• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

IMERI : Prakarsa Terobosan dalam Hilirisasi Inovasi Sektor Kesehatan di Indonesia



Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai lembaga pendidikan terkemuka dalam bidang Kesehatan di Indonesia, memprakarsai pendirian Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI). Prakarsa ini diharapkan bisa menjadi terobosan bagi upaya hilirisasi inovasi dalam bidang kesehatan - termasuk inovasi dalam bidang obat-obatan, alat kesehatan dan alat diagnostik; yang selama ini terkendala oleh sangat langkanya layanan, sarana, maupun pembiayaan untuk melakukan uji klinik / medis dengan benar.
 
IMERI diharapkan dapat mewadahi, dan secara pro-aktif mendorong aktivitas kerjasama riset klinis dalam inovasi dan pengembangan teknologi kesehatan antar-disiplin dan multi-disiplin; suatu prasyarat "fundamental" dalam inovasi sektor kesehatan.
 
Untuk memperkenalkan program-program inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan klaster-klaster layananIMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan “1st Open Innovation IMERI (OI-IMERI)”, pada  tanggal11 sampai 13 Maret 2017, bertempat di gedung IMERI yang baru di FKUI-Salemba, Jakarta.
 
Direktur Eksekutif BIC, Kristanto Santosa, diundang menjadi salah seorang narasumber dalam kegiatan OI-IMERI, untuk mengulas tentang peluang dan tantangan dalam pembiayaan dan industrialisasi penelitian di Indonesia. (KS/170317)


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

Satu Bangsa - Satu Bahasa - Inovasi Indonesia

Setelah berpartisipasi dalam Program Certified Innovation Professional (CIP) yang diselenggarakan ol

THE CHALLENGERS “113 INOVASI INDONESIA-2021” UPDATES !

Evolusi proses pemilihan tahunan “100+ Inovasi Indonesia” dari ajang kompetisi, promosi

Program Certified Innovation Professional (CIP) – Angkatan II

Setelah sukses dalam melaksanakan lokakarya online perdana, yang diikuti sekitar 20 peserta dari lim

Undangan dan Tantangan Inovasi Sosial dari Octava

Sekitar 25,7 % atau 650 juta orang di Asia Tenggara berada dalam usia sekolah. Namun akses ke pendid

Certified Innovation Professionals untuk Inovasi Indonesia

Setelah melalui Lokakarya online (e-Workshop) berturut-turut selama 7 @ 3 jam workshop selama 4 ming