Pemilihan Karya Litbang Unggulan Perindustrian 2016

 
Pada tanggal 14-15 Juli 2016 telah diselenggarakan Workshop untuk menetapkan 6 (enam) Karya Litbang Unggulan Terbaik, yang datang dari 22 Balai Besar dan Baristand Kementerian Perindustrian, untuk tahun 2016. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, BIC diundang menjadi Juri dalam acara pemilihan inovasi karya litbang ini, dan untuk tahun ini penjurian dilakukan oleh tiga orang juri yang mewakili komponen A-B-G. 
 
Setelah mengalami penundaan keputusan, direncanakan para pemenang akan diumumkan pada Senin,18 Juli 2018, melalui website Kementerian Perindustrian. Anugerah / penghargaan bagi ke enam inovator terpilih akan dilaksanaan bersamaan dengan acara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke 61 pada 17 Agustus 2016 mendatang.  
 
BIC mengucapkan selamat pada semua inovator yang berpartisipasi, dan khususnya bagi mereka yang terpilih untuk tahun ini.
 
Salam inovasi !
 
KS/18/07/2016

Pengumuman: Libur Hari Raya

Sehubungan dengan hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 6-7 Juli 2016, bersama ini kami beritahukan bahwa Business Innovation Center akan tutup dari:

Senin, 04 Juli 2016 sampai dengan Jum’at, 08 Juli 2016.

Kegiatan Operasional kantor akan berjalan seperti biasa mulai Senin, 11 Juli 2016.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

 

As-alukal 'afwan zahiran wa bathinan,

TaqabbalAllahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum,

Minal 'aidin wal fa'idzin,

Idul Fitr Mubarak 1437 H

 

 

Jum'at, 01 Juli 2016

BIC

Pergantian Pengurus Business Innovation Center

 
 
 
Foto : Pengurus baru Business Innovation Center (BIC) saat penandatanganan akta  
 
Setelah tertunda selama dua tahun, pada 17 Juni 2016 telah dilaksanakan pergantian kepengurusan Perhimpunan Business Innovation Center (BIC).  BIC mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada para pengurus BIC sejak dilahirkannya pada tahun 2008, yaitu Pak Husen Junaedi sebagai Sekretaris merangkap Bendahara Perhimpunan, serta Pak Sasmita Winata sebagai Pengawas Perhimpunan. 
 
Terhitung mulai 17 Juni 2016, kepengurusan BIC yang baru adalah: 
 
Pengawas: Dr. Idwan Suhardi 
Ketua : Kristanto Santosa 
Sekretaris: Hariyanto Salim
Bendahara: Dimas Sandy Yuditya  
 
Salam inovasi Indonesia !
 
KS/21/06/2016

Diskusi "Lanjutan" tentang Indonesia Food Innovation Center

Senin, 11 Maret 2016. Prakarsa pendirian Indonesia Food Innovation Center (IFIC) dilanjutkan dengan diskusi ke-2 yang dilaksanakan di PT. BLST Bogor dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) selaku tuan rumah penyelenggaraan diskusi ini. Diskusi terbatas ini kembali mengundang tokoh A-B-G yang memiliki pengalaman di sektor pangan di Indonesia termasuk di antaranya adalah Dr. Boenjamin Setiawan dari (Kalbe Nutritional), Prof. Dr. FG Winarno (Food Tech Expert), GAPMMI, I3L, Haldin Pacific, BPOM, Indofood, dan DFAT Australia. 

Realisasi dari prakarsa ini dapat mendorong perkembangan inovasi di Indonesia khususnya di bidang pangan melalui : kolaborasi antara A-B-G yang semakin erat, potensi pemanfaatan keunggulan teknologi Australia dalam standardisasi dan pengolahan teknologi pangan, serta mempercepat hilirisasi hasil inovasi di bidang pangan. Selain itu, prakarsa pendirian IFIC ini diyakini dapat menjadi model untuk pendirian innovation center Indonesia pada sektor lainnya. 

(MDU/25042015)

Kampanye National Innovation Competition TGIF-2016 di Bandung

Pada tanggal 17 Maret 2016, Kristanto Santosa, Direktur Eksekutif BIC melakukan "roadshow" ke Universitas Padjajaran dan Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk mengkampanyekan "National Innovation Competition", yang telah dimulai sejak 1 Maret 2016 yang lalu. Sebagai tindak lanjut, direncanakan untuk mengadakan temu inovator di kedua perguruan tinggi tersebut pada bulan April 2016 mendatang. 
 
Sementara itu, roadshow juga akan segera dilaksanakan di Universitas-Universitas di Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali sampai akhir bulan Maret 2016. Sedangkan untuk universitas lainnya serta lembaga-lembaga LitBang Pemerintah, kampanye telah dilaksanakan melalui penyebaran poster / brosur.     
 
Diperkirakan bahwa kompetisi NIC akan berlangsung sangat kompetitif. Namun dengan persaingan tersebut, diharapkan dapat terjaring karya-karya inovasi Indonesia terbaik untuk Pembangunan Berkelanjutan, yang layak menyandang predikat "Berkelas Dunia".
 
KS/03/18/16

Pengembangan Roadmap Prakarsa Inovasi di Lingkungan Perguruan Tinggi

Selasa (8/12/2015), BIC bekerjasama dengan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia (DIIB UI) mengadakan acara talkshow dengan tema : Mengembangkan Roadmap Prakarsa Inovasi di Lingkungan Perguruan Tinggi. Acara yang bertempat di Gedung Aula Terapung UI ini merupakan bagian dari rangkaian acara "Indonesia Innovation and Entrepreneurship Exhibition" tanggal 6-8 Desember 2015.

Acara talkshow yang dimulai pagi hari, diawali dengan pemaparan tentang hilirisasi inovasi oleh Dr. Jumain Appe (Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI). Menurut Beliau, "Perguruan Tinggi (PT) memegang peranan yang penting dalam melahirkan inovasi-inovasi yang akan memajukan Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, PT akan diberi otonomi Badan Hukum sehingga dapat mendirikan perusahaan sendiri  untuk mengembangkan hasil inovasi- / risetnya ke dunia bisnis".

Acara kemudian dilanjutkan dengan menghadirkan pembicara lain seperti Dr. Mesdin Simarmata (Direktur Industri, IPTEK, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BAPPENAS), Dr.  Nurul Taufiqu Rochman (Kepala Pusat Inovasi LIPI), Dr. Eng. Muhammad Sahlan, S. Si, M. Eng (Inovator UI), dan Kristanto Santosa (Direktur Eksekutif Business Innovation Center).

Dalam kesempatan itu, Dr. Mesdin mengungkapkan bahwa perlu adanya kesinambungan yang baik antara Universitas (Akademisi) dengan dunia Bisnis agar hasil penelitian dapat dikomersialisasi, karena seringkali kegagalan dalam scaling up disebabkan oleh ketidak-sesuaian dengan kebutuhan pasar. Sedangkan Dr. Nurul menekankan bahwa kesuksesan teknologi transfer terletak pada 3 kunci penting, yaitu: tingkat keahlian peneliti, hasil riset dan kemampuan untuk berwirausaha.

Mewakili Business Innovation Center, Kristanto Santosa menyarankan agar masing-masing PT fokus kepada 3 elemen CC (Care to Customer, Core Competency dan Competitive Collaboration). "Misalnya: UI yang dikenal memiliki banyak hasil penelitian, perlu untuk mensinkronkan arah penelitiannya kepada Agenda Riset Nasional (pemerintah sebagai consumer) dan kepada kebutuhan bisnis. Dalam hal Core Competency, inovasi sebaiknya disesuaikan dengan titik berat penelitian masing-masing universitas: UI dalam bidang Ilmu Kesehatan, IPB dalam bidang Pertanian dan Pangan, ITB dalam bidang Sains dan Teknologi, dan seterusnya. Terakhir faktor Competitive Collaboration, artinya penelitian yang berada di luar kompetensi utama sebaiknya tidak ditinggalkan, melainkan tetap ditekuni sebagai bidang riset yang bersifat kompetitif", jelas Kristanto. (DP)

Diskusi "Brainstorming" tentang Indonesia Food Innovation Center (IFIC)

 
Pada tanggal 26 November 2015, BIC mengkoordinasikan diskusi A-B-G untuk menjajaki kemungkinan dibentuknya suatu pusat inovasi yang khusus ditujukan untuk mendorong hilirisasi inovasi di bidang pertanian pangan (agro-food). Diskusi ini diprakarsai oleh CSIRO-Indonesia (perwakilan CSIRO, setara dengan LIPI-BPPT milik pemerintah Australia), dan didukung sepenuhnya oleh Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI).    
 
Selain bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Nawacita, juga diyakini bahwa komunitas pasar ASEAN membuka peluang yang strategis bagi Indonesia dan Australia untuk berkolaborasi, untuk mendorong inovasi di sektor industri pertanian dan pangan; sehingga dapat ikut memanfaatkan terbukanya pasar ASEAN, bahkan pasar Asia. 
 
Prakarsa ini juga didukung oleh lokasi geografi yang strategis kedua negara untuk menjangkau Asia.  Faktor lain yang mendukung gagasan IFIC antara lain: potensi dan keanekaan sumber bahan pangan Indonesia dan Australia, dorongan pemerintah untuk melakukan industrialisasi dan hilirisasi inovasi Indonesia, serta potensi memanfaatkan keunggulan teknologi Australia dalam standarisasi industri dan pengolahan produk pertanian dan pangan.
 
Brainstorming terbatas A-B-G ini diikuti oleh peserta dari Kementerian Ristek-Dikti, akademisi dan pakar pangan dari IPB / Unika Atmajaya, GAPMMI, CSIRO-Indonesia, wakil dari Australia Trade Commisioner, serta peserta dari beberapa perusahaan pangan Indonesia yang dikenal inovatif: Indofood, Kalbe Nuturionals, dan GarudaFood. 
 
(KS/120215)