• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Dengan Jamu Lancarkan Susu

Inovasi Pencegahan dan Terapi Mastitis pada Sapi Perah untuk Mendukung Swasembada Susu dan Keamanan Pangan melalui Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

Deskripsi Singkat


Pertambahan penduduk, perkembangan ekonomi, serta perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia telah mendorong peningkatan konsumsi protein hewani, ironisnya hal ini justru mendorong peningkatan impor beberapa komoditas pangan yang terkait dengan peternakan, antara lain susu dalam jumlah yang sangat besar (lebih dari 80%). Hal ini dapat memposisikan Indonesia pada kondisi rawan pangan akibat ketergantungan terhadap supply luar negeri dan dikhawatirkan Indonesia justru masuk dalam food trap negara-negara maju.

Permasalahan peternakan sapi perah dan industri susu di Indonesia tidak hanya pada rendahnya jumlah produksi saja, melainkan juga rendahnya kualitas susu. Kualitas susu ditentukan oleh kandungan zat gizi (kadar lemak, protein, laktosa) serta jumlah cemaran bakteri dalam susu. Penelitian yang telah dilakukan oleh grup kami menunjukkan bahwa jumlah cemaran bakteri dalam susu di beberapa Kabupaten/Kota sentra peternakan sapi perah di Jawa Tengah, baik susu dari peternak, tempat pengumpulan susu (TPS), maupun KUD semuanya berada diatas ambang batas yang disyaratkan oleh SNI (lebih dari 106 CFU/ml). Susu dengan kandungan bakteri yang melebihi batas SNI akan ditolak oleh KUD dan IPS sehingga menyebabkan kerugian disisi peternak. Oleh karena itu, cemaran bakteri dalam susu harus diminimalisasi agar susu yang dihasilkan dapat diserap seluruhnya oleh IPS.

Jumlah cemaran bakteri dalam susu dipengaruhi oleh kesehatan ternak dan manajemen peternakan. Mastitis adalah penyakit peradangan pada kelenjar ambing (mammary gland) yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme patogen melalui puting. Penyakit tersebut mempunyai dampak kerugian ekonomi yang besar sebagai akibat dari biaya pengobatan yang mahal dan pengafkiran ternak (culling) jika kelenjar ambing (mammary gland) tidak berfungsi lagi. Berdasarkan hasil evaluasi telah yang kami lakukan, semakin tinggi derajat peradangan pada kasus mastitis maka akan terjadi penurunan jumlah produksi susu dan kandungan gizi susu. Sampai saat ini, pengobatan penyakit mastitis pada ternak dilakukan dengan pemberian antibiotik spektrum luas (broad spectrum) melalui injeksi intra-mammary. Pemberian antibiotik  pada ternak dapat menimbulkan residu antibiotik di dalam susu. Jika susu tersebut dikonsumsi, maka akan terjadi resistensi antibiotik pada tubuh manusia dan memicu terjadinya kanker. Dalam SNI 3141-1-2011 tentang Susu Segar disebutkan bahwa susu harus negatif (tidak mengandung) dari semua golongan antibiotika. Tingginya temuan residu antibiotik dalam susu diduga disebabkan oleh tingginya jumlah ternak penderita mastitis

Grup penelitian kami telah membuktikan bahwa sumberdaya alam Indonesia memiliki bahan aktif yang berpotensi sebagai agen antibakteri, antiradang (anti-inflamasi) dan antioksidan, seperti : daun babadotan (Ageratum conyzoides), daun sirih (Piper betle), daun kersen (Muntingia calabura), kunyit (Curcuma domestica), daun papaya (Carica papaya L.), daun dadap serep (Erythrina subumbrans) dan daun binahong (Basella rubra). Selain itu, Indonesia juga kaya akan bahan alam yang dapat mendukung produksi susu seperti daun katuk (Sauropus androgynous), jinten hitam (Nigella sativa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan lengkuas merah (Alpinia purpurata).

Melalui penelitian dan uji coba lapangan yang kami lakukan, telah dihasilkan serangkaian produk dari bahan alam untuk mencegah dan mengobati penyakit mastitis pada sapi dan kambing perah yang efektif, aman dan ramah lingkungan. Produk yang telah dihasilkan yaitu :

1.    Antiseptik dan desinfektan multiguna AGERA-Mastic
Produk AGERA-Mastic, larutan antiseptik dengan bahan aktif ekstrak daun babadotan yang digunakan sebagai pencelup putting (teat dipping) sapi dan kambing perah pasca-pemerahan. Teat dipping setelah kegiatan pemerahan merupakan langkah pencegahan terhadap mastitis. Peternak pada umumnya menggunakan antiseptik sintetis sebagai pencelup puting. Padahal penggunaan antiseptik sintetis dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan rasa gatal dan iritasi pada puting. Selain itu, bahan kimia pada antiseptic sintetis dapat mencemari susu.
AGERA-Mastic terbukti memiliki kemampuan menurunkan jumlah bakteri patogen Staphylococcus aureus dan Coliform serta menurunkan jumlah sel radang dalam susu sapi dan susu kambing, serta berpotensi untuk pengobatan Mastitis Mikotik, yaitu penyakit mastitik yang disebabkan oleh kapang dan khamir. Berdasarkan hasil uji coba lapang, penggunaan AGERA-Mastic sebagai pencelup puting sapi dan kambing perah selama 6 hari mampu menurunkan jumlah cemaran bakteri dalam susu hingga 75% dan mampu menurunkan tingkat peradangan ambing hingga 50%, sehingga AGERA-Mastic dapat membantu peternak untuk meningkatkan kualitas susu dan kesehatan ternaknya. Selain diperuntukkan untuk ternak perah, kami mencoba mengembangkan fungsi dan manfaat AGERA-Mastic dengan melakukan uji lapang sebagai desinfektan kandang ayam broiler dan peralatan kandang (tempat pakan dan minum). Hasil menunjukkan bahwa AGERA-Mastic memiliki efektifitas yang sama dengan desinfektan sintetik sebagai antimikroba dan mampu mendukung efisiensi produksi. Metode pembuatan telah dipatenkan dengan Sertifikat Paten Sederhana No. IDS000001767, tanggal 26 Februari 2018. Antiseptik dan desinfektan herbal AGERA-Mastic merupakan salah satu exhibitor dalam RITECH Expo (Research, Innovation and Technology Expo) dalam rangka HAKTEKNAS (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) ke-22 tahun 2017 di Center Point of Indonesia Makasar dan telah dimuat di beberapa media masa. 
Produk AGERA-Mastic ini telah menginspirasi para peneliti muda di UNDIP untuk membuat antiseptik dari bahan herbal lainnya yaitu daun ubi jalar merah (Ipomea batatas) yang merupakan produk samping pertanian. Produk ini diberi nama IPO-Green dan mendapatkan penghargaan berupa medali perunggu pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 tahun 2018. IPO-Green telah didaftarkan untuk Paten Sederhana dengan nomor permohonan Paten SID201806638.

2.    Jamu Herbal Ternak HERBAMAST
Kesehatan dan daya tahan tubuh merupakan faktor penting dalam mendukung produktivitas ternak. Jika ternak sehat, maka diharapkan nafsu makannya baik serta dapat meminimalisasi penggunaan obat-obatan dan antibiotika. HERBAMAST adalah jamu herbal untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing, domba) yang dibuat dari 100% bahan alami, yaitu Piper betle, Sauropus androgynous, Alpinia purpurata K. Schum, Curcuma longa, Curcuma zanthorrhiza yang mempunyai efektifitas sebagai antibiotik alami, antiradang, antioksidan, meningkatkan nafsu makan dan mengatasi masalah pencernaan.
Indikasi HERBAMAST:

  • Membantu mempercepat penyembuhan penyakit mastitis (peradangan pada kelenjar mammary) pada sapi dan kambing perah.
  • Meningkatkan kesehatan secara umum sehingga pemakaian obat-obatan/antibiotik berkurang.
  • Membantu menjaga produksi susu dan kualitas susu ternak perah
  • Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
  • Meningkatkan nafsu makan dan membantu pencernakan


Berdasarkan uji coba lapangan penggunaan HERBAMAST pada sapi perah penderita mastitis subklinis diperoleh hasil bahwa tingkat peradangan pada ambing menurun, kadar antioksidan dalam susu meningkat dan tidak ada perubahan organoleptik susu maupun tingkat kesukaan terhadap susu. Pengujian organoleptik tingkat kesukaan susu dilakukan melalui uji hedonik dengan 41 orang panelis semi terlatih.

3.    Antibiotik herbal MASTI-HERB (intra-mammary suspension)
Sampai dengan saat ini, pengobatan mastitis pada ternak perah adalah dengan antibiotika. Penggunaan antibiotika dapat menyebabkan resistensi pada bakteri dan dapat menimbulkan residu antibiotika pada susu. Adanya residu antibiotik dalam susu menyebabkan resistensi antibiotik pada manusia dan memicu terjadinya kanker, sehingga residu antibiotika merupakan ancaman serius bagi keamanan pangan.  Jika di dalam susu yang dihasilkan peternak terdeteksi keberadaan residu antibiotika, maka susu akan ditolak oleh KUD dan industri pengolahan susu. Hal ini tentunya mengakibatkan kerugian yang besar bagi para peternak. Prevalensi penyakit mastitis (peradangan pada kelenjar mammary/ambing) yang cukup tinggi di Indonesia menyebabkan tingginya penggunaan antibiotika. MASTI-Herb adalah phyto-antibiotika yang diformulasikan dari berbagai bahan alami (herbal), diantaranya Piper betle, Erythrina subumbrans, Curcuma longa dan Bassela rubra yang efektif dalam mengatasi mikroorganisme penyebab mastitis dan sekaligus mengobati peradangan (antiradang). MASTI-Herb berasal dari bahan alami sehingga aman untuk ternak dan untuk manusia sebagai konsumen susu karena tidak menimbulkan resistensi dalam tubuh. Pengobatan mastitis menggunakan MASTI-Herb secara injeksi intra-mammary tidak mempengaruhi produksi susu, kandungan zat gizi susu, organoleptic dan tingkat kesukaan susu. Keunggulan MASTI-Herb dibandingkan antibiotika sintetik adalah pada penggunaan antibiotika sintetik, susu tidak boleh dikonsumsi sejak 6 hari setelah pengobatan terakhir, sedangkan pada penggunaan MASTI-Herb, susu boleh dikonsumsi setelah 2 hari sejak pengobatan terakhir. Susu yang dihasilkan selama pengobatan dengan MASTI-Herb tetap dapat digunakan, misalnya untuk dikonsumsi pedet karena MASTI-Herb terbuat dari bahan-bahan alami yang edible. Sampai dengan saat ini di Indonesia belum ada produsen obat hewan maupun lembaga penelitian yang membuat sediaan antibiotika herbal intra-mammary untuk mastitis sehingga MASTI-Herb sangat prospektif untuk dikembangkan dan dikomersialkan. HERBAMAST dan MASTI-Herb merupakan exhibitor dalam RITECH Expo (Research, Innovation and Technology Expo) dalam rangka HAKTEKNAS (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) ke-23  tahun 2018 di Pekanbaru. 

Ketiga produk yang kami hasilkan dari serangkaian penelitian dan uji coba lapangan ini diharapkan dapat menjadi temuan yang bernilai HKI dan bermanfaat bagi peternak untuk mengobati mastitis dan mendukung produksi susu, serta mendukung capaian Pemerintah dalam menjamin keamanan pangan dan mencapai kemandirian pangan di Indonesia. AGERA-MasticHERBAMAST dan MASTI-Herb diharapkan dapat menjadi alternatif pencegahan dan pengobatan untuk penyakit mastitis yang efektif dan aman untuk ternak dan manusia sebagai konsumen susu.

Herbal Medicine for Milk Production

 

Short Description


-


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

Keunggulan AGERA-Mastic :
1. Efektif dalam mencegah masuknya bakteri kedalam ambing mellaui puting, dibuktikan dari semakin menurunnya jumlah bakteri dalam susu seiring lamanya penggunaan AGERA-Mastic. Pada hari ke 6 pemakaian, junlah cemaran bakteri dalam susu turun hingga 75%. AGERA-Mastic memiliki efektifitas antibakteri yang sama dengan antiseptik sintetis povidone iodine pada uji lapang yang dilakukan pada sapi dan kambing perah. 
2. Efektif dalam menurunkan tingkat peradangan kelenjar ambing (mammary gland). Pemakaian dalam 6 hari berturut-turut mampu menurunkan tingkat peradangan ambing hingga 50% yang dideteksi melalui uji California Mastitis Test (CMT) dan analisis total sel radang dalam susu dengan Metode Breed
3. Aman bagi ternak karena tidak menimbulkan iritasi pada puting dan aman bagi manusia sebagai konsumen susu karena tidak  antibiotika
4. Ramah lingkungan karena memiliki bahan aktif berupa ekstrak daun babadotan yang dikenal sebagai gulma dan tidak dimanfaatkan oleh manusia

Keunggulan HERBAMAST :
1. HERBAMAST terbuat dari bahan alami sehingga tidak menimbulkan residu bahan kimia berbahaya pada produk ternak
2. Penggunaan HERBAMAST sebagai suplemen pakan telah terbukti efektif untuk membantu proses persembuhan dari penyakit mastitis, sehingga mampu meminimalisasi penggunaan obat-obatan dan antibiotika. 
3. Penggunaan HERBAMAST sebagai suplemen pakan mampu meningkatkan kandungan antioksidan dalam susu
4. Penggunaan HERBAMAMAST tidak memepengaruhi organoleptik susu dan tingkat kesukaan konsumen terhadap susu

Keunggulan MASTI-Herb
1. MASTI-Herb merupakan intra-mammary antibiotik herbal pertama di Indonesia
2. MASTI-Herb efektif dalam menurunkan tingkat peradangan pada ambing (mammary gland)
3. MASTI-Herb aman digunakan karena terbuat dari bahan alam yang edible serta tidak menyebabkan resistensi antibiotika pada manusia
4. Pada treatment menggunakan MASTI-Herb, susu dapat dikonsumsi setelah 2 hari dari pengobatan terakhir, sedangkan pada treatment menggunakan antibiotika sintetik susu  boleh dikonsumsi setelah 6 hari dari pengobatan terakhir karena masih mengandung residu antibiotika.


Potensi Aplikasi:

Pada sektor kesehatan hewan : Potensi aplikasi sangat besar, karena  prevalensi penyakit mastitis pada sapi perah di Indonesia mencapat 80%. Mastitis merupakan salah satu faktor penyebab tingginya cemaran bakteri dalam susu dan produksi susu yang tidak optimal.
Sampai dengan saat ini belum ada produsen farmasi  di Indonesia yang membuat sediaan antibiotika herbal intra-mammary untuk ternak perah.

Pada sektor kesehatan manusia : Potensi aplikasi memberikan jaminan bagi keamanan pangan asal susu, karena terhindar dari residu antibiotika dan bahan kimia yang membahayakan kesehatan konsumen

Pada sektor peternakan :

  1. Potensi aplikasi sangat besar karena dapat membantu peternak dan pelaku usaha peternakan sapi perah untuk mengatasi masalah utama pada kesehatan sapi perah yaitu penyakit mastitis.
  2. Aplikasi produk ini akan mendukung optimalisasi produktivitas sapi perah dan kualitas susu sehingga diharapkan tidak terjadi penolakan susu oleh KUD dan industri pengolahan susu.

Pada sektor industri dan pemerintah

  1. Aplikasi produk diharapkan membantu pelaku usaha pengolahan susu mendapatkan bahan baku susu yang berkualitas sehingga menghasilkan produk olahan yang berkualitas pula.
  2. Aplikasi produk diharapkan dapat membantu meningkatkan kuantitas dan kaulitas susu melalui peningkatan status kesehatan ternak, sehingga dapat menekan jumlah import susu dari luar negeri

Innovator:

Tim Inovasi

drh. Dian Wahyu Harjanti, PhD., drh. Fajar Wahyono, MP, dr. Rizke Ciptaningtyas M.Si.Med., Sp.MK., Dr. drh. Enny Tantini Setiatin., M.Sc.

Institusi

Universitas Diponegoro

Alamat

Fakultas Peternakan dan Pertanian, Kampus Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi