• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Dua Temu Bertemu Melawan Kanker

CAMPURAN MINYAK ATSIRI TEMU HITAM, TEMULAWAK, DAN SEREH WANGI SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA

Deskripsi Singkat


Invensi ini berhubungan dengan proses pencampuran minyak atsiri dari Temu Hitam (Curcuma aeruginosa), Temulawak  (Curcuma zanthorrhiza), dan Sereh Wangi (Cymbopogon nardus). Metoda yang digunakan adalah destilasi uap pada suhu dan waktu optimum. Hasilnya, terdapat tujuh kombinasi campuran minyak atsiri, meliputi 3 minyak atsiri tunggal dari masing-masing sampel tanaman, 3 kombinasi campuran dua tanaman sampel, dan 1 kombinasi minyak atsiri dari ketiga tanaman sampel. Campuran minyak atsiri yang memiliki efektifitas terbaik sebagai antikanker payudara, berdasarkan nilai IC50 terhadap sel kanker MCF-7, adalah campuran temu hitam dan sereh wangi. Ketiga minyak atsiri tunggal dalam pengujian ini ternyata tidak cukup efektif sebagai sediaan antikanker.

 

Two Gingers Collaborate to Fight Cancer

 

Short Description


This invention relates to the process of mixing essential oils from Temu Hitam (Curcuma aeruginosa), Temulawak (Curcuma zanthorrhiza), and Fragrant Lemon Grass (Cymbopogon nardus). The method used is steam distillation at optimum temperature and time. There are seven combinations of essential oil mixtures, including 3 single essential oils from each sample plants, 3 mixed combinations of two sample plants, and 1 combination of essential oils from all three sample plants. The essential oil mixture which has the best results as anti breast cancer, based on IC50 values against MCF-7 cancer cells, is a mixture of Temu Hitam and Fragrant Lemon Grass. The three single essential oils in this test were apparently not effective enough as anticancer preparations.


Perspektif

Tantangan dalam pengembangan obat-obatan herbal adalah banyaknya senyawa kimia aktif yang bekerja secara sinergis dan kompleks. Sementara itu, pencampuran beberapa bahan tanaman obat membuka peluang interaksi antar senyawa kimia aktif yang lebih kompleks; namun menjanjikan efektifitas yang lebih besar lagi.  


Keunggulan Inovasi:

  • Memanfaatkan bahan tanaman Indonesia yang telah teruji potensial secara farmakologis.
  • Secara tradisional telah terbukti aman untuk dikonsumsi sebagai obat.
  • Pada pengujian laboratorium dengan sel kanker MCF-7, memberikan nilai anti kanker payudara IC-50 yang tergolong baik.
  • Dapat diberikan sebagai obat bagi penderita kanker payudara, ataupun bagi orang sehat untuk mencegah terjadinya penyakit kanker.

Potensi Aplikasi:

Inovasi ini dapat diaplikasikan sebagai produk terapi anti kanker payudara ataupun oleh orang yang sehat untuk mencegah potensi terjadinya penyakit kanker payudara.


Innovator:

Tim Inovasi

1. Prof. Dr. drh. Bambang Pontjo Priosoeryanto MS 2. Dr. Drs. Djarot Sasongko Hami Seno MS 3. Rizki Fitria S.Pd

Institusi

IPB

Alamat

IPB

Status Paten

Belum Didaftarkan

Kesiapan Inovasi

* Prototype

Kerjasama bisnis

* Terbatas

Peringkat Inovasi

* Prospektif


File

Tidak ada


Video

Tidak ada


Perkembangan Inovasi