• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Deteksi TB Cepat dan Ditempat

TB-Analyzer: Perangkat Penghitung Otomatis Bakteri Tuberkolosis

Deskripsi Singkat


TB-Analyzer ini terdiri dari bagian perangkat keras berupa mikroskop digital, penggerak dan kontroller meja mikroskop, dan komputer untuk memberi instruksi ke kontroller. Disamping itu perangkat keras perangkat ini juga dilengkapi dengan kontroller penggerak pada arah vertikal. Bagian perangkat lunak aplikasi dari perangkat ini terdiri dari bagian segmentasi area
yang diduga area bakteri tuberkulosis, dan penghitung area terduga bakteri tuberkulosis. Untuk mengatasi permasalahan hilangnya fokus pada saat bagian pengamat dipindah dari satu layang pandang ke layang pandang berikutnya, maka perangkat ini dilengkapi dengan fungsi autofokus. Meja mikroskop maupun preparat mikroskop digerakkan oleh kontroller. Pergerakan bisa dikontrol secara otomatis maupun manual. Pada pergerakan otomatis, perangkat bisa diatur untuk bergerak ke sejumlah lokasi untuk mengambil beberapa layang pandang dalam formasi sesuai ketentuan WHO dalam hal ini, satu hapusan dahak diambil dalam 100 layang pandang. Pada setiap layang pandang diambil satu citra, sehingga keseluruhan hapusan dahak terdapat 100 buah citra. Aplikasi yang dikembangkan juga untuk menggabungkan keseluruhan citra yang didapat menjadi satu citra. Citra hasil ini biasa dikenal dengan citra panorama.

Sasarn dari hilirisasi produk inovatf ini adalah kalangan medis seperti rumah sakit, puskesmas dan laboratorium klinik yang memberikan layanan pemeriksaan tuberkolosis.

  • Penggunaan TB-Analyzer dapat membantu mempercepat petugas medis dalam melakukan proses pembacaan dan perhitungan jumlah bakteri tuberkulosis.
  • Pembacaan menggunakan TB-Analyzer dapat dilakukan dengan akurat dan menyeluruh terhadap semua area hapusan dahak, tidak ada area yang terlewatkan untuk dibaca.
  • Pembacaan menggunakan TB-Analyzer bisa mengurangi resiko bakteri terbaca beberapa kali (rangkap) atau resiko bakteri tidak terbaca. Hal ini dimungkinkan karena pemindahan lensa dilakukan secara otomatis sedemikian rupa sehingga sehingga layang pandang berdekatan tidak saling tumpang tindih atau dua layang pandang berdekatan tidak terpisah terlalu jauh.
  • TB-Analyzer menjamin konsistensi kualitas citra yang dihasilkan karena menawarkan kesamaan iluminasi dan protokol pencitraan. Kesamaan kualitas citra akan mengurangi resiko kesalahan pembacaan baik pembacaan manual ataupun otomatis yang dilakukan oleh sistem ini nantinya.
  • TB-Analyzer dapat digunakan untuk melakukan diagnosis ditempat dimana pasien berada. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu diagnosis secara cepat. Disamping itu, adanya TB-Analyzer bisa membantu pemerintah dalam memperluas wilayah pelayanan kesehatan.
  • Oleh karena citra yang dihasilkan adalah citra digital, maka citra dari TBAnalyzer dapat disimpan kedalam sebuah database untuk dapat digunakan secara bersama (share) oleh berbagai pihak.

Quick TB Detection In-Situ

 

Short Description


-


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

Inovasi Teknologi yang ditawarkan oleh perangkat TB-Analyzer ini adalah :
1. Inovasi berupa perangkat terintegrasi untuk menghitung bakteri secara otomatis.
TB-Analyzer ini terdiri dari mikroskop yang terhubung ke kamera digital dan satu motor penggerak yang berfungsi untuk memperbesar tampilan pada objek preparat. Mikroskop ini tersusun atas lensa objektif, C-Mount, lensa okuler, filter cahaya. Untuk memperjelas penampakan bakteri tuberkolosis maka perangkat ini dilengkapi dengan lampu LED atau lampu hologen yang ditempatkan di bawah meja preparta dan berfungsi untuk menyinari objek preparat. Kamera digital dari perangkat ini ditempatkan di atas mikroskop dan dihubungkan ke komputer melalui port USB, berfungsi untuk menangkapp citra mikroskopis dari preparat dahak yang berisi bakteri tuberkolosis. Perangkat ini juga dilengkapi dengan dua motor penggerak yang ditempatkan pada meja mikroskop. Kedua motor ini berguna untuk menggerakkan pemegang preparat pada bidang horisontal, pada arah depan-belakang dan arah kiri-kanan. Pergerakan kedua motor ini diatur oleh modul kontroller berdasar perintah yang diterima dari aplikasi yang terpasang pada komputer. Program aplikasi atau program komputer TB-Analyzer juga dilengkapi dengan pengaturan masukan antara lain jumlah layang pandang yang akan ditangkap citranya, jumlah baris dan kolom untuk acuan pergerakan oleh motor penggerak. Program aplikasi yang terpasang pada komputer juga mempunyai fungsi untuk menampilkan citra mikroskopis tuberkulosis dan hasil identifikasi bakteri tuberkulosis dan hasil perhitungannya. Program aplikasi pada komputer merupakan bagian yang sangat penting dari perangkat ini. Aliran citra dari kamera digital diterima oleh program aplikasi. Selanjutnya program aplikasi ini melakuan proses identifikasi dan proses perhitungan bakteri tuberkulosis yang tampak pada citra. Tahapan untuk menghitung jumlah bakteri yang tampak pada satu layang pandang adalah sebagai berikut: segmentasi citra untuk mendapatkan area dari citra yang diduga area bakteri, identifikasi area bakteri, dan kuantifikasi untuk menghitung area yang teridentifikasi sebagai bakteri. Penghitungan jumlah bakteri tuberkulosis secara terpusat diatur oleh program aplikasi atau software dengan langkah- langkah sebagai berikut: preparat dahak penderita tuberkulosis diletakkan pada meja mikroskop, program aplikasi akan mencari fokus citra dengan mengatur posisi lensa objektif secara otomatis menggunakan motor penggerak vertikal, selanjutnya program aplikasi mengatur posisi preparat dengan motor penggerak bidang horizontal, menangkap citra mikroskopis dari satu layang pandang pada objek preparat dahak menggunakan kamera digital, dan menyimpan citra hasil tangkapan. Selanjutnya program aplikasi akan melakukan proses segmentasi citra untuk mendapatkan area pada citra yang diduga sebagai bakteri dan selanjutnya melakukan identifikasi bakteri, dan menghitung jumlah bakteri tuberkulosis. Proses ini diulang untuk layang pandang berikutnya sampai diperoleh 100 layang pandang sesuai standar perhitungan manual yang selama ini dilakukan. Layang pandang berikutnya diperoleh secara otomatis sebagai hasil pergerakan oleh dua motor yang ditempatkan pada meja. Untuk mendapatkan area yang diduga sebagai area bakteri tuberkulosis pada citra mikroskopis maka dilakukan proses segmentasi dilakukan. Secara umum segmentasi merupakan proses untuk membagi citra sedemikian rupa sehingga didapatkan bagian- bagian yang mempunyai kesamaan ciri yang bisa berupa warna pada citra berwarna, tingkat keabuan pada citra greyscale. Segmentasi berguna untuk memisahkan bagian bakteri
tuberkulosis dari latar belakang. Metode yang bisa digunakan adalah metode segmentasi yang memperhitungkan intensitas dan warna. Sedangkan untuk untuk identifikasi atau menentukan apakah area citra merupakan area bakteri atau bukan, maka bisa menggunakan metode pendeteksi objek berbentuk batang atau garis karena bakteri tuberkulosis berbentuk batang.

2. Inovasi berupa sistem penggerak meja preparat.
Inovasi pada meja preparat, kontroller digunakan untuk menggerakkan meja preparat mikroskop pada bidang horizontal X dan Y. Meja preparat terdiri dari 2 layer yang digerakkan oleh 2 buah motor stepper, 1 buah mikrokontroler, 1 buah keypad sebagai pengontrol manual, dan 1 buah modul komunikasi serial USB. Meja dua layer bekerja dengan urutan sebagai berikut: mikrokontroller mengirimkan sinyal pada driver motor stepper, motor stepper menggerakan gear berputar searah jarum jam atau berlawanan jarum jam, gear motor stepper terhubung dengan gerigi rel sehingga rel akan bergerak ke kiri atau ke kanan ini yang menyebabkan meja bergerak kearah sumbu X pada layer 1 dan sumbu Y pada layer 2. Untuk komunikasi data menggunakan komunikasi serial dengan adapter USB difungsikan untuk mengontrol pergerakkan meja melalui software yang ada pada PC.

3. Inovasi berupa aplikasi pendeteksi dan penghitung secara otomatis jumlah bakteri tuberkolosis.
Inovasi pada program aplikasi atau software yang digunakan yaitu adanya fungsi untuk membuat sebuah citra panorama dari sekumpulan citra hasil tangkapan. Metode rekonstruksi citra panorama dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut: preparat dahak penderita tuberkulosis diletakkan pada meja mikroskop, mencari fokus citra dengan mengatur posisi lensa
objektif secara otomatis menggunakan motor penggerak vertikal. Kemudian urutan langkah- langkah berikut ini diulang sebanyak 100 kali sehingga seluruh area preparat sudah ditangkap citranya: mengatur posisi preparat dengan menggunakan motor penggerak bidang horizontal, menangkap citra mikroskopis dari satu layang pandang pada objek preparat dahak
menggunakan kamera digital, dan melakukan proses penggabungan citra berdasar metode stiching citra.


Potensi Aplikasi:

1. Penggunaan TB-Analyzer dapat membantu mempercepat petugas medis dalam melakukan proses pembacaan dan  perhitungan jumlah bakteri tuberkulosis.
2. Pembacaan menggunakan TB-Analyzer dapat dilakukan dengan akurat dan menyeluruh terhadap semua area hapusan dahak, tidak ada area yang terlewatkan untuk dibaca.
3. Pembacaan menggunakan TB-Analyzer bisa mengurangi resiko bakteri terbaca beberapa kali (rangkap) atau resiko bakteri tidak terbaca. Hal ini dimungkinkan karena pemindahan lensa dilakukan secara otomatis sedemikian rupa sehingga sehingga layang pandang berdekatan tidak saling tumpang tindih atau dua layang pandang berdekatan tidak terpisah terlalu jauh.
4. TB-Analyzer menjamin konsistensi kualitas citra yang dihasilkan karena menawarkan kesamaan iluminasi dan protokol pencitraan. Kesamaan kualitas citra akan mengurangi resiko kesalahan pembacaan baik pembacaan manual ataupun otomatis yang dilakukan oleh sistem ini nantinya.
5. TB-Analyzer dapat digunakan untuk melakukan diagnosis ditempat dimana pasien berada. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu diagnosis secara cepat. Disamping itu, adanya TB-Analyzer bisa membantu pemerintah dalam memperluas wilayah pelayanan kesehatan.
6. Oleh karena citra yang dihasilkan adalah citra digital, maka citra dari TBAnalyzer dapat disimpan kedalam sebuah database untuk dapat digunakan secara bersama (share) oleh berbagai pihak.


Innovator:

Tim Inovasi

Dr. I Ketut Eddy Purnama ST., MT., ARIEF KURNIAWAN ST., MT., Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.Eng, Dr. Supeno Mardi Susiki Nugroho, S.T., M.T

Institusi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Alamat

Kampus ITS, Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60111

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi