• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Hentikan Keretamu Sendiri

Pembuatan Blokrem Kereta Api dari Komposit Polimer Non-Asbestos sebagai Substitusi Impor

Deskripsi Singkat


Blokrem bergesekan langsung dengan roda logam kereta api dan berfungsi untuk mengurangi laju pergerakan kereta api. Indonesia masih mengimpor blokrem dari luar, karena blokrem yang tersedia di pasar berbahan dasar asbestos yang penggunaannya sudah dilarang oleh pemerintah.

Hasil inovasi adalah desain blokrem kereta api yang menggunakan bahan komposit polimer non-asbestos, diantaranya serat karbon dan nano-silica sehingga tahan terhadap suhu tinggi. Semua bahan baku dapat diperoleh dengan mudah di dalam negeri. Inovasi ini telah memenuhi standar keselamatan dan persyaratan mutu yang ditetapkan oleh PT. KAI.

Stop the Train Yourself

 

Short Description


Brake lining creates friction with iron wheel to reduce the train speed. Locally available brake lining is made from asbestos material which its used has been discouraged by government. The innovation offers a polymer composite based brake lining, that has good endurance on high temperature. The product meets the standards set by the Indonesian Railway Company.


Perspektif

Indonesia masih mengimpor banyak ragam produk habis pakai, yang bisa menjadi lahan dan inspirasi untuk melakukan inovasi.

Keunggulan Inovasi:

Menggunakan serat karbon yang mampu menahan gesekan pada suhu tinggi
Menggunakan nano silika yang meningkatkan sifat pengereman blok rem
Menggunakan bahan grafit dengan tambahan komponen bubuk jambu mede dan vermiculite untuk meningkatkan gesekan dan daya tahan terhadap keausan
Memenuhi standar ASTM dan SNI untuk blok rem


Potensi Aplikasi:

-


Innovator:

Tim Inovasi

Ir. Koentari Adi Soehardjo, M.Sc

Institusi

Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian

Alamat

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Jl. Sangkuriang No.14 Bandung 40135 Jawa Barat

Status Paten

Kesiapan Inovasi

Kerjasama bisnis

Peringkat Inovasi


File

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi