• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Perangkat Diabetes Yang Lebih Real-Time



Perangkat biosensor yang dapat mengukur kadar glukosa secara real-time telah lama dikembangkan sebagai alat pemantau penyakit diabetes tipe-2. Namun, alat ini terkendala penggunaannya yang bersifat single-use sehingga harus diganti setiap hari. Para Ilmuwan dari University of Texas, Dallas yang dipimpin oleh Prof. Shalini Prasad mengembangkan alat baru yang lebih efisien dalam memantau penyakit diabetes.

Alat ini berupa gelang yang digunakan di pergelangan tangan, yang memanfaatkan material cairan ionik suhu rendah (room temperature ionic liquid) untuk menganalisis sejumlah kecil keringat dari kulit dan disaat yang bersamaan mengukur konsentrasi tiga senyawa diabetik yang saling berhubungan – kortisol, glukosa, dan interleukin-6.

Professor Pasad menjelaskan, jika seseorang mengalami stres kronis, kadar kortisol dalam tubuh akan meningkat, dan resistensi insulin yang dihasilkan secara bertahap akan mendorong kadar glukosa dalam tubuh melebihi batas normal. “Pada titik tersebut, seseorang akan mengalami tahap pra-diabetes, yang dapat berkembang menjadi diabetes tipe-2. Jika itu terjadi, tubuh Anda berada dalam keadaan radang, dan interleukin sebagai penanda radang ini akan menunjukkan bahwa organ tubuh Anda mulai terpengaruh” ujar Pasad lebih lanjut.

Di akhir, para ilmuwan memprediksi alat ini dapat berisi transreceiver kecil yang dapat mentransmisi data ke aplikasi smartphone dengan hanya menekan sebuah tombol sehingga perkembangan penyakit dapat dipantau setiap saat.

Mereka merencanakan alat ini dapat diproduksi secara massal dengan harga murah, sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat baik dari negara berkembang maupun negara maju. Saat ini, pihak universitas sedang mencari partner untuk komersialisasi produk, dan berharap bisa segera masuk ke pasaran dalam waktu dekat. (YZH)

--

(sumber : New Atlas)


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

New Innovation Paradigm: Sky is No :Longer a Limit !

Pandemi Covid-19 sekalipun telah mengakibatkan krisis kemanusiaan secara global, ternyata juga telah

81 Challengers lolos ke Pemilihan "112 Inovasi Indonesia - 2020"

Sampai 14 September 2020, saat berita ini diturunkan,  jumlah proposal yang tercatat di databas

Salam Inovasi untuk IPB University !

IPB University (d/h Institut Pertanian Bogor) di tahun 2020 ini mengalami peningkatan prestasi yang

Terimakasih Inovator Indonesia !

Pandemi Covid-19 yang kian mengancam kesehatan semua orang serta menjerumuskan ekonomi global ke dal

Entrepreneurship Mentoring bagi Finalis BID 4.0 GIZ

Setelah untuk tiga tahun berturut-turut BIC memperoleh kepercayaan dari GIZ (The Deutsche Gesellscha