• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

BIC & GAPMMI MEMPRAKARSAI PENDIRIAN IFIC



Dalam rangka mendukung prakarsa hilirisasi inovasi sektor pangan dan pertanian di Indonesia, BIC dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), dengan dukungan dari The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, Australia (CSIRO), memprakarsai didirikannyaIndonesia Food Innovation Center (IFIC). Organisasi IFIC yang baru saja dibentuk ini, telah ditetapkan menjadi salah satu "early outcomes" IA-CEPA (Indonesia - Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement), yang perundingannya saat ini masih berlangsung.

Untuk memperkenalkan IFIC ke kalangan dunia usaha Indonesia dan Australia; Kristanto Santosa telah diundang menjadi salah satu pembicara panel, untuk menyampaikan presentasi tentang prakarsa IFIC di depan forum Indonesia Australia Business Week (IABW) – 2017, yang dilaksanakan baru-baru ini di Jakarta. Para panelis (dari kiri-ke-kanan): Alick Osborne (Direktur Australia Export Grain Innovation Center / AEGIC), Heru Wibawa Sumali (Presiden Direktur PT So Good Food (Japfa); Kristanto Santosa (BIC), Adhi S Lukman (Ketua GAPMMI), dan Archie Slamet (Direktur Eksekutif CSIRO Indonesia) yang bertindak sebagai panel moderator. (KS/090317)


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Berita Terbaru

Inovasi Sawit : Cahaya di Ujung Terowongan Krisis Covid-19

 Menyimak acara webinar Mahakarya Inovasi Sawit Nasional, dalam rangka Pekan Riset Sawit Indone

Nominasi Proposal Baru Ditutup

Kegiatan pemilihan “112 Inovasi Indonesia – 2020”  tahun ini menjalani m

Membangun Karakter di Era Social Distancing & Online Learning

Pada Jum’at 9 Oktober minggu lalu, President University (Jababeka) menyelenggarakan webinar u

Model Entrepreneurial University di Indonesia?

Pada Kamis 1 Oktober 2020, Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) Bidang Inovasi dan Alih Teknol

New Innovation Paradigm: Sky is No Longer a Limit !

Pandemi Covid-19 sekalipun telah mengakibatkan krisis kemanusiaan secara global, ternyata juga telah