• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Menuju Kualitas Kakao Kelas Dunia

INOKULUM FERMENTASI KAKAO

Deskripsi Singkat


Indonesia sebagai salah satu negera penghasil biji kakao terbesar dunia, namun kualitas biji kakao Indonesia masih rendah dan dihargai hanya sebagai kakao asalan (bulk cocoa). Faktor utama rendahnya kualitas biji kakao Indonesia adalah karena tidak dilakukan fermentasi, yang sangat di tentukan oleh mikrorganisme (inokulum) yang bekerja selama proses fermentasi. 

Inovasi ini berhasil mengembangkan dan memformulasikannya inokulum untuk fermentasi biji kakao yang sekaligus dapat mempercepat proses fermentasi, menyeragamkan hasil fermentasi, mengurangi jumlah slaty bean, meningkatkan precursor aroma kakao khususnya asam amino, dan mengurangi degradasi senyawa polifenol (antioksidan).
Hasil uji lapangan di berbagai sentra produksi kakao di Indonesia menunjukkan biji kakao yang dihasilkan telah memenuhi standar SNI 2323:2008 tentang kualitas biji kakao, dan dari hasil uji cita rasa kakao memperoleh nilai "excellent".

Towards World-Class Cocoa Quality

 

Short Description


Indonesia is one of the world's largest cocoa bean producing countries, however, the quality of Indonesian cocoa beans is low and is valued only as bulk cocoa. The main factor for the low quality of Indonesian cocoa beans is not fermented. This innovation succeeded in developing and formulating an inoculum for cocoa bean fermentation process which simultaneously accelerated the fermentation process, homogenized the fermentation results, reduced the number of slaty beans, increased cocoa flavor precursors, and reduced the degradation of antioxidants in the form of polyphenolic compounds. The field test results in various cocoa production centers in Indonesia show that the cocoa beans produced have met the Indonesian Quality Standards for Cocoa Beans, SNI 2323:2008; and obtained  "excellent" mark during the cocoa taste test.

Perspektif

Pada akhirnya, nilai inovasi diukur dari berapa besar nilai tambah yang diciptakan, dan berapa besar dampaknya bagi masyarakat; bukan dari kecanggihan teknologi yang digunakan, apalagi dari berapa anggaran riset yang dihabiskan.      

Keunggulan Inovasi:

  • Dapat mempercepat proses fermentasi dari 6 hari menjadi 4 hari. 
  • Dapat menyeragamkan hasil fermentasi, dan mengurangi slaty bean (biji yang tidak terfermentasi sempurna) sampai 40%.
  • Meningkatkan pembentukan precursor aroma coklat khususnya asam amino.
  • Mengurangi degradasi antioksidan kakao, yang berperan bagi kesehatan.
  • Proses yang dikembangkan biayanya terjangkau, praktis dan mudah diterapkan.
  • Dapat menciptakan rantai usaha baru dalam pengolahan kakao di Indonesia.

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini dapat diaplikasikan langsung oleh petani / pengolah kakao untuk meningkatkan kualitas biji kakao Indonesia, dan sekaligus menciptakan rantai usaha baru dalam proses pengolahan kakao di Indonesia. Inovasi ini juga dapat ditawarkan kepada perusahaan yang bergerak dalam bidang fermentasi dan pengolahan biji kakao dengan skema lisensi teknologi; atau menjadi modal teknologi untuk pembentukan perusahaan pemula berbasis teknologi pembuat inokulum fermentasi kakao yang dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah produsen kakao di Sulawesi, Sumatra, Papua maupun daerah-daerah lainnya.

Innovator:

Tim Inovasi

Dr. rer. nat. Fahrurrozi, M.Si Dr. Puspita Lisdiyanti, M.Agr.Chem Dr. Eng. Ario Betha Juanssilfero, M.Sc Urip Perwitasari, M.Si

Institusi

Pusat Penelitian Bioteknologi, BRIN

Alamat

Jl. Raya Jakarta-Bogor KM 46, Cibinong, Kab.Bogor, Jawa Barat 16911.

Status Paten

Telah Terdaftar

Kesiapan Inovasi

*** Telah Dikomersialkan

Kerjasama bisnis

*** Terbuka

Peringkat Inovasi

*** Paling Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi