• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Katoda Batok Kelapa

Pembuatan elektroda porous graphite berbahan dasar tempurung kelapa sebagai material katoda yang potensial untuk sel bioelektrosintesis

Deskripsi Singkat


Elektroda adalah material kunci bagi reaktor sel bioelektrosintesis selain kultur mikroorganisme.  Karbon arang tempurung kelapa telah dimodifikasi dengan metode sintering-aktivasi sehingga bersifat inert, kristalin dengan luas permukaan yang besar dan porous dan lebih elektroaktif and adsorptif, dengan luas permukaan meningkat 11 kali serta porous (500 nm). Rapat arus katoda tersintesis mempunyai sifat elektroaktif 2 - 4 kali lebih baik dari material karbon komersial. 

 

Coconut Shell Cathode

 

Short Description


Electrodes are key materials for bioelectrosynthetic cell reactors aside to the microorganism cultures. Coconut shell charcoal is modified by means of sintering-activation method,  to become inert materials, crystalline with a large and porous surface area, and more electroactive and adsorptive, with a surface area increased by 11 times and porosity of 500 nm.  The synthesized cathode current density has electroactive characteristic of  2-4 times better than commercial carbon material.
 


Perspektif

Inovasi berbasis tempurung kelapa, yang telah berhasil menciptakan nilai tambah sebagai arang barbeque dan karbon aktif, mendapatkan saingan baru yang lebih bernilai lagi.   


Keunggulan Inovasi:

  • Inovasi ini dibuat dari bahan baku lokal  yang tersedia melimpah. 
  • Katoda karbon yang dihasilkan kinerjanya lebih baik dari yang umum dipakai dalam proses bioelektrosintesis. 
  • Mendukung upaya substitusi bahan bakar fosil dengan energi terbarukan sekaligus memanfaatkan emisi CO2  sebagai solusi strategis energi masa depan.

 


Potensi Aplikasi:

Bioelektrosintesis merupakan teknologi baru yang ramai dikembangkan di seluruh dunia, namun umumnya terfokus pada penyediaan mikroba yang handal untuk mengkonversi karbon dioksida menjadi bahan bakar, namun tidak banyak yang mengembangkan material katodanya. Inovasi dalam material katoda ini dapat berkontribusi penting bagi aplikasi teknologi bioelektrosintesis. 


Innovator:

Tim Inovasi

Dr. Aris Mukimin, S.Si., M.Si., Hanny Vistanty, St.MT, Nur Zen, ST, Kukuh Aryo Wicaksono, ST, Rustiana Yuliasni< ST., M.Sc., Januar Arif Fathurahman, Rizal Awaludin Malik

Institusi

Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, BPPI Kementerian Perindustrian

Alamat

Jl. Ki Mangunsarkoro No 6, Semarang, Jawa Tengah

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Gambar 1

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi