Diskusi "Lanjutan" tentang Indonesia Food Innovation Center

Senin, 11 Maret 2016. Prakarsa pendirian Indonesia Food Innovation Center (IFIC) dilanjutkan dengan diskusi ke-2 yang dilaksanakan di PT. BLST Bogor dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) selaku tuan rumah penyelenggaraan diskusi ini. Diskusi terbatas ini kembali mengundang tokoh A-B-G yang memiliki pengalaman di sektor pangan di Indonesia termasuk di antaranya adalah Dr. Boenjamin Setiawan dari (Kalbe Nutritional), Prof. Dr. FG Winarno (Food Tech Expert), GAPMMI, I3L, Haldin Pacific, BPOM, Indofood, dan DFAT Australia. 

Realisasi dari prakarsa ini dapat mendorong perkembangan inovasi di Indonesia khususnya di bidang pangan melalui : kolaborasi antara A-B-G yang semakin erat, potensi pemanfaatan keunggulan teknologi Australia dalam standardisasi dan pengolahan teknologi pangan, serta mempercepat hilirisasi hasil inovasi di bidang pangan. Selain itu, prakarsa pendirian IFIC ini diyakini dapat menjadi model untuk pendirian innovation center Indonesia pada sektor lainnya. 

(MDU/25042015)

Kampanye National Innovation Competition TGIF-2016 di Bandung

Pada tanggal 17 Maret 2016, Kristanto Santosa, Direktur Eksekutif BIC melakukan "roadshow" ke Universitas Padjajaran dan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk mengkampanyekan "National Innovation Competition", yang telah dimulai sejak 1 Maret 2016 yang lalu. Sebagai tindak lanjut, direncanakan untuk mengadakan temu inovator di kedua perguruan tinggi tersebut pada bulan April 2016 mendatang. 
 
Sementara itu, roadshow juga akan segera dilaksanakan di Universitas-Universitas di Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali sampai akhir bulan Maret 2016. Sedangkan untuk universitas lainnya serta lembaga-lembaga LitBang Pemerintah, kampanye telah dilaksanakan melalui penyebaran poster / brosur.     
 
Diperkirakan bahwa kompetisi NIC akan berlangsung sangat kompetitif. Namun dengan persaingan tersebut, diharapkan dapat terjaring karya-karya inovasi Indonesia terbaik untuk Pembangunan Berkelanjutan, yang layak menyandang predikat "Berkelas Dunia".
 
KS/03/18/16

Pengembangan Roadmap Prakarsa Inovasi di Lingkungan Perguruan Tinggi

Selasa (8/12/2015), BIC bekerjasama dengan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia (DIIB UI) mengadakan acara talkshow dengan tema : Mengembangkan Roadmap Prakarsa Inovasi di Lingkungan Perguruan Tinggi. Acara yang bertempat di Gedung Aula Terapung UI ini merupakan bagian dari rangkaian acara "Indonesia Innovation and Entrepreneurship Exhibition" tanggal 6-8 Desember 2015.

Acara talkshow yang dimulai pagi hari, diawali dengan pemaparan tentang hilirisasi inovasi oleh Dr. Jumain Appe (Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI). Menurut Beliau, "Perguruan Tinggi (PT) memegang peranan yang penting dalam melahirkan inovasi-inovasi yang akan memajukan Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, PT akan diberi otonomi Badan Hukum sehingga dapat mendirikan perusahaan sendiri  untuk mengembangkan hasil inovasi- / risetnya ke dunia bisnis".

Acara kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan pembicara lain seperti Dr. Mesdin Simarmata (Direktur Industri, IPTEK, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BAPPENAS), Dr.  Nurul Taufiqu Rochman (Kepala Pusat Inovasi LIPI), Dr. Eng. Muhammad Sahlan, S. Si, M. Eng (Inovator UI), dan Kristanto Santosa (Direktur Eksekutif Business Innovation Center).

Dalam kesempatan itu, Dr. Mesdin mengungkapkan bahwa perlu adanya kesinambungan yang baik antara Universitas (Akademisi) dengan dunia Bisnis agar hasil penelitian dapat dikomersialisasi, karena seringkali kegagalan dalam scaling up disebabkan oleh ketidak-sesuaian dengan kebutuhan pasar. Sedangkan Dr. Nurul menekankan bahwa kesuksesan teknologi transfer terletak pada 3 kunci penting, yaitu: tingkat keahlian peneliti, hasil riset dan kemampuan untuk berwirausaha.

Mewakili Business Innovation Center, Kristanto Santosa menyarankan agar masing-masing PT fokus kepada 3 elemen CC (Care to Customer, Core Competency dan Competitive Collaboration). "Misalnya: UI yang dikenal memiliki banyak hasil penelitian, perlu untuk mensinkronkan arah penelitiannya kepada Agenda Riset Nasional (pemerintah sebagai consumer) dan kepada kebutuhan bisnis. Dalam hal Core Competency, inovasi sebaiknya disesuaikan dengan titik berat penelitian masing-masing universitas: UI dalam bidang Ilmu Kesehatan, IPB dalam bidang Pertanian dan Pangan, ITB dalam bidang Sains dan Teknologi, dan seterusnya. Terakhir faktor Competitive Collaboration, artinya penelitian yang berada di luar kompetensi utama sebaiknya tidak ditinggalkan, melainkan tetap ditekuni sebagai bidang riset yang bersifat kompetitif", jelas Kristanto. (DP)

Diskusi "Brainstorming" tentang Indonesia Food Innovation Center (IFIC)

 
Pada tanggal 26 November 2015, BIC mengkoordinasikan diskusi A-B-G untuk menjajaki kemungkinan dibentuknya suatu pusat inovasi yang khusus ditujukan untuk mendorong hilirisasi inovasi di bidang pertanian pangan (agro-food). Diskusi ini diprakarsai oleh CSIRO-Indonesia (perwakilan CSIRO, setara dengan LIPI-BPPT milik pemerintah Australia), dan didukung sepenuhnya oleh Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).    
 
Selain bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Nawacita, juga diyakini bahwa komunitas pasar ASEAN membuka peluang yang strategis bagi Indonesia dan Australia untuk berkolaborasi, untuk mendorong inovasi di sektor industri pertanian dan pangan; sehingga dapat ikut memanfaatkan terbukanya pasar ASEAN, bahkan pasar Asia. 
 
Prakarsa ini juga didukung oleh lokasi geografi yang strategis kedua negara untuk menjangkau Asia.  Faktor lain yang mendukung gagasan IFIC antara lain: potensi dan keanekaan sumber bahan pangan Indonesia dan Australia, dorongan pemerintah untuk melakukan industrialisasi dan hilirisasi inovasi Indonesia, serta potensi memanfaatkan keunggulan teknologi Australia dalam standarisasi industri dan pengolahan produk pertanian dan pangan.
 
Brainstorming terbatas A-B-G ini diikuti oleh peserta dari Kementerian Ristek-Dikti, akademisi dan pakar pangan dari IPB / Unika Atmajaya, GAPMMI, CSIRO-Indonesia, wakil dari Australia Trade Commisioner, serta peserta dari beberapa perusahaan pangan Indonesia yang dikenal inovatif: Indofood, Kalbe Nuturionals, dan GarudaFood. 
 
(KS/120215)

Inovasi Indonesia "Dari Indonesia Untuk Dunia"

Forum Nasional Pertama yang akan mempertemukan inventor dan inovator Indonesia berkelas Dunia, dengan para investor/pebisnis, untuk menjajagi peluang kerjasama bisnis inovatif yang berdaya saing; dan didukung oleh Kementerian Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

 

 

Attachments:
Download this file (und Seminar.pdf)und Seminar.pdf[ ]823 kB

Acara Buka Bersama BIC

Pada hari Kamis, 02 Juli 2015, BIC mengadakan acara buka bersama dengan rekan – rekan alumni BIC di sebuah restoran sekitar BSD.  Ini menjadi ajang silaturahmi bagi semua yang hadir di acara tersebut.

Semoga kita masih dapat dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan.

 

Salam Inovasi !

First Announcement: Fast Track Entrepreneur Coaches Program 29 June - 04 July 2015

 

Wirausahawan (entrepreneur) adalah fondasi penciptaan kerja dan kemakmuran suatu bangsa. Mereka memerlukan bantuan & bimbingan agar mencapai kapasitas mereka secara maksimal. Sekalipun telah banyak ditawarkan, program pendidikan kewirausahaan yang benar-benar teruji sukses di lapangan, baik teruji dalam menghadapi tantangan bisnis maupun cocok dengan aspirasi setiap individu wirausahawan, ternyata masih sangat sedikit. Jadi jika Anda sedang mencari metodologi untuk membimbing para wirausahawan, program yang ditawarkan oleh Wadhwani Foundation ini dapat dipertimbangkan. 

National Entrepreneurship Network - Indonesia (NEN–Indonesia) sebagai wujud dari kerjasama antara BIC dan Wadhwani Foundation (USA), mengundang para mentor wirausahawan Indonesia, untuk ikut dalam program Wadhwani Foundation’s Entrepreneur Coaches Program yang dirancang untuk membimbing para wirausahawan, professional, investor, dan akademisi yang berkecimpung dalam program kewirausahawanan; untuk meningkatkan kompetensi dalam memberikan bimbingan / mentorship bagi para wirausahawan. Program ini memberikan konsep, kerangka kerja, tools, serta metodologi penyampaian dalam mentoring, khususnya mentoring untuk wirausahawan. Program “fast-track” selama 6 hari ini menggunakan teknik interaktif, latihan di lapangan, praktek langsung, kasus-kasus nyata, tentang bagaimana menjadi coach yang efektif bagi para wirausahawan yang mereka bimbing.

Program internasional yang sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 29 Juni - 04 Juli di Bangalore, India. Program ini diselenggarakan bagi para penggerak kewirausahaan, yang ingin meningkatkan kompetensi mereka dalam memberikan coaching & mentoring, khususnya dari lingkungan kampus. Rancangan program dan profil para coach dapat dilihat pada dokumen terlampir. 

Untuk informasi dan reservasi keikut-sertaan, silakan menghubungi: Mr. Neeraj Badlani This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. (English only) atau Sdr. Millian Ikhsan di BIC Hp : +62856-942-96727