• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Inovator Dr. Warsito P. Taruno, Inovator ECTV Tampil di WTA - Daejeon Hi-Tech Korea




Sebagai salah seorang “award winning innovators" dari NIC-TGIF (National Innovation Competition - Tangerang Selatan Global Innovation Forum) 2016, Dr. Warsito P. Taruno mendapat undangan khusus dari panitia Hi-Tech Fair & Conference 2016, Daejeon di Korea; untuk mempresentasikan karyanya di arena Expo dan Conference, pada tanggal 28 – 29 November 2016.

ECTV (Electrical Capacitance Volume Tomography) adalah suatu teknologi yang semula dikembangkan di Amerika oleh Prof. Liang Shieh Fan, dan kemudian dilanjutkan oleh Dr. Warsito di CTECH Lab nya di Indonesia, khususnya untuk aplikasi medis.

Salah satu arah pengembangan teknologi ECTV yang berpotensi adalah pemakaiannya untuk melakukan “scanning” atau pendeteksian dini adanya kanker payudara. Teknologi ini selain terbukti jauh lebih aman dibandingkan dengan alat diagnostic yang saat ini umum dipakai yaitu “mammography”. Selain itu ECTV juga hemat energy, investasinya murah, dan “portable”. Keunggulan ini tentunya relevan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di negara-negara berkembang seperti Indonesia; khususnya dalam upaya pendeteksian kanker payudara secara dini. Dengan demikian harapan sembuh dan harapan hidup penderita kanker payudara dapat terus diperbaiki.  Kanker payudara masih merupakan salah satu penyakit pembunuh terbesar di Indonesia. Di seluruh dunia, setiap tahun kanker payudara menjadi penyebab kematian lebih dari 500,000 orang.

Fitur unggul dari teknologi ECTV untuk aplikasi pendeteksian kanker adalah karena citra yang diperoleh dari ECTV mampu membedakan antara kanker yang ganas (malignant) dengan yang jinak (benign), didasarkan pada demarkasi nilai dari “maximum normalized permittivity value” yang terkait dengan perbedaan CEAI (cell electrical activity index) atau index keganasan sel.  ECTV lebih peka dalam mendeteksi tumor ganas dibanding yang jinak, karena tumor ganas memiliki nilai CEAI yang lebih tinggi. (KS/06122016)


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

Sinergi A-B-G: Membangun Model Techno-Center di Indonesia

Setelah melalui serangkaian pertemuan akhir-pekan, pada 21 Mei 2019 dilaksanakan pertemuan pendahulu

Indonesia Innovation Award - 2019

Setiap organisasi bisnis dan organisasi pemerintah harus bisa melakukan adaptasi terhadap perkembang

Universitas Indonesia Memaknai “Open Innovation”

Dalam era “wacana” Open Innovation, Universitas Indonesia (UI) sepertinya ingin menunjuk

INFO: Serangan Cyber ke Web BIC

Setelah berkiprah tanpa gangguan yang berarti selama lebih dari 11 tahun, pada hari Jum’at 12

“100+ Inovasi Indonesia” Menuju Layanan E-Incubator BIC

BIC tengah mengembangkan sistem inkubator bisnis baru yang diharapkan akan dapat  secara efisie