• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

IFIC STAKEHOLDERS MEETING : MELANJUTKAN PRAKARSA INOVASI DI SEKTOR PANGAN



Inovasi pangan diyakini menjadi faktor strategis untuk menunjang ketahanan pangan nasional, sekalipun nyatanya, kita belum banyak menghasilkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Padahal, sebagai penyumbang GDP terbesar ekonomi Indonesia, sektor ini  berpotensi memainkan peranan penting dalam global food value chain.  Wacana ini disampaikan oleh Adhi S. Lukman sebagai Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), yang memprakarsai pendirian IFIC (Indonesian Food Innovation Centre).

Sebagai langkah nyata meningkatkan kuantitas dan kualitas inovasi Indonesia di sektor pangan,  GAPMMI dan BIC, didukung oleh The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, Australia (CSIRO),  melanjutkan prakarsa IFIC dengan menyelenggarakan IFIC Stakeholders Meeting, pada hari Kamis, 16 Maret 2017 yang baru lalu.

Berbagai stakeholders bidang pangan yang mewakili unsur A-B-G (Academic-Business-Government), diundang dalam diskusi, untuk menghimpun  masukan-masukan tentang peran IFIC dalam ranah inovasi pangan di Indonesia. Diantara 26 stakeholders yang hadir, termasuk  A. Riyanto mewakili Kementrian Perindustrian, Prof. Aman Wirakartakusumah (AIPI) sebagai seorang pakar Food Technology dan anggota AIPI, Alisjahbana Haliman (CEO & Founder PT Haldin Pacific Semesta), dan Dr. Matthew Durban (AUSTRADE, Australia).

Sebagai perwakilan dunia bisnis/industri, Ali Haliman menilai kendala utama berinovasi di sektor pangan di Indonesia terletak di sektor hulu, yaitu kehandalan pasok bahan industri pangan, yang sampai saat ini masih tergantung pada pasokan impor.  Prof. Aman selaku representasi akademisi berpendapat bahwa inovasi di bidang kelembagaanlah yang justru menjadi penghambat hilirisasi inovasi.  Diskusi berlangsung hampir dua jam, telah berhasil menampung berbagai masukan bagi IFIC, yang disampaikan dari berbagai sudut pandang.

Sebagai kesimpulan, IFIC diharapkan agar dapat menjadi “jembatan” antara  Lembaga LitBang di Indonesia atau bahkan di seluruh dunia, dengan para pelaku inovasi di industri pangan;  untuk mengembangkan solusi dan inovasi yang efektif demi membangun daya saing industri pangan nasional, baik di hulu maupun di hilir. Lebih lanjut, IFIC juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah, dalam kebijakan-kebijakan di sektor industri pangan agar lebih efektif dan tepat sasaran; melalui data analisis pangan yang tajam dan reliable/terpercaya. (KS/170317)


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

Satu Bangsa - Satu Bahasa - Inovasi Indonesia

Setelah berpartisipasi dalam Program Certified Innovation Professional (CIP) yang diselenggarakan ol

THE CHALLENGERS “113 INOVASI INDONESIA-2021” UPDATES !

Evolusi proses pemilihan tahunan “100+ Inovasi Indonesia” dari ajang kompetisi, promosi

Program Certified Innovation Professional (CIP) – Angkatan II

Setelah sukses dalam melaksanakan lokakarya online perdana, yang diikuti sekitar 20 peserta dari lim

Undangan dan Tantangan Inovasi Sosial dari Octava

Sekitar 25,7 % atau 650 juta orang di Asia Tenggara berada dalam usia sekolah. Namun akses ke pendid

Certified Innovation Professionals untuk Inovasi Indonesia

Setelah melalui Lokakarya online (e-Workshop) berturut-turut selama 7 @ 3 jam workshop selama 4 ming