• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Kecambah Kacang Pelangsing

Susu kecambah kacang merah kaya antioksidan fenolik dan protein sebagai pangan alternatif penderita obesitas

Deskripsi Singkat


Sukamera, minuman dibuat dari kecambah kacang merah, dengan cara 1 bagian kecambah kacang merah dan 8 bagian air, di blender, disaring, disebut sukamera murni. Sukamera ditambah gula 5%, garam 0,05%, lalu dipanaskan  80oC, 45 menit ini disukai, berwarna putih kecoklatan, rasa manis, indeks glisemik rendah, mengandung total fenolik 143,29 ppm, air 88,4%, abu 0,04%, lemak 0,1%, protein 6,54%, karbohidrat 4,48%, dan tanpa beany flavor. Sukamera kaya antioksidan dan protein cocok untuk obesitas.

Slimming Beansprouts

 

Short Description


Sukamera, minuman dibuat dari kecambah kacang merah, dengan cara 1 bagian kecambah kacang merah dan 8 bagian air, di blender, disaring, disebut sukamera murni. Sukamera ditambah gula 5%, garam 0,05%, lalu dipanaskan  80oC, 45 menit ini disukai, berwarna putih kecoklatan, rasa manis, indeks glisemik rendah, mengandung total fenolik 143,29 ppm, air 88,4%, abu 0,04%, lemak 0,1%, protein 6,54%, karbohidrat 4,48%, dan tanpa beany flavor. Sukamera kaya antioksidan dan protein cocok untuk obesitas. 


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

Obesitas adalah kondisi terjadinya peningkatan massa jaringan lemak tubuh yang terjadi akibat tidakseimbangnya antara energi intake dengan penggunaannya. Perkembangan obesitas berkaitan dengan terjadinya hiperinsulinemia, resistensi insulin, dan terganggunya metabolisme lipid. Target utama penanganan obesitas adalah penurunan berat badan.  Penderita obesitas perlu diet dengan pembatasan kalori tetapi tinggi protein untuk memperbaiki dan sintesis otot, serta mempertahankan jaringan otot tanpa lemak. Anderson et al.(2000) menyatakan bahwa intake protein 25-38% dapat mempromosikan penurunan berat badan. Obesitas berkaitan dengan inflamasi kronik low grade dalam jaringan adiposa yang mempromosikan stress oksidatif (Fernández-Sánchez et al., 2011). Karena itu produk kaya antioksidan seperti susu kecambah kacang merah, menjadi pilihan tepat bagi penderita obesitas. 
      Sementara ini penanganan obesitas menggunakan obat-obatan. Selain mahal harganya, seringkali penggunaannya berdampak imunosupresif. Di samping itu, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan tentang risk and benefit of food, memacu seseorang back to nature, seperti halnya produk pangan fungsional. Pangan yang mempunyai nilai fungsional untuk penderita obesitas, diantaranya yaitu pangan yang mampu menginduksi rasa kenyang, mengurangi nafsu makan, memodulasi metabolisme lipid dan menginduksi thermogenesis (Sunkara, 2014). 
      Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) pemanfaatannya masih rendah, tetapi kaya karbohidrat kompleks (56,2%), protein (29,1%),  serat (4%), asam lemak tak jenuh, vitamin (B1, B6, B9, E), P, Mn, Fe, dan senyawa antioksidan (vitamin C, fenolic, flavonoid, vitexin dan isovitexin). Aktivitas antioksidannya tertinggi dibanding kacang lainnya. Kandungan resistant starch dan frukto-oligosakarida juga terbukti melindungi tubuh dari stres oksidatif; asam lemak tak jenuh (n-3), vitamin, serat, dan L-arginin berperan penting dalam modulasi kerja system imun. Perkecambahan kacang merah mengaktifkan enzim protease, lipase, dan karbohidrase; protease memecah  protein menjadi asam amino; pati diuraikan oleh karbohidrase menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa; lemak dipecah oleh lipase menjadi asam lemak. Karena itu, kandungan asam amino, asam lemak, dan glukosa kecambah kacang merah lebih tinggi dibandingkan kacang yang tidak dikecambahkan. Lebih dari itu, indeks glisemiknya juga rendah, karena itu layak dibuat susu kecambah kacang merah (sukamera). 
      Susu kecambah kacang merah yang dikenal sukamera dibuat dari kacang merah yang telah dicuci, direndam 12 jam, dan ditiriskan, lalu dikecambahkan dalam wadah keranjang plastik yang beralaskan kain flanel yang telah dibasahi, dan ditutup dengan flanel hitam, selama 30 jam. Satu bagian kecambah kacang merah ditambah 8 bagian air di blender, disaring, disebut sukamera murni. Sukamera murni ditambah gula sebanyak 5%, garam 0,05% kemudian dipanaskan pada suhu 80oC selama 45 menit.  Sukamera mengandung antioksidan total fenolik sebesar 143,29 ppm, dengan kadar protein 6,54%, air 88,4%, abu 0,04%, lemak 0,1%, dan karbohidrat 4,48%. Antioksidan fenolik dapat menurunkan berat badan dengan cara melindungi sel dari serangan radikal bebas, misalnya langsung mengikat radikal bebas (DeFeudis et al., 2003), mencegah produksi anion superoksida yaitu dengan cara menghambat aktivitas enzim Xanthine Oxidase (XO) (Ryu et al., 2012), mengkelat Fe dan Cu, sehingga produksi ROS menurun.  Integritas sel yang terjaga mengoptimalkan fungsinya dalam proses metabolism. Sementara itu, protein memiliki sifat thermogenic, sehingga asupan tinggi protein membuat tubuh selalu hangat dan kenyang lebih lama. Sukamera yang diketahui kaya protein memberikan rasa kenyang (Halton & Hu, 2004), sehingga menghilangkan rasa ingin makan kembali, dan menekan asupan energi berikutnya. Tubuh tidak memiliki protein storage, sehingga protein segera dimetabolisme menjadi  energi. Terbentuknya energi tersebut identik dengan proses reoksigenasi, yang akhirnya menurunkan IL-6 dari sel adiposa. Kondisi seperti ini terkait dengan perbaikan status antioksidan oleh fenolik sukamera. 
       Mengingat angka kejadian obesitas selalu meningkat dari tahun ke tahun, maka hal ini menjadikan peluang besar bagi industri untuk memproduksinya. Terealisasinya produksi Sukamera ini akan menguntungkan banyak pihak. Bagi petani, mendapat tambahan pendapatan. Bagi produsen, memiliki produk baru, dengan bahan dasar  murah tetapi produknya sangat diminati banyak orang, terutama para penderita obesitas. Bagi Pemda, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat, dan masyarakatnya makin makmur. Bagi Perguruan Tinggi, meningkatkan inovasi Ipteks. Teknologi pembuatan Sukamera sangat sederhana, karenanya produk ini dalam proses di-paten-kan sehingga tidak khawatir akan ditiru oleh negara luar. Produsen tidak perlu khawatir kekurangan bahan pembuat Sukamera karena dari hulu hingga hilir dapat terpenuhi.


Potensi Aplikasi:

Sukamera kaya antioksidan fenolik (143,29 ppm) dan protein (6,54%), airnya 88,4%, abu 0,04%, lemak 0,1%,  dan karbohidrat 4,48%. Kemungkinan, produk ini bermanfaat bagi obesitas. Dalam kondisi obesitas, jaringan adiposa makin luas, terjadi hipoksia, meningkatkan stres oksidatif, dan menekan kadar antioksidan. Hipoksia makin lama, makin tinggi tingkat stres oksidatif. 
     Antioksidan fenolik mampu menurunkan berat badan dengan cara melindungi sel dari serangan radikal bebas, langsung mengikat radikal bebas, mencegah produksi anion superoksida yaitu dengan cara menghambat aktivitas enzim Xanthine Oxidase, mengkelat Fe dan Cu, sehingga produksi radikal bebas menurun.  Sementara itu, protein memiliki sifat thermogenic, sehingga asupan tinggi protein membuat tubuh selalu hangat dan kenyang lebih lama. Sukamera kaya antioksidan dan protein cocok untuk obesitas. 
     Sukamera, minuman berbentuk cair ini tersusun atas  kecambah kacang merah, air, gula, dan garam, rasanya manis dan gurih membuat tubuh kenyang. Uji hedonik Sukamera, warna, aroma, rasa, dan kekentalan > 4 (suka-sangat suka), mutu hedonic warna 4,8 (putih kecoklatan-kekuningan), aroma 4,5 (sedikit langu - tidak langu), rasa 4,3 (manis-sangat manis), kekentalan 3,4 (sedikit kental - kental), berbeda dengan susu kedelai ataupun susu kecambah kedelai yang masih memiliki beany flavor.
     
       Tabel. Biaya produksi sukamera, sule, dan sumbae
Sukamera
Biaya (Rp)
Sule
Biaya (Rp)
Sumbae
Biaya (Rp)
1 kg kc merah
15000
1 kg kedelai
10000
1 kg kecambah kedelai
15000
8 liter air
3000
12 liter air
5000
4 liter air
1500
250 g gula
3250
500 g gula
6500
250 g gula
3250
5 g garam
125
6 g garam
150
7,5 garam
200
Pandan
100
 
100
 
100
Bahan bakar
5000
 
5000
 
5000
Biaya Total (Rp)
26475
 
26750
 
25050
Susu yg diperoleh (liter)
9,1
 
10,8
 
5
*sukamera, susu kecambah kacang merah; sule, susu kedelai; sumbae, susu kecambah kedelai

Biaya produksi relatif sama, tetapi tingginya antioksidan fenolik dan protein, rendah lemak dan indeks glisemiklah yang menjadikan sukamera lebih dari yang lain. 

tetapi kadar fenolik susu kecambah kacang merah (sukamera) sebesar 143,29 mg/L, lebih tinggi dibandingkan dalam sumbae (39.1 ppm) (Winarsi et al., 2010).  Makin tinggi kandungan fenolik makin tinggi pula aktivitas antioksidannya, sangat baik untuk obesitas yang diketahui akibat stress oksidatif. Proteinnya 3 kali lebih tinggi dibandingkan yang disyaratkan dalam SNI (1995) (minimun 2%), menjadikan sukamera cocok minuman fungsional bagi obesitas yang memang memerlukan asupan protein tinggi. Diet tinggi protein menghasilkan rasa kenyang lebih lama, sehingga menekan asupan energi berikutnya. Kadar lemak sukamera yang rendah yaitu 1/10 dibandingkan SNI (1995) (minimun 1%), cocok untuk obesitas. Kelebihan sukamera lainnya adalah dapat menjadi pengganti susu sapi bagi penderita lactose intolerance.


Innovator:

Tim Inovasi

Dr. Ir. Hery Winarsi, MS, Dr. Ir. Aisyah Tri Septiana, MP

Institusi

LPPM Universitas Jenderal Soedirman

Alamat

Prodi Ilmu Gizi, Fikes Universitas Jenderal Soedirman Gd. C, Jl. Soparno, Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah 53123

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi