• +6221 4288 5430
  • +62 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • +62 8118 242 462 (BIC-INA)
  • info@bic.web.id

Free energy: Inovasi Terobosan Setelah Nuklir?



Saya banyak membaca tentang inventor-inventor free energy yang katanya mati menggenaskan. Sebagai contoh, Stanley Meyer yang meninggal beberapa saat setelah aplikasi patennya, water fuel, ditolak karena gagal dites. Berkembang teori konspirasi, bahwa Meyer dibunuh dengan diracun arsenik.  Katanya, temuannya  berpotensi membahayakan perusahaan global yang bergerak di bidang energi. Apa jadinya kalau misalkan air benar-benar bisa diubah menjadi bahan bakar, bukankah itu akan membangkrutkan perusahaan-perusahaan energi dunia?  Demikian mereka berkilah.

Kalau kita lihat video-video tentang nasib para inventor free energy, misalka video-video dari Patrick Kelly, yang ditonjolkan adalah dugaan adanya konspirasi. Semacam curhatlah. Mekanisme bagaimana free energy itu tercipta, tidak pernah dijelaskan secara tuntas. Berbagai alasan dikemukakan, misalkan jika dibuka dikhawatirkan inventornya dikejar-kejar FBI, CIA dll...dll. Memang berapa banyak sih inventor free energy itu yang dibunuh?  Setahu saya hanya Meyer. Itupun kalau benar dia dibunuh. Kalau bunuh diri? Tetapi kalau inventor free energy dipenjara?, sudah cukup banyak.

Misalkan Patrick Kelly. Dia pernah dipenjara 5 tahun  bukan karena invensi free energy devices-nya, tetapi karena melarikan uang  donatur yang berhasil dikumpulkannya.  Para donatur itu berharap, jika penelitian  Patrick berhasil, masyarakat akhirnya bisa terbebas dari jerat energy fosil. Sebuah dukungan yang mulia sekali. Contoh lain adalah Mike Brady  dari Jerman yang terkenal dengan Brady's motornya. Dia juga bermasalah dengan hukum, karena melarikan dana para donatur.  Mirip si Djoko Suprapto van Nganjuk-lah. Lha Presiden SBY saja waktu itu bisa tertipu kok?  Saya menduga, si Meyer itu bukan mati dibunuh, tetapi bunuh diri, karena keputus-asaan ketika invensi dia tidak berhasil diuji di depan tim paten. Benar tidaknya, wallahu a'lam.

Pada hemat saya, teori konspirasi itu hanyalah alibi para inventor untuk menutupi kegagalan mereka. Dengan ceritera itu, muka mereka bisa diselamatkan. Itu saja. 
Dalam banyak aspek, umumnya teori tentang free energy, entah water fuel, entah motor magnet free energy, sangat abu-abu. Termasuk motor magnetnya Nikolae Tesla, yang konon khabarnya bisa  membangkitkan energi berkali lipat. Teman-teman bisa telusuri sendiri paten-paten dari Tesla di Google Patents. Saya sendiri sejak pertama kali download patent-patent Tesla yang terkait free energy, hingga saat ini nggak pernah "mudeng" bagaimana free energy tersebut bisa dibangkitkan. Para volunteer yang mencoba mereproduksi motor magnet free enegy Tesla, banyak yang gagal walaupun ada sedikit yang berhasil.  Bahkan patent motor magnet Muammer Yildiz,  inventor asal Turkey, menurut saya sangat sulit dipahami.  Atau mungkin saya tidak cukup cerdas memahami jalan pikiran para inventor tersebut. Itu sebab kenapa motor magnet Muammer Yildiz, meski berhasil secara gemilang dalam demonstrasi di Belanda, hingga sekarang belum diproduksi secara besar-besaran. 

Ciri sains adalah replikatif dan repetitif serta dapat dibuktikan dimana saja.  Alat melakukan percobaan bisa ditiru dengan hasil yang sama persis kalau semua syarat terpenuhi.  Percobaan yang terkait dengan sains tersebut, diulang berapa kalipun, sepanjang kondisinya sama, hasilnya akan sama. Selain itu, logika sains itu mudah, tidak berbelit-belit. Bahkan orang yang tak mengerti sainspun, bisa memahami dengan mudah. Para inventor free energy umumnya gagal memenuhi syarat diatas.

Saya pernah membaca, bahwa Department of Energy (DOE) Amerika pernah meminta para peneliti energi untuk mengejar benar keberadaan free energy, betapapun kecil peluangnya.  Artinya, pemerintah Amerika sebenarnya menaruh perhatian besar  dan serius. Dugaan saya, pemerintah Amerika menaruh kekhawatiran  karena thermal nuclear yang diharapkan sebagai sumber energi tak hingga di masa datang, hingga kini belum menampakkan hasil sebagaimana diharapkan, meskipun sudah diteliti 65 tahun. Sayangnya, para engineers yang dikerahkan untuk memburu belum menunjukkan hasil yang memuaskan, selain dari alat yang berhasil didemonstrasikan, meskipun  tanpa basis ilmiah yang memadai,  Cara ini tentu sulit diterima, karena pengembangan teknologi membutuhkan kepastian dalam aspek sainsnya.


Prof. Dr. M. Nurhuda 

Catatan: 
M. Nurhuda adalah seorang dosen dan peneliti di Universitas Brawijaya, dipilih oleh BIC menjadi salah seorang Inovator Indonesia, karena penelitian dan karyanya mengembangkan inovasi kompor energi biomassa yang sehat bagi masyarakat akar rumput Indonesia. Ilustrasi tulisan yang menyarankan agar kita berpikir "out-of-the-box" diambil dari postingan WAG  Ir. Suwito Anggoro, mantan CEO dan Chairman PT Caltex Pacific Indonesia (sekarang PT Chevron Indonesia)
 


Komentar

Belum ada komentar

Tinggalkan Pesan

Blog Terbaru

KOLABORASI KUNCI WUJUDKAN INDONESIA MAJU 2045

Dalam diskusi peluncuran buku "Indonesia Menuju 2045"  yang merupakan kerjasama

Saatnya Membuat Terobosan Inovasi

Victor Hugo penyair dan novelis Perancis menjadi terkenal salah satunya karena ungkapannya: "Ti

Free energy: Inovasi Terobosan Setelah Nuklir?

Saya banyak membaca tentang inventor-inventor free energy yang katanya mati menggenaskan. Sebagai co

BRIN: Sisi Pandang Pengelolaan Kebijakan dan Ekosistem Inovasi ......

Setelah sekian lama urusan riset, teknologi dan inovasi Indonesia mengalami berbagai perubahan/perga

Apakah BRIN Perlu?

Rasanya mustahil pembaca untuk pertama kali mendengar “Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)