Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

PanganEnergiTransportTIKHanKamSehat ObatMaterial MajuLainnya

AddThis Social Bookmark Button

Konferensi "Inovasi bagi Masyarakat Miskin di Asia Tenggara"

Inovasi bagi Masyarakat Miskin di Asia Tenggara

Konferensi Inovasi Bagi Masyarakat Miskin di Asia TenggaraJakarta, 3 Maret 2010
Dewan Riset Nasional (DRN) bekerjasama dengan IBoP Asia Project menyelenggarakan konferensi inovasi dan sains teknologi untuk pengentasan kemiskinan di Asia Tenggara khususnya di Indonesia.

Konferensi ini mengetengahkan suatu tujuan untuk mengetahui dan memahami bahwa inovasi tidak hanya terbatas pada penciptaan produk dan jasa bernilai tinggi tetapi inovasi juga dapat menjadi solusi dan model bisnis baru bagi masyarakat yang tidak mampu dan berada di bawah garis kemiskinan bisa berkembang dan menjadi maju.

Salah satu contoh nyata yang dipromosikan oleh peraih Nobel, Dr. Mohammad Yunus adalah Grameen Bank, Banglades dimana para ibu rumah tangga miskin tidak layak kredit ternyata bisa menjadi nasabah Grameen Bank yang menguntungkan dengan tingkat resiko kredit ternyata lebih rendah bila dibandingkan dengan nasabah bank komersial pada umumnya. Sebenarnya fenomena masyarakat kelas bawah sebagai potensial ekonomi juga sudah terbukti pada bisnis bank pasar atau bank perkreditan rakyat (BPR) di Indonesia.

Dr. Allan Hammond, sebagai pembicara utama menekankan perlunya merubah pola pikir kita selama ini, bahwa masyarakat miskin hanyalah sebagai beban dan selalu perlu dibantu oleh si kaya atau menjadi tanggung jawab dinas sosial pemerintahan. Dengan peran serta sektor swasta (komersial), kemungkinan besar kemiskinan bisa ditentaskan bahkan lebih efektif jika dibandingkan dengan bantuan sosial pemerintah yang umumnya hanya membantu mereka untuk tetap hidup sehingga menyebabkan masyarakat miskin tidak bisa memperbaiki nasib mereka dan menyebabkan mereka terjebak pada keterbatasan pola pikir dan tidak berkembang.

Namun kenyataanya kebanyakan di negara berkembang prakarsa kewirausahaan sektor swasta untuk membantu pengentasan kemiskinan tidak ditunjang oleh kebijakan pemerintah yang sesuai, sehingga sektor swasta membatasi diri pada “business as usual” atau bisnis normal dan monoton. Seandainya prakarsa inovasi swasta (komersial) bisa dibangkitkan untuk turut serta dalam upaya pengentasan kemiskinan “yang menguntungkan”, para pebisnis pasti mampu melakukannya lebih cepat, lebih banyak dan lebih efisien bila dibandingkan dengan hanya mengandalkan program-program (sosial) pemerintah yang paling sukses sekalipun.

Sudah saatnya bagi kita untuk menimbang ulang paradigma “dua dunia” kita selama ini: sosial dan komersial. Ternyata kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) tidak hanya mungkin, tetapi juga berpotensi besar,  dan bisa sangat “menguntungkan”. (bic)

Like Us!

Recommend Us!

Hubungi Kami

I-STP Puspiptek, Bld. #124-TMC2,
Serpong, Tangerang, Indonesia 15314

 

+6221
  • Telepon:
    Hi-BIC-JKT
    44-242-558
    756 016 3-4
  • Fax:
    Hi-BIC-INA
    44-242-462
    756 016 5

Senin - Jum'at; pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama Utama Business Innovation Center Kegiatan BIC Konferensi "Inovasi bagi Masyarakat Miskin di Asia Tenggara"