• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

UPDATE: SELEKSI 102 INOVASI INDONESIA PALING PROSPEKTIF – 2010 (2)




Inovator Indonesia yang bersemangat !

Penghargaan dan terimakasih kami atas respons dan partisipasi Anda yang demikian antusias dalam mengikuti seleksi102 Inovasi Indonesia. Sebagaimana Anda dapat ikuti di halaman utama website BIC, pada 17 Juni 2010 kami “terpaksa” meluluskan

239 proposal “terseleksi” dari target kami semula memilih hanya 200 proposal terseleksi. Ini dikarenakan demikian banyaknya pengajuan karya inovasi, yang kami nilai prospektif dan berpotensi dikembangkan.

Hal ini tentu saja akan membuat para juri kita bekerja lebih keras, namun juga lebih mudah, karena demikian banyak karya inovasi yang bisa mereka pilih. Sebagai perbandingan, pada seleksi 100 dan 101 Inovasi Indonesia yang lalu, BIC hanya meluluskan masing-masing 200 dan 165 proposal terseleksi untuk dinilai oleh para juri.

Kami juga gembira menyampaikan bahwa jumlah (team) inovator yang mendaftarkan proposal mereka per hari ini telah 1,284 users, dan jumlah proposal yang terdaftar di database inovasi BIC telah menembus angka 1,530 proposal.  Semoga statistik dan angka-angka di atas semakin memotivasi kita semua untuk terus bergiat melakukan inovasi, dan menjadi “kado” untuk menyambut lahirnya “Komite Inovasi Nasional”.

Salam inovasi !


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

Menjajagi Pengembangan STP Masa Depan di BBIA

Pada peringatan 100 tahun Balai Besar Industri Agro (BBIA), 5 September 2019 lalu, Kepala BPPI Kemen

“Virtual” e-Incubator BIC (under-development)

Peserta pemilihan “111 Inovasi Indonesia-2019” pada tahun ini adalah pioneer yang memanf

Technology Transfer Office (TTO) Kunci Utama Agar Riset Indonesia Tak Hanya Masuk kotak

Pada tanggal 15 Agustus 2019, Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, Wakil Direktur Medical Educat

-

-

Technology Transfer Office (TTO) Kunci Utama Agar Riset Indonesia Tak Hanya Masuk kotak

Pada tanggal 15 Agustus 2019, Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, Wakil Direktur Medical Educat