• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Awasi Tiroid Sejak Dini

Deteksi Dini Penyakit Tiroid Autoimun dengan Rapid Test Thyroid Peroxidase Kit

Deskripsi Singkat


Salah satu bentuk klinis Penyakit Tiroid Autoimun (PTAI) ialah Hashimoto’s Thyroiditis yang ditandai dengan gejala Hipotiroid. Berdasarkan data skrining populasi di USA dan Eropa, dilaporkan bahwa PTAI ditemukan pada 27% wanita dewasa dengan frekuensi meningkat pada usia diatas 50 tahun dan 7% terjadi pada laki-laki dewasa. Dari data populasi beberapa negara barat juga dilaporkan angka insidensi hipotiroid autoimun cukup tinggi pada wanita sekitar 350/100.000/tahun dan 80/100.000/tahun pada laki-laki, sedangkan insidensi hipertiroid autoimun pada wanita 80/100.000/tahun dan 8/100.000/tahun pada laki-laki. Data riset kesehatan dasar RI tahun 2013, menunjukkan bahwa kelainan tiroid (hipertiroid) masih menduduki posisi 5 besar penyakit tidak menular di Indonesia, dengan prevalensi sekitar 0,4-0,7% dan menetap mulai usia = 45 tahun. Namun, telah dilaporkan pula bahwa Hipotiorid bersifat asymtomatis, yaitu munculnya kondisi seperti orang normal.Kelainan tiroid yang terjadi pada wanita khususnya selama kehamilan akan menghasilkan luaran yang buruk terhadap ibu dan janin. Adanya autoantibodi tiroid dalam tubuh seorang wanita hamil jika tidak ditangani secara dini akan meningkatkan resiko keguguran dan kelahiran preterm, serta bermanifestasi terhadap kecacatan dan gangguan perkembangan otak janin yang dilahirkan. Kerentanan genetik dan faktor lingkungan seperti kekurangan asupan iodium selama kehamilan dapat menginisiasi respon autoimun terhadap antigen tiroid pada PTAI. Beberapa gen yang telah diidentifikasi rentan terhadap terjadinya AITD dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok, yaitu (i) gen spesifik tiroid seperti thyrotropin receptor (TSHR), thyroglobulin (TG), dan thyroid peroxidase (TPO); (ii) gen imunoregulator, yang terdiri dari gen human leucocyte antigen (HLA) dan gen non-HLA yang memodulasi respon imun seperti cytotoxic T lymphocyte antigen-4 (CTLA-4), CD40, CD25, dan FOXP3. Sebagian besar pasien thyroid autoimmune disease adalah positif dengan tingginya titer autoantibodi tiroid, terutama thyroid peroxidase (TPO). TPO adalah ezim yang bertanggung jawab dalam biosintesis hormon tiroid oleh glangdula tiroid. TPO mengkatalisis iodinasi dan coupling residu tyrosine dalam thyroglobulin yang akan menghasilkan sintesis T3 dan T4. Human TPO (hTPO) tersusun atas 933 asam amino, yang terdiri dari extracellular region (ectodomain) yang tersusun atas 848 asam amino, dan sisanya adalah asam amino transmembrane domain serta shortcytoplasmic region. Region dalam ectodomain TPO merupakan region dengan homologi sekuen yang tinggi dengan myeloperoxidase (MPO-likedomain), complement control protein (CCP-like domain), dan epidermal growth factor (EGF-like domain). Dengan adanya penanda tersebut, perlu dikembangkan alat deteksi dini untuk mengetahui kondisi Hipotiroid pada wanita hamil untuk menghindari adanya keguguran, kelahiran premature, berat badan lahir rendah, serta munculnya kondisi anak dengan intelejensia yang rendah. Hal ini sejalan dengan cita-cita dan tujuan pengembangan global dunia yang terangkum dalam program Suistanable Development Goals (SDGs) diantaranya adalah menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk masyarakat di semua umur. Selain itu juga untuk mewujudkan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yaitu menciptakan kehidupan bangsa yang berkualitas. Inovasi ini diaplikasikan dalam bentuk kit deteksi berbasis Immunochromatography Technique (ICT) yang mudah diaplikasikan hingga layanan fasilitas kesehatan tingkat 1 (misal: PUSKESMAS).

Caring Your Thyroid Early

 

Short Description


-


Perspektif

-


Keunggulan Inovasi:

Pemeriksaan kondisi Hipotiroid selama ini dilakukan melalui pengujian kadar hormone tiroid yaitu Triiodotironin (T3), Tiroksin (T4), serta Thyroid Stimulating Hormone (TSH), dimana pengujian tersebut hanya dapat dilakukan di laboratorium dengan standar khusus dan dilakukan oleh tenaga yang memiliki kemampuan dan pengalaman. Hasil dari pengujian tersebut, diiringi dengan manifestasi klinik yang semakin parah pada penderita hipotiroid. Selain itu, pengujian tersebut membutuhkan biaya yang relatif mahal karena kit yang digunakan merupakan produk impor. Dalam penelitian ini dikembangkan pengujian berbasis autoantibodi yang dihasilkan oleh penderita hipotiroid pada fase awal terjadinya progressifitas penyakit, sehingga dapat digunakan sebagai langkah deteksi dini. Pengembangan deteksi ini juga dilakukan berbasis immune chromatography, yang dapat diaplikasikan dengan mudah oleh masyarakat karena menggunakan peralatan yang sederhana dalam pengujiannya, serta dengan meningkatkan produk karya anak bangsa dapat mengurangi ketergantungan impor serta menekan biaya sehingga dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.


Potensi Aplikasi:

potensi aplikasi dari inovasi ini cukup besar, dengan adanya fasilitas produksi yang dimiliki untuk dapat menghasilkan kit yang dibutuhkan oleh masyarakat, serta kemudahan dalam penggunaan kit ini di masyarakat. Hal ini didukung pula dengan rendahnya biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat untuk dapat melakukan pemeriksaan menggunakan rapid test berbasis TPO ini, jika dibandingkan dengan produk impor yang selama ini sudah tersedia di pasaran


Innovator:

Tim Inovasi

Prof. Dr. Aulanni'amm drh., DES, Prof. dr. Djoko Wahono Soeatmadji, Sp. PD-KEMD (K), Dr. Agung Pramana W. Marhendra, M.Si, Dyah Kinasih Wuragil, S.Si., MP., M.Sc

Institusi

Universitas Brawijaya

Alamat

Jl. Veteran, Malang, Jawa Timur

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi