Pengembangan Roadmap Prakarsa Inovasi di Lingkungan Perguruan Tinggi

Selasa (8/12/2015), BIC bekerjasama dengan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia (DIIB UI) mengadakan acara talkshow dengan tema : Mengembangkan Roadmap Prakarsa Inovasi di Lingkungan Perguruan Tinggi. Acara yang bertempat di Gedung Aula Terapung UI ini merupakan bagian dari rangkaian acara "Indonesia Innovation and Entrepreneurship Exhibition" tanggal 6-8 Desember 2015.

Acara talkshow yang dimulai pagi hari, diawali dengan pemaparan tentang hilirisasi inovasi oleh Dr. Jumain Appe (Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI). Menurut Beliau, "Perguruan Tinggi (PT) memegang peranan yang penting dalam melahirkan inovasi-inovasi yang akan memajukan Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, PT akan diberi otonomi Badan Hukum sehingga dapat mendirikan perusahaan sendiri  untuk mengembangkan hasil inovasi- / risetnya ke dunia bisnis".

Acara kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan pembicara lain seperti Dr. Mesdin Simarmata (Direktur Industri, IPTEK, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BAPPENAS), Dr.  Nurul Taufiqu Rochman (Kepala Pusat Inovasi LIPI), Dr. Eng. Muhammad Sahlan, S. Si, M. Eng (Inovator UI), dan Kristanto Santosa (Direktur Eksekutif Business Innovation Center).

Dalam kesempatan itu, Dr. Mesdin mengungkapkan bahwa perlu adanya kesinambungan yang baik antara Universitas (Akademisi) dengan dunia Bisnis agar hasil penelitian dapat dikomersialisasi, karena seringkali kegagalan dalam scaling up disebabkan oleh ketidak-sesuaian dengan kebutuhan pasar. Sedangkan Dr. Nurul menekankan bahwa kesuksesan teknologi transfer terletak pada 3 kunci penting, yaitu: tingkat keahlian peneliti, hasil riset dan kemampuan untuk berwirausaha.

Mewakili Business Innovation Center, Kristanto Santosa menyarankan agar masing-masing PT fokus kepada 3 elemen CC (Care to Customer, Core Competency dan Competitive Collaboration). "Misalnya: UI yang dikenal memiliki banyak hasil penelitian, perlu untuk mensinkronkan arah penelitiannya kepada Agenda Riset Nasional (pemerintah sebagai consumer) dan kepada kebutuhan bisnis. Dalam hal Core Competency, inovasi sebaiknya disesuaikan dengan titik berat penelitian masing-masing universitas: UI dalam bidang Ilmu Kesehatan, IPB dalam bidang Pertanian dan Pangan, ITB dalam bidang Sains dan Teknologi, dan seterusnya. Terakhir faktor Competitive Collaboration, artinya penelitian yang berada di luar kompetensi utama sebaiknya tidak ditinggalkan, melainkan tetap ditekuni sebagai bidang riset yang bersifat kompetitif", jelas Kristanto. (DP)

Diskusi "Brainstorming" tentang Indonesia Food Innovation Center (IFIC)

 
Pada tanggal 26 November 2015, BIC mengkoordinasikan diskusi A-B-G untuk menjajaki kemungkinan dibentuknya suatu pusat inovasi yang khusus ditujukan untuk mendorong hilirisasi inovasi di bidang pertanian pangan (agro-food). Diskusi ini diprakarsai oleh CSIRO-Indonesia (perwakilan CSIRO, setara dengan LIPI-BPPT milik pemerintah Australia), dan didukung sepenuhnya oleh Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).    
 
Selain bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Nawacita, juga diyakini bahwa komunitas pasar ASEAN membuka peluang yang strategis bagi Indonesia dan Australia untuk berkolaborasi, untuk mendorong inovasi di sektor industri pertanian dan pangan; sehingga dapat ikut memanfaatkan terbukanya pasar ASEAN, bahkan pasar Asia. 
 
Prakarsa ini juga didukung oleh lokasi geografi yang strategis kedua negara untuk menjangkau Asia.  Faktor lain yang mendukung gagasan IFIC antara lain: potensi dan keanekaan sumber bahan pangan Indonesia dan Australia, dorongan pemerintah untuk melakukan industrialisasi dan hilirisasi inovasi Indonesia, serta potensi memanfaatkan keunggulan teknologi Australia dalam standarisasi industri dan pengolahan produk pertanian dan pangan.
 
Brainstorming terbatas A-B-G ini diikuti oleh peserta dari Kementerian Ristek-Dikti, akademisi dan pakar pangan dari IPB / Unika Atmajaya, GAPMMI, CSIRO-Indonesia, wakil dari Australia Trade Commisioner, serta peserta dari beberapa perusahaan pangan Indonesia yang dikenal inovatif: Indofood, Kalbe Nuturionals, dan GarudaFood. 
 
(KS/120215)

Inovasi Indonesia "Dari Indonesia Untuk Dunia"

Forum Nasional Pertama yang akan mempertemukan inventor dan inovator Indonesia berkelas Dunia, dengan para investor/pebisnis, untuk menjajagi peluang kerjasama bisnis inovatif yang berdaya saing; dan didukung oleh Kementerian Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

 

 

Attachments:
Download this file (und Seminar.pdf)und Seminar.pdf[ ]823 kB

Acara Buka Bersama BIC

Pada hari Kamis, 02 Juli 2015, BIC mengadakan acara buka bersama dengan rekan – rekan alumni BIC di sebuah restoran sekitar BSD.  Ini menjadi ajang silaturahmi bagi semua yang hadir di acara tersebut.

Semoga kita masih dapat dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan.

 

Salam Inovasi !

First Announcement: Fast Track Entrepreneur Coaches Program 29 June - 04 July 2015

 

Wirausahawan (entrepreneur) adalah fondasi penciptaan kerja dan kemakmuran suatu bangsa. Mereka memerlukan bantuan & bimbingan agar mencapai kapasitas mereka secara maksimal. Sekalipun telah banyak ditawarkan, program pendidikan kewirausahaan yang benar-benar teruji sukses di lapangan, baik teruji dalam menghadapi tantangan bisnis maupun cocok dengan aspirasi setiap individu wirausahawan, ternyata masih sangat sedikit. Jadi jika Anda sedang mencari metodologi untuk membimbing para wirausahawan, program yang ditawarkan oleh Wadhwani Foundation ini dapat dipertimbangkan. 

National Entrepreneurship Network - Indonesia (NEN–Indonesia) sebagai wujud dari kerjasama antara BIC dan Wadhwani Foundation (USA), mengundang para mentor wirausahawan Indonesia, untuk ikut dalam program Wadhwani Foundation’s Entrepreneur Coaches Program yang dirancang untuk membimbing para wirausahawan, professional, investor, dan akademisi yang berkecimpung dalam program kewirausahawanan; untuk meningkatkan kompetensi dalam memberikan bimbingan / mentorship bagi para wirausahawan. Program ini memberikan konsep, kerangka kerja, tools, serta metodologi penyampaian dalam mentoring, khususnya mentoring untuk wirausahawan. Program “fast-track” selama 6 hari ini menggunakan teknik interaktif, latihan di lapangan, praktek langsung, kasus-kasus nyata, tentang bagaimana menjadi coach yang efektif bagi para wirausahawan yang mereka bimbing.

Program internasional yang sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 29 Juni - 04 Juli di Bangalore, India. Program ini diselenggarakan bagi para penggerak kewirausahaan, yang ingin meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan coaching & mentoring, khususnya dari lingkungan kampus. Rancangan program dan profil para coach dapat dilihat pada dokumen terlampir. 

Untuk informasi dan reservasi keikut-sertaan, silakan menghubungi: Mr. Neeraj Badlani This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. (English only) atau Sdr. Millian Ikhsan di BIC Hp : +62856-942-96727

[UNDANGAN] Young Biz Forum - 11 September 2014

 

Kepada

Pegiat dan Praktisi Kewirausahaan

di - Jabodetabek

 

Inovasi  menjadi satu kata penting bagi seluruh aspek pembangunan saat ini. Salah satunya adalah dalam dunia industry dan kewirausahaan. Namun, seperti kita ketahui dalam menumbuhkembangkan inovasi tidaklah mudah, dibutuhkan lingkungan yang mendukung seperti dalam hal pendanaan, regulasi, dan hal lainnya,

 

Sebagai bentuk inisiasi nyata untuk turut mendukung kemajuan inovasi berbasis teknologi dalam dunia wirausaha dan IKM (Industri Kecil Menengah), Business Innovation Center (BIC) mengundang Anda dalam temu bisnis YBF (Young Business Forum) dalam  tajuk “Peluang dan Tantangan : Teknopreneurship” yang akan diselenggarakan pada:

 

Hari / Tanggal       :  Kamis, 11 September 2014

Waktu                   :  Pk. 13.00 – 16.30 WIB

Tempat                :  Graha Widya Bhakti, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan

Agenda acara      :  (terlampir)

 

 

Acara ini gratis, tidak dipungut biaya. Namun peserta  terbatas (kami sediakan kursi untuk 35 peserta). Di dalam acara ini juga, kami sediakan sesi “Sponsor Speech” bagi Anda yang ingin presentasi/ menampilkan profil perusahaan dan atau produk untuk dikenalkan kepada audiens lainnya.

 

Untuk memastikan ketersediaan sarana bagi Anda. Mohon Anda berkenan memberikan konfirmasi kehadiran Anda. Dengan mengisi lembaran konfirmasi  terlampir. Dan mengirimkan kembali via email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau Fax : +62 21 7560 165. Konfrimasi paling lambat: Rabu, 10 September 2014. Terimakasih. 

 

 

Attachments:
Download this file (Undangan SmallBiz - YBF -Teknopreneurship - R1.doc)Konfirmasi YBF Sept 2014[Undangan dan Jadwal YBF]87 kB

Forum Inovasi Teknologi 2014

Forum Inovasi dan Teknologi Indonesia (FIT) 2014 adalah bagian dari upaya Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) untuk mendorong tumbuhnya ekosistem yang mendukung perkembangan Iptek yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya petani, nelayan dan masyarakat pedesaan, dan juga tercipta dan tumbuhnya usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek di Indonesia.

FIT telah diselenggarakan 2 kali yaitu di tahun 2011 bertempat di @amerika Jakarta yang mengangkat tema Komersialisasi Teknologi dan di tahun 2012 di FX Jakarta dengan tema Idea to Impact.

Sejalan dengan tema utama FIT 2014 yaitu Inclusive Innovation, acara ini diharapkan dapat menjadi sebuah platform untuk bersinergi, kolaborasi, tukar pengalaman dan memperkuat jejaring dari semua pemangku kepentingan yang peduli terhadap perkembangan Iptek dan usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek.

Oleh karena itu acara ini terbuka untuk dihadiri oleh semua kalangan baik pemerintah, organisasi-organisasi atau lembaga non profit, institusi pendidikan, donor multilateral, inovator, investor dan masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap pertumbuhan Iptek dan usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek.

 

Objektif

  1. Mempertemukan semua pemangku kepentingan yang yang mempunyai kepedulian terhadap perkembangan Iptek dan usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek untuk menjalin sinergi, kolaborasi, dan kemitraan.
  2. Upaya INOTEK untuk berperan aktif dalam mendukung dan mendorong tumbuhnya ekosistem yang kondusif bagi perkembangan teknologi yang inovatif, aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas dan tercipta dan tumbuhnya usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek.
  3. Sebagai platform bagi para inovator dan usaha pemula,kecil dan menengah berbasis Iptek Indonesia untuk menunjukkan hasil karyanya, berjejaring dan mencari mitra untuk pengembangan usahanya.

PROGRAM

  • Seminar, workshop
  • Kompetisi Bisnis Hijau
  • Innovation Competition (peserta pameran)
  • International Exhibition (peserta pameran dari Malaysia, Singapore, Korea, Taiwan, Indonesia).
  • Awarding Night (penyerahan hadiah bagi pemenang Kompetisi Bisnis Hijau danInnovation Competition).

PESERTA

  1. Lembaga-lembaga atau institusi pemerintah yang berkaitan dengan Iptek dan kewirausahaan
  2. Lembaga-lembaga donor dan kedutaan asing
  3. Institusi Pendidikan (Perguruan Tinggi), terutama yang memiliki Inkubator Bisnis dan Fakultas Teknik dan yang berkaitan dengan Iptek
  4. Para inovator akar rumput
  5. Organisasi Non Profit
  6. Impact Investor dan Venture Capital
  7. Perusahaan swasta
  8. UKM yang berbasis Iptek.
  9. Masyarakat umum yang tertarik dengan Iptek dan kewirausahaan berbasis Iptek.

TENTANG INOTEK

Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) didirikan dengan didasari oleh keyakinan bahwa teknologi yang inovatif, aplikatif dan tepat-guna dapat memberi manfaat dan dampak sosial dan ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Program Mentoringnya, INOTEK berperan aktif dalam mendukung pengembangan dan penyebarluasan teknologi inovatif yang berguna dan terjangkau oleh masyarakat dan meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat. Selain itu INOTEK juga secara rutin menyelenggarakan seminar, pelatihan, lokakarya, serta kegiatan publik lainnya.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website inotek.org