• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Anti DBD dari Belantara

Kamandrah (Croton tiglium L.) sebagai Larvasida Hayati Pencegah Demam Berdarah Dengue

Deskripsi Singkat


Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah pandemi di Asia Tenggara. Sayangnya obat atau vaksin pencegah DBD masih belum ditemukan sampal saat ini. Upaya menanggulangi DBD adalah dengan mengendalikan vektor (nyamuk) pada stadium larva (jentik) dengan menggunakan larvasida / insektida kimiawi abate.

Formula larvasida hayati pun dikembangkan dari minyak biji Kamandrah (Croton iglium L.) yang tumbuh liar di Kalimantan. Proses pengepresan hidraulik pada biji dengan tingkat kemasakan fisiologis yang tepat, menghasilkan rendemen minyak Kamandrah yang tinggi dengan potensi sebagal larvasida jentik nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus penyebab DBD, lebih efektif dibandingkan abate dalam mencegah proses oviposisi dan tentunya aman dipakai.

Anti DHF from the Jungle

 

Short Description



Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a pandemic in South East Asia with no medications nor vaccines yet available. Currently, chemical larvicide abate is used to eradicate DHF vector yet could be disadvantageous from environmental aspect.

A herb-based larvicide is developed from Kamandrah seeds oil (Croton tiglium L.), a wild plant native of Borneo. Kamandrah oil is more potent than abate in anti-oviposition process, and environmentally safer.


Perspektif

Kerusakan ekosistem adalah awal mula penyebaran penyakit pandemi di dunia ini. Pengendalian hewan pembawanya (vektor) menggunakan bahan alami yang lebih aman untuk ekosistem sangat dibutuhkan dunia.

Keunggulan Inovasi:

  • Terbuat dan bahan alami sehingga Iebih aman bagi manusia dan lingkungan.
  • Proses pembuatan relatif sederhana, bisa dilakukan secara swadaya.
  • Tidak menimbulkan efek samping lain baik bagi manusia maupun hewan peliharaan.
  • Meningkatkan nilai guna dan nilai tambah tanaman.


Potensi Aplikasi:

Dapat dimanfaatkan oleh industri farmasi dan pestisida, maupun untuk menunjang program Kementerian Kesehatan dalam memerangi wabah DBD secara swadaya.


Innovator:

Tim Inovasi

Dr. Dyah Iswantini Pradono, M. Agr; Dr. Ir. Rosihan Rosman, MS; Dr. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS; Dr. Mm Rahminiwati; Ir. Agus Sudiman T., MS

Institusi

Institut Pertanian Bogor

Alamat

Kantor Direktorat Riset dan Kajian Strategis PB Ged. Rektorat PB Lt. 5 Kampus PB Darmaga

Status Paten

Dalam Proses Pengajuan

Kesiapan Inovasi

** Siap Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

** Luas

Peringkat Inovasi

** Sangat Prospektif


File

Gambar 2


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi