• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Setelah BIC Forum 2012




Pada hari Rabu, tanggal Desember 2012, bertempat di Gedung Graha Widya Bhakti, PUSPIPTEK, Serpong, BIC didukung oleh RISTEK, PUSPIPTEK, HALDIN dan MCI Management mengadakan acara BIC Forum 2012 dengan tema “ Inovasi Sektor Hulu / Upstream Innovation”. Acara ini berfokus pada pembahasan pentingnya inovasi di sektor hulu untuk meningkatkan Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi Indonesia di kancah global.

Melalui Forum ini dihasilkan rekomendasi-rekomendasi yang didasarkan pada kenyataan di lapangan dari pihak Akademisi (A) – Bisnis (B) – Pemerintah (G) yang melihat betapa pentingnya kemajuan di sektor hulu untuk meningkatkan kemampuan daya saing Indonesia. Rekomendasi-rekomendasi ini pada akhirnya akan disampaikan kepada pihak-pihak pemerintah dan lainnya untuk dijadikan sebagai bahan acuan dalam pembuatan kebijakan, strategi bisnis atau pun arah masa depan penelitian. Selain itu, forum ini dijadikan juga sebagai tempat bagi A-B-G untuk saling berinteraksi dan berjejaring.

Acara BIC Forum kali ini dibuka oleh Deputi Menteri Riset dan Tekhnologi untuk bidang pendayagunaan IPTEK, Dr. Ir. Idwan Suhardi. Dalam kesempatan ini dalam pidatonya, Menristek diwakili oleh Dr. Idwan Suhardi, menyampaikan pentingnya kerjasama antara Akademisi (A) – Bisnis (B) – Pemerintah (G) terutama di sektor hulu di berbagai bidang, karena sektor ini sangat memiliki peranan vital terhadap kemampuan bersaing Indonesia di kancah global.

Selain itu, pada kesempatan kali ini berbicara juga Prof. Dr. Ir. Muhammad Zuhal MSc. EE. di depan para peserta BIC Forum selaku ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) yang membahas tentang kondisi dunia inovasi di Indonesia saat ini. Juga hadir juga wakil ketua umum KADIN untuk bidang IT, Telekomunikasi, Penyiaran dan RISTEK, Bapak Didi Suwondo sebagai keynote speaker yang membahas tentang peranan KADIN di bidang inovasi. Acara pembukaan ini ditutup dengan sambutan dari Ir. Kristanto Santosa M.Sc selaku direktur eksekutif BIC.

BIC Forum kali dihadiri oleh lebih dari 190 peserta yang merupakan perwakilan-perwakilan dari berbagai bidang yang berhubungan dengan dunia Inovasi yang merupakan 75 orang dari dunia akademisi, 95 orang dari dunia bisnis, dan 30 orang yang perwakilan dari pemerintah. Pada kesempatan kali ini ada 5 sektor hulu yang dibahas dan masing-masing menampilkan 3 inovasi yang memiliki prospek masa depan yang sangat baik untuk dikembangkan.

Pada sektor Pertanian, dibahas mengenai pentingnya inovasi di bidang pembibitan dan pembiakan sapi untuk mendukung industri hilir di bidang pertanian. Untuk hal ini tampil sebagai pembicara adalah Dr. Syachruddin dari BIOTEK LIPI sebagai ahli sel dan kultur jaringan serta Ir. Karnadi Winaga dari PT. Karya Anugerah Rumpin (PT. KAR) sebagai pebisnis di bidang peternakan sapi yang telah menerapkan teknologi pembibitan sapi unggul bekerja sama dengan BIOTEK LIPI. Di bagian kehutanan, tampil sebagai pemrasaran Dr. Maman Turjaman dari LITBANG KEHUTANAN yang membahas tentang teknologi inokulasi gaharu dan prospek bisnis gaharu di masa depan yang menjanjikan. Selain itu pada kesempatan kali ini berbicara juga Dr. Suhendar I. Sachoemar dari BPPT mengenai teknologi budidaya ikan nila dan prospek industri budidaya ikan nila salin di masa depan.

Di sektor Pertambangan dan Kimia Dasar tampil sebagai pembicara adalah Bapak Arsam Sunaryanto seorang praktisi di bidang pertambangan yang memiliki berbagai inovasi di bidang pengolahan mineral hasil tambang. Pada kesempatan ini beliau membahas tentang kondisi dan potensi pengolahan tambang oleh rakyat. Selain itu hadir juga sebagai pemrasaran Trisna Sumara dari TEKMIRA yang membahas juga mengenai pentingnya peranan pertambangan rakyat melaui implementasi teknologi-teknologi pengolahan mineral yang telah ada kepada mereka. Dari LIPI hadir sebagai pembicara Dr. Nurul Taufiqu Rahman yang membahas tentang potensi inovasi di sektor hulu melalui penggunaan teknologi nano.

Di sektor Industri Makanan dan Minuman, tampil sebagai pembicara adalah Dr. Zubaidah Irawati yang membahas teknologi iradiasi untuk industri makanan dan minuman guna meningkatkan mutu produk. Selain itu juga, perwakilan dari PT. Haldin yaitu Ibu Lusia Sesanto memaparkan teknologi ekstraksi untuk keunggulan daya saing nasional dan juga hambatan-hambatan apa saja yang sering dihadapi di dunia industri secara nyata, terutama: masalah ketersediaan bahan baku. Sebagai pembicara terakhir, Bapak Unggul Abinowo dari PT. SPAT (Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu) memaparkan mengenai Telo sebagai bahan makanan yang berprospek global dan dia menjelaskan juga bagaimana sulitnya bermain di pasar Indonesia, terutama bagi “pemain” kecil. Dari ketiga pembicara ini, dapat disimpulkan kalau pemerintah, litbang, dan bisnis perlu bekerjasama untuk memajukan industri makanan dan minuman di Indonesia karena ini masih sangat memungkinkan dan mempunyai potensi yang sangat tinggi.

Di sektor Energi Baru dan Terbarukan, pemrasaran disampaikan oleh Bapak Dr. Adiarso yang menyampaikan tentang “Prospek, Tantangan, dan Strategi Industrialisasi Bio-Diesel Indonesia”. Tema ini mengupas banyak tentang keunggulan keunggulan pemakaian Biofuel dan kesulitan kesulitan pemerintah untuk mewujudkan penggunaan bahan bakar nabati ini. Selanjutnya pemrasaran kedua disampaikan oleh Bapak Dr. Bambang Prihandoko yang menyampaikan materi berjudul “Membangun Jaringan Industri Baterai Lithium di Indonesia”. Presentasi ini mencangkup proses pembuatan battery lithium dan keunggulan keunggulan battery lithium, dan juga usul usul kebijakan pemerintah yang bisa mensupport industri Battery lithium di Indonesia. Sebagai acara pemrasaran yang terakhir adalah dari Bapak Ir. Agus Iswanto, M.Sc. yang membawakan presentasi dengan Thema “Prospek Industri Cell Fotovoltaik di Indonesia”. Disitu dipaparkan keunggulan keunggulan pemanfaat sinar Matahari yang bisa diubah menjadi sumber energi baru, dan kendala kendala yang ada sampai saat ini untuk membuat industri pembangkit listrik tenaga surya untuk kapasitas nasional, dikarenakan sumber daya alam Indonesia yang melimpah akan sinar matahari.

Pada bidang Kesehatan dan Obat-Obatan hadir sebegai pembicara adalah Prof. Dr. Linawati Hardjito dari IPB yang mebahas tentang potensi pengembangan rumput laut di Indonesia dan potensinya sebagai gelatin yang 100% halal pengganti gelatin dari hewan. Di sektor ini juga hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Sidiq dari UNPAD yang membahas tentang potensi obat herbal sebagai obat tradisional Indonesia. Melengkapi forum di sektor ini, tampil juga sebagai pemrasaran Bapak M. Syamsul Arifin dari GP Farmasi yang menjelaskan tentang permasalahan dalam pengembangan industri bahan baku obat nasional.
Selanjutnya setelah sesi presentasi dari masing-masing inovator atau pakar di sektor-sektor yang disebutkan di atas, acara BIC Forum diisi dengan diskusi yang melibatkan pandangan-pandangan dari pihak akademisi, bisnis dan pemerintah yang pada akhirnya menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk pihak-pihak yang berpekentingan dalam mendongkrak kemajuan inovasi di sektor hulu.

Pada bagian akhir, acara BIC Forum kali ini diisi dengan penyampaian rekomendasi dari hasil masing-masing sektor di depan umum dan ditutup oleh Bapak Kristanto Santosa yang menyampaikan rangkuman secara umum dari hasil BIC Forum ini.


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

“Virtual” e-Incubator BIC (under-development)

Peserta pemilihan “111 Inovasi Indonesia-2019” pada tahun ini adalah pioneer yang memanf

Technology Transfer Office (TTO) Kunci Utama Agar Riset Indonesia Tak Hanya Masuk kotak

Pada tanggal 15 Agustus 2019, Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, Wakil Direktur Medical Educat

-

-

Technology Transfer Office (TTO) Kunci Utama Agar Riset Indonesia Tak Hanya Masuk kotak

Pada tanggal 15 Agustus 2019, Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, Wakil Direktur Medical Educat

The Challengers @e-Incubator BIC batch-III DIMULAI (Agustus & September - 2019)

Peserta pemilihan “111 Inovasi Indonesia-2019” tahun ini akan menjadi para pioneer yang