• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Jahit Bedah Kupu Gajah

Jahit Luka dengan Benang Sutera Coklat

Deskripsi Singkat


Dalam bidang biomedis, benang sutera dari ulat sutera (B. mori)sudah umum digunakan sebagai benang jahit bedah dan diproduksi secara massal. Namun selain ulat sutera, jenis benang sutera coklat dari ngengat (A. atlas Linn.) dapat menggantikan sutera sebagai benang jahit bedah untuk membantu proses penyembuhan jaringan lunak.

Hasil pengujian in-vitro dan in-vivo menunjukkan sutera coklat memiliki sifat yang lebih baik dari sutera B. mori. Dengan teknologi sederhana dan biaya produksi lebih rendah, benang sutera coklat ini berpotensi untuk pemenuhan maupun substitusi produk implan biomedis nasional yang selama ini masih impor dari luar negeri.

Surgical Suture from Atlas Moth

 

Short Description


In biomedical field, the usage of silk from silkworm (B. mori) as a surgicalsuture is already common and widely mass-produced. Silk from giant silkmoth (A. atlas Linn.) can potentially become superior substitute that can beproduced locally.


Perspektif

Kupu gajah Indonesia adalah kerabat dekat kupu ulat sutera, berpotensi menggantikan sutera sebagai bahan benang bedah; produk dalam negeri, telah berwarna, bahkan terbukti superior secara klinis.

Keunggulan Inovasi:

  • Memiliki spesifikasi anti bakteri dan tingkat biokompatibilitas jaringan yanglebih baik dibandingkan benang bedah yang umum dipakai
  • Memiliki warna coklat alami yang menonjol, sehingga tidak membutuhkanpewarna tambahan

Potensi Aplikasi:

-


Innovator:

Tim Inovasi

drh. Mokhamad Fakhrul Ulum, M.Si Prof. drh. Deni Noviana, Ph.D Dr. drh. Gunanti, MS drh. Abas Kurniawan

Institusi

Institut Pertanian Bogor

Alamat

Direktorat Riset dan Inovasi IPB Gedung Rektorat Andi Hakim Nasoetion Lt. 5 Kampus IPB Darmaga Bogor 16680

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi