• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Pelatihan Inovasi dan Kewirausahaan



Pada Rabu, 23 Agustus 2017, Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Universitas Indonesia (DIIB UI) mengundang Kristanto Santosa (KS) dan Yusuf Zaim Hakim (YZH) dari Business Innovation Center (BIC) sebagai pembicara dalam kegiatan Workshop Pelatihan Inovasi dan Kewirausahaan (PIK) Lanjutan yang merupakan rangkaian kegiatan InnovAction UI 2017

InnovAction UI 2017 merupakan kegiatan kompetisi inovasi yang diselenggarakan oleh DIIB UI untuk melatih dan membangun budaya inovasi dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa UI. Pada seri ketiga tahun ini, 50 tim yang masing-masing tim tediri dari 2 mahasiswa berhasil terpilih untuk diberikan training yang terdiri dari PIK Dasar dan PIK Lanjutan. Kristanto Santosa (KS) berkesempatan memberikan materi tentang penyusunan Business Model Canvas selama 2 jam lebih pada sesi pertama dan Yusuf Zaim Hakim (YZH) berbagi tentang penulisan Business Plan di sesi kedua dalam segmen PIK Lanjutan. 

Setelah mengikuti kegiatan PIK Lanjutan, peserta yang berjumlah sekitar 100 orang ini diharapkan dapat mengembangkan ide dan inovasi yang prospektif untuk diikutkan dalam tahap InnovAction UI 2017 selanjutnya. (YZH/310817) 


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

Pengajuan Proposal ”114 Inovasi Indonesia-2022” DITUTUP

UPDATE BERITA:  Sampai dengan batas akhir pengajuan seluruh proposal pemilihan "114

Semangat Baru di Akhir Tahun 2022: Inovasi Kita “Meroket”

Sebagaimana pada terbitan-terbitan sebelumnya Global Innovation Index (GII) edisi tahun 2022 ini men

Program Certified Innovation Professional (CIP) – 2023

Workshop Online CIP / CIM untuk tahun 2023 akan segera digelar lagi, dan angkatan pertama akan dimul

”114 Inovasi Indonesia-2022" Diperpanjang

UPDATE:  Sampai dengan akhir November 2022, pemilihan "114 Inovasi Indones

Solusi Inovasi Cegah Musibah (Gempa Cianjur)

Sebagai negeri yang terletak di jajaran  “Ring of Fire” bumi, Indonesia harus mener