• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

AKHIRNYA ...... "109 INOVASI INDONESIA - 2017" LAHIR




Setelah melalui beberapa kali acara "wayangan" , akhirnya "109 Inovasi Indonesia - 2017" serial tahunan ke sepuluh dari buku "100+ Inovasi Indonesia" lahir pada waktunya, yaitu pada penghujung tahun 2017.  Terbitan pada tahun ini merupakan perjuangan tersendiri, karena "109 Inovasi Indonesia - 2017"  sebagai terbitan satu dasawarsa BIC, sarat dengan berbagai beban dan pesan; sebelum terbitan ini bertransformasi menuju terbitan digital di masa mendatang. 
 
Selain mengucapkan terimakasih kepada para inovator, para juri, para pembawa pengantar buku maupun berbagai wacana inovasi Indonesia, juga kepada para pendukung dan sponsor penerbitan; tak lupa BIC menyampaikan penghargaan pada tim penerbitan buku yang bekerja di belakang layar; baik untuk menyiapkan acara "wayangan" berkali-kali, mengelola database artwork, copywriting"Googling"; beserta seluruh kebutuhan coffee breaks, snack pagi, makan siang, dan juga makan "malam-malam"; menelpon sana-sini, maupun berurusan dengan kegiatan percetakan dan penjilidan.  Terbitnya "109 Inovasi Indonesia-2017" terasa sebagai penawar lelah dan stress selama menantikan kelahirannya.  
 
Salam Inovasi !


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

“Virtual” e-Incubator BIC (under-development)

Peserta pemilihan “111 Inovasi Indonesia-2019” pada tahun ini adalah pioneer yang memanf

Technology Transfer Office (TTO) Kunci Utama Agar Riset Indonesia Tak Hanya Masuk kotak

Pada tanggal 15 Agustus 2019, Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, Wakil Direktur Medical Educat

-

-

Technology Transfer Office (TTO) Kunci Utama Agar Riset Indonesia Tak Hanya Masuk kotak

Pada tanggal 15 Agustus 2019, Prof. DR. Dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, Wakil Direktur Medical Educat

The Challengers @e-Incubator BIC batch-III DIMULAI (Agustus & September - 2019)

Peserta pemilihan “111 Inovasi Indonesia-2019” tahun ini akan menjadi para pioneer yang