem.


Perspektif

Kesulitan bahan baku sering menjadi kendala utama sebuah inovasi untuk berkembang apalagi berhasil. Keadaan unik bencana alam lumpur Lapindo bisa menjadi solusi kesulitan bahan baku dari inovasi Sistem Irigasi Kendi (SIK)

Keunggulan Inovasi:

  • SIK hemat penggunaan airnya, berfungsi sebagai slow releasepupuk cair
  • SIK langsung menyuplai air dan pupuk ke daerah akar sesuai dengan kebutuhan tanaman
  • Lumpur Lapindo tersedia dalam jumlah besar dan bisa digunakan untuk produksi kendi SIK
  • Merubah dampak musibah menjadi sesuatu yang berguna

Potensi Aplikasi:

Sistem irigasi/fertigasi kendi dapat diaplikasikan pada lahan-lahan kering di seluruh Indonesia agar menjadi lahan produktif seperti telah dibuktikan di Pringgrabaya, Lombok Timur. Selain itu, teknologi ini memiliki kemungkinan untuk diekspor ke Afrika dan negara sub-tropika lainnya.


Innovator:

Tim Inovasi

Budi Indra Setiawan; M. Bagus Hermanto; Agus Pakpahan

Institusi

Institut Pertanian Bogor

Alamat

Gedung Rektorat AHN Lt. 5 Kampus IPB Darmaga Bogor

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi