Forum Inovasi Teknologi 2014

Forum Inovasi dan Teknologi Indonesia (FIT) 2014 adalah bagian dari upaya Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) untuk mendorong tumbuhnya ekosistem yang mendukung perkembangan Iptek yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya petani, nelayan dan masyarakat pedesaan, dan juga tercipta dan tumbuhnya usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek di Indonesia.

FIT telah diselenggarakan 2 kali yaitu di tahun 2011 bertempat di @amerika Jakarta yang mengangkat tema Komersialisasi Teknologi dan di tahun 2012 di FX Jakarta dengan tema Idea to Impact.

Sejalan dengan tema utama FIT 2014 yaitu Inclusive Innovation, acara ini diharapkan dapat menjadi sebuah platform untuk bersinergi, kolaborasi, tukar pengalaman dan memperkuat jejaring dari semua pemangku kepentingan yang peduli terhadap perkembangan Iptek dan usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek.

Oleh karena itu acara ini terbuka untuk dihadiri oleh semua kalangan baik pemerintah, organisasi-organisasi atau lembaga non profit, institusi pendidikan, donor multilateral, inovator, investor dan masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap pertumbuhan Iptek dan usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek.

 

Objektif

  1. Mempertemukan semua pemangku kepentingan yang yang mempunyai kepedulian terhadap perkembangan Iptek dan usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek untuk menjalin sinergi, kolaborasi, dan kemitraan.
  2. Upaya INOTEK untuk berperan aktif dalam mendukung dan mendorong tumbuhnya ekosistem yang kondusif bagi perkembangan teknologi yang inovatif, aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas dan tercipta dan tumbuhnya usaha pemula kecil dan menengah berbasis Iptek.
  3. Sebagai platform bagi para inovator dan usaha pemula,kecil dan menengah berbasis Iptek Indonesia untuk menunjukkan hasil karyanya, berjejaring dan mencari mitra untuk pengembangan usahanya.

PROGRAM

  • Seminar, workshop
  • Kompetisi Bisnis Hijau
  • Innovation Competition (peserta pameran)
  • International Exhibition (peserta pameran dari Malaysia, Singapore, Korea, Taiwan, Indonesia).
  • Awarding Night (penyerahan hadiah bagi pemenang Kompetisi Bisnis Hijau danInnovation Competition).

PESERTA

  1. Lembaga-lembaga atau institusi pemerintah yang berkaitan dengan Iptek dan kewirausahaan
  2. Lembaga-lembaga donor dan kedutaan asing
  3. Institusi Pendidikan (Perguruan Tinggi), terutama yang memiliki Inkubator Bisnis dan Fakultas Teknik dan yang berkaitan dengan Iptek
  4. Para inovator akar rumput
  5. Organisasi Non Profit
  6. Impact Investor dan Venture Capital
  7. Perusahaan swasta
  8. UKM yang berbasis Iptek.
  9. Masyarakat umum yang tertarik dengan Iptek dan kewirausahaan berbasis Iptek.

TENTANG INOTEK

Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) didirikan dengan didasari oleh keyakinan bahwa teknologi yang inovatif, aplikatif dan tepat-guna dapat memberi manfaat dan dampak sosial dan ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui Program Mentoringnya, INOTEK berperan aktif dalam mendukung pengembangan dan penyebarluasan teknologi inovatif yang berguna dan terjangkau oleh masyarakat dan meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat. Selain itu INOTEK juga secara rutin menyelenggarakan seminar, pelatihan, lokakarya, serta kegiatan publik lainnya.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website inotek.org

Undangan Temu Bisnis IKM Agro Industri

Undangan Small Biz-Agro Maret 2014

Agroindustri merupakan kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang, dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. Agroindustri  menfokuskan diri pada pemberian nilai tambah dari hasil pertanian. Disinilah seni dan kreatifitas dituangkan dalam mengolah hasil pertanian agar meningkatkan kualitas hasil pertanian serta menambah nilai jualnya.

 

Business Innovation Center (BIC) mengundang Anda dalam temu bisnis IKM (Industri Kecil Menengah) dalam bidang Agro dalam tajuk “Agro Industry Biz Development” – Inovasi dan Teknologi Pengolahan Pasca Panen.

Kegiatan ini digagas untuk memfasilitasi pegiat kewirausahaan dibidang Agro (Pertanian) pada khususnya. untuk berbagi pengalaman, prospek/peluang bisnis, mendapatkan pasar, dan memperluas jejaring (Networking).

Untuk mendukung program tersebut, kami mengundang Anda hadir pada Small Business Gathering: AgroIndustry Biz Development yang akan diselenggarakan pada :

 

Hari / Tanggal       :  Jumat, 28 Maret 2014

Waktu                   :  13.30 – 16.30

Tempat                :  Graha Widya Bhakti, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan

Agenda acara      :  (terlampir)

  

Acara ini gratis, tidak dipungut biaya. Namun peserta  terbatas (kami sediakan kursi untuk 35 peserta). Di dalam acara ini juga, kami sediakan sesi “Sponsor Speech” bagi Anda yang ingin presentasi/ menampilkan profil perusahaan dan atau produk untuk dikenalkan kepada audiens lainnya.

Untuk memastikan ketersediaan sarana bagi Anda. Mohon Anda berkenan memberikan konfirmasi kehadiran. Dengan mengisi lembaran konfirmasi  terlampir. Dan mengirimkan kembali via email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it." style="line-height: 1.3em;">This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau Fax : +62 21 7560 165. Konfrimasi paling lambat: Kamis, 27 Maret 2014. Terimakasih

 

Untuk memudahkan registrasi dapat juga dengan mengisi form berikut. klik disini 

BIC Inisiasi Temu Bisnis Industri Kecil Menengah

Selasa, 25 Februari 2014, Business Innovation Center (BIC) kembali menyelenggarakan acara yang berjudul “Young Business Forum”. Acara yang bertempat di gedung Graha Widya Bhakti, PUSPIPTEK Tangerang Selatan ini dihadiri oleh puluhan peserta. Undangan Diantaranya pengusaha muda (start up), ilmuwan, lembaga penelitian seperti LIPI, lembaga incubator bisnis diantaranya : Yayasan Inovasi Teknologi (INOTEK), Business  Technology and Incubation Center (BTIC)- MITI, Inkubator Swiss German University (SGU). Turut hadir perwakilan dari Kementrian Riset dan Teknologi Indonesia, Bapak Yani Sofyan.

 “Tujuan dari diseleggarakannya Young Business Forum ini adalah untuk mendukung segala bentuk kewirausahaan terutama yang berkenan dengan proses transfer teknologi dan inovasi” tutur Dimas Sandy Yuditia, Project Manager sekaligus membuka kegiatan temu bisnis IKM.

Di sesi pertama, Senior Intermediator BIC. Bapak Pudjianto memaparkan tema “Business Prospek”. Bahwa dalam menangkap prospek bisnis bergantung pada cara pandang pribadi (point of view), dalam memandang sisi politik, ekonomi,social, dan teknologi.  Kemudian dipaparkan pentingnya jejaring (networking). Termasuk kegiatan yang digagas oleh BIC menjadi salah satu bentuk membangun relasi.

Selanjutnya, ditunjukkan beberapa inovasi-inovasi prospektif yang tertuang dalam buku 100+ inovasi Indonesia. Buku 100+ inovasi ini merupakan karya tahunan BIC yang memuat kumpulan karya inovasi anak bangsa yang mempunyai prospek bisnis menjanjikan.

Pada Sesi kedua, dipaparkan tema “Pengembangan Bisnis Berbasis Teknologi” dalam presentasinya Pak Pudjianto menjelaskan bahwa bisnis berbasis teknologi . Akan mampu menjadi bisnis yang berjangka panjang (Longterm Business) karena tidak mudah di kopi serta rendah jumlah pesaing (low compotitors). “Kata kunci yang perlu dipahami Semua bidang Industri sangat memerlukan teknologi, baik dalam proses dan produknya  dan   semua perusahaan baik kecil maupun besar selalu melakukan development” Demikian penjelasan oleh pak Pudjianto. Dalam melakukan  Business Development perlu diperhatikandan urutan sistematis diataranya: Business Concept, Business Strategy, Business Mapping, Business Plan, Business Networking, Action Plan, dan Pilot Project.

Sebagai bagian dari temu bisnis, mitra strategis BIC seperti seperti PT Saptakrida Karyamas (SAPTAKK) dan MCI Management memberikan presentasi produk dan jasa yang ditawarkan.  PT. SAPTAKK, perusahaan penyedia peralatan dan instalasi. Berdiri sejak tahun 1987 dengan produk utama Genset. Sementara, MCI management memberikan kesempatan bisnis (business opportunity projects) dibidang Event Management dalam menunjang Inovasi dan Inovator.

Sebagai pihak yang memainkan peranan penting dalam hal kegiatan intermediasi inovasi teknologi dan bisnis. Pada akhir acara, BIC menjajaki berbagai peluang intermediasi antara  peserta yang hadir pada acara tersebut untuk berkolaborasi satu sama lain. Sehingga tercipta kesepakatan bersama untuk berkerja sama. (suta)

 

 

BIC Young Business Forum 2014

Business Innovation Center (BIC) merupakan sebuah lembaga intermediasi yang didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi,(RISTEK) Republik Indonesia untuk mendorong inovasi teknologi menuju komersialisasi.

Sebagai bagian dari tindak lanjut event Young Business Forum terdahulu pada tahun 2011. BIC berupaya mendukung segala bentuk kegiatan kewirausahaan terutama yang berkenaan dengan proses transfer teknologi dan inovasi. Kegiatan tersebut ditujukan untuk Mempromosikan Inovasi teknologi,  Mendapatkan Pasar, dan Memperluas Jejaring (Networking)

Untuk mendukung program tersebut, kami mengundang Anda hadir pada Small Business Gathering: Young Business Forum BIC, yang akan diselenggarakan pada:

 

Hari / Tanggal           :  Selasa, 25 Februari 2014

Waktu                      :  13.00 – 16.30

Tempat                    :  Graha Widya Bhakti, Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan

Agenda acara            :  (terlampir)

                     

Untuk memastikan ketersediaan sarana bagi Anda. Mohon Anda berkenan memberikan konfirmasi kehadiran Anda dengan lembaran konfirmasi  terlampir. Dan mengirimkan kembali via email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it." style="line-height: 1.3em;">This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau Fax : +62 21 7560 165. Terimakasih

 

Undangan dan konfirmasi kehadiran silakan download form berikut :

 

 

Attachments:
Download this file (Undangan BIC Small Bisnis Gathering.doc)Undangan YBF2014[ ]75 kB

Menristek Resmikan Laboratorium Lapang LIPI – PT KAR

Rumpin, Jumat, 15/11/2013. Mentri Riset dan Teknologi, Prof. Gusti Muhammad Hatta didampingi Kepala LIPI, Prof. Lukman Hakim meresmikan Laboratorium Lapangan Perbibitan Sapi Unggul bertempat di PT. Karya Anugrah Rumpin (PT. KAR). Laboratorium lapang tersebut merupakan upaya kolaborasi dan sinergi kontribusi nyata riset aplikasi di bidang peternakan melibatkan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dengan PT KAR yang mendapat  dukungan oleh kementrian riset dan teknologi.

 Laboratorum lapang ini digunakan untuk meneliti dan mengembangkan paket teknologi Inseminasi Buatan (IB) sexing dan Embrio Transfer (ET). “paket teknologi ini sebenarnya bukan hal baru. Hanya saja, kami melakukannya secara nyata dilapangan untuk memperbaiki genetik sapi yang ada di masyarakat” ujar Syahruddin Said, Peneliti Pusat Bioteknologi LIPI. “kedepannya kita harapkan apa yang telah dilakukan LIPI bersama PT KAR dapat disebarkan secara nasional melalui dukungan dari berbagai pihak” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LIPI, Prof. Lukman Hakim. menyatakan, upaya LIPI dalam mengusung hasil riset dibidang peternakan ke lapangan telah dilakukan. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), LIPI telah membentuk Pusat Pengolahan dan Pengembangan Pakan Ternak Ruminansia (BP3TR). Diharapkan limbah lokal hasil pertanian dan perkebunan, dapat dijadikan pakan ternak. Selanjutnya, pembangunan Unit prosesing daging dengan pendirian Rumah Potong Hewan (RPH) modern di Payakumbuh, Sumatera Barat.  Kemudian, LIPI melalui program Milk and Meat Pro menginisasi Central Milk Testing (CMT) di Indonesia.

KSO LIPI-PT KAR

Peresmian Laboratorium lapang tersebut merupakan kelanjutan dari Kerjasama Operasional (KSO) yang telah terlebih dahulu dilakukan antara Pusat Penelitian Bioteknologi, LIPI dengan PT. KAR pada Oktober 2012. Menristek menyambut baik upaya sinergitas tersebut sebagai bagian dari kolaborasi ABG (Akademisi, Business, and Government). Dalam kesempatan yang sama, Menristek menghargai upaya yang dilakukan Business Innovation Center (BIC) dalam melakukan proses intermediasi membangun kepercayaan pihak swasta (PT KAR) dalam mengadposi teknologi yang dihasilkan LIPI. Proses intermediasi tersebut tidak mudah, memerlukan waktu dan sumberdaya yang tidak sedikit. “ Saya mendengar bahwa untuk sampai tahap ini membutuhkan waktu sekitar 4 tahun. Inilah contoh proses alih teknologi pada industri” Ujar Menristek dalam sambutannya.

 Proses hingga mencapai Kerjasama Operasional (KSO) LIPI-PT KAR ini telah dimulai dilakukan pada Januari 2010 lalu. Melalui serangkaian proses panjang pada 29  September 2011 ditandatangai MoU antara Pusat Penelitan Bioteknologi, LIPI dengan PT. KAR di mediasi oleh Business Innovation Center. Setahun kemudian, pada 15 Oktober 2012 ditandatangi Kerjasama Operasional dalam melakukan riset bersama dalam perbaikan bibit unggul sapi.

KSO ini diharapkan mampu mendukung terciptanya kemandirian dan swasembada daging dan susu berkelanjutan ditandai dengan peningkatan produksi dan produktivitas peternakan dalam memenuhi kebutuhan daging dan susu nasional.(Aria)

 

Intermediasi IPTEK Mampu Meningkatkan Produksi Sapi

 

jumpa pers Ristek BIC

Jakarta (14/11/2013) - Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Pembangunan dan peningkatan Iptek pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan taraf kehidupan bangsa, serta kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia di mata dunia.

Menyadari kondisi tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) melalui Business Innovation Center (BIC) berhasil melakukan intermediasi peningkatan produksi sapi dengan mengadopsi teknologi IB Saxing dan Embrio Transfer yang dihasilkan oleh LIPI. “Kita harus terus meningkatkan produksi daging sapi bahkan termasuk ikan, kambing dan lain-lainnya,” kata Menristek, Gusti Muhammad Hatta di Gedung Kemenristek, kemarin.

Dengan program ini, menurut  Gusti, maka pembangunan infrastruktur iptek akan menjadi jawaban dari kebutuhan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup dalam mendorong pengembangan infrastruktur iptek yang mendukung program pembangunan peternakan, khususnya dalam rangka menunjang swasembada daging sapi.

Menurutnya, praktek peternakan yang tidak dilandasi ilmu pengetahuan dan teknologi akan menurunkan populasi dan memperburuk kualitas genetika ternak di Indonesia yang pada akhirnya akan semakin membuat Indonesia tergantung pada pihak asing. “Jika populasi daging sapi berkurang dan dibiarkan terus menerus akan menurunkan konsumsi protein dan dapat berakibat pada penurunan kualitas dan kecerdasan rakyat Indonesia,” jelas Gusti.

Gusti menambahkan, pihaknya menyambut baik kerja sama antara LIPI dan PT Karya Anugerah Rumpin dalam meningkatkan produksi sapi dan perbaikan genetik sapi lokal melalui implementasi teknologi IB Sexing dan Embrio Transfer. Serta kesepakatan kerjasama operasional (KSO) antara Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dan PT KAR dikembangkan dengan konsep sinergi Academician, Business and Government (A-B-G) untuk membangun suatu sistem pengembangan sektor peternakan yang memiliki daya saing dan berkelanjutan. “Sinergi ketiga aktor tersebut dalam mendukung tumbuhnya inovasi dikenal sebagai Sistem Inovasi, Sistem Inovasi Nasional (SINas) pada level nasional, dan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) pada level daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, daging sapi merupakan komoditas pangan yang menjadi fokus pemerintah untuk swasembada. Di Indonesia terdapat jutaan peternak sapi yang menjadikan peternakan sebagai mata pencahariannya. “Keberhasilan  PT KAR ini nanti akan kita jadikan contoh, sehingga bisa ditiru oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” ungkapnya.

Kalau produksi sapi bisa meningkat, kata Gusti, tentu Indonesia dapat mengurangi impor, karena selama ini masih terjadi impor sapi maupun dagingnya, imbuhnya. Dari data impor sapi menunjukkan, impor daging dan sapi bakalan tahun 2011 adalah sebesar 321,4 juta dolar AS dan 328,3 juta dolar AS, dan tahun 2012 nilai impor daging dan sapi bakalan sebesar 156,1 juta dolar AS dan 285,9 juta dolar AS. Ada penurunan atau penghematan pengeluaran anggaran untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 32 persen. “Jadi, swasembada daging bukan hal yang tidak mungkin dicapai oleh bangsa ini. Berdasarkan data yang dirilis FAO, konsumsi daging perkapita di Indonesia masih lebih kecil dibandingkan dengan negara lain. Padahal konsumsi daging adalah salah satu upaya pemenuhan kebutuhan protein hawani masyarakat, yang akan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia,” pungkasnya. (cr-18)

sumber : Pelitaonline.com (17 November 2013)

 

Pelatihan Teknopreneurship BIC

BIC Banner Pelatihan BICPara pelaku dan lembaga Penelitian dan pengembangan (Litbang) semakin dituntut agar mampu menghasilkan karya-karya ilmiah dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Jalan dan upaya untuk mencapai sasaran tersebut seringkali terasa sebagai beban berat bagi para peneliti dan pengelola Litbang, karena mereka harus bersentuhan dan bahkan masuk ke dunia kewirausahaan (entrepreneurship)

Read more...