• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

SOSIALISASI "109 INOVASI INDONESIA - 2017" DI UNIVERSITAS INDONESIA




Indonesian Food Innovation Center (IFIC) dengan dukungan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, memulai kegiatan perdananya dengan menyelenggarakan“Seminar Strategi dan Inovasi Sektor Pangan: Menjawab Tantangan Era Industri 4.0. ”(Food Innovation Initiatives: Facing the Industry 4.0. Challenges). Seminar dikuti oleh sekitar 100 undangan, dibuka dengan pengarahan Menteri Perindustrian RI; dan mengetengahkan strategi garis besar Pemerintah untuk mendukung inovasi industri, yang dibawakan oleh Dr. Ngakan T. Antara, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Kementerian Perindustrian, dan dilanjutkan dengan paparan oleh Dr. Roy Sparingga tentang strategi dan peran yang ingin dibawakan oleh IFIC.

Selanjutnya seminar menampilkan wakil pelaku bisnis pangan, yang dibawakan oleh ibu Yunawati Gandasasmita, Head of Innovation Development Center Kalbe, dengan menunjukkan berbagai prospek bisnis pangan yang belum digali di Indonesia, dan ternyata selaras dengan strategi yang digariskan dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Indonesia (RIPIN) Kementerian Perindustrian. Pada makalah penutup, bapak Archie Slamet dari CSIRO Indonesia mengetengahkan potensi merealisasikan ketahanan pangan di Indonesia melalui upaya memerangi wastage (kemubaziran) yang terjadi di sepanjang rantai pasok industri pangan dari hulu sampai ke hilir. Kemubaziran dalam hal ini digolongkan menjadi dua bagian besar, yaitu “losses” akibat kerusakan bahan pangan sejak dipanen sampai pengolahannya, dan “waste” karena bahan pangan siap saji yang terbuang sia-sia dalam proses konsumsinya. Statistik memperkirakan 32% bahan pangan di dunia menjadi mubazir. Jumlah ini lebih dari cukup untuk menanggulangi kelaparan/kekurangan pangan di seluruh muka bumi, termasuk menghapuskan soal ketahanan pangan secara global. 

Diskusi yang dipandu oleh Kristanto Santosa dari BIC, menyimpulkan besarnya potensi membangun sektor industry pangan Indonesia melalui inovasi; seandainya bisa terjadi kolaborasi, sinergi dan keselarasan strategi antara pelaku bisnis, ilmuwan dan kebijakan pemerintah. Untuk itu, IFIC bisa berperan menjadi fasilitator dan intermediatornya.

Bagi yang berminat untuk memperoleh materi seminar, seluruh makalah silahkan klik di sini


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

Alumni Gathering CIM & Kick-off BID 4.0

Indonesia adalah mitra prioritas dari kerjasama internasional pemerintah Jerman. Kerjasama teknis de

Pengembangan Investasi Industri ICT di Indonesia

Pada 08 Juli 2019,diadakan pertemuan pendahuluan antara BKPM dengan beberapa narasumber, membahas te

Menggerakkan Indonesia Food Innovation Center (IFIC)

Setelah melalui proses yang panjang sejak digagasnya 3 tahun yang lalu, dan dilanjutkan dengan pembe

MENYAMBUT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1440 H

Di penghujung bulan suci ramadhan 1 Syawal 1440 H,  BIC mengadakan acara buka puasa bersama par

Sinergi A-B-G: Membangun Model Techno-Center di Indonesia

Setelah melalui serangkaian pertemuan akhir-pekan, pada 21 Mei 2019 dilaksanakan pertemuan pendahulu