Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

PanganEnergiTransportTIKHanKamSehat ObatMaterial MajuLainnya

19 Tahun Inovasi Ketenagalistrikan Indonesia

 
Pada 19 Oktober 2019 yang lalu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) merayakan 19 tahun kiprah PLN dalam berinovasi.  Selain merupakan "perayaan" yang meriah, terlebih penting lagi adalah nilai strategisnya. Dengan tugas PLN untuk menambah kapasitas pembangkitan nasional sebanyak 35 Gigawatt, sekaligus menekan subsidi listrik; hanya mungkin jika PLN bisa melakukan upaya inovasi secara "all-out".   
 
Pada acara ini, juga dilakukan peluncuran sebuah buku bunga-rampai inovasi, yang berisi berbagai pemikiran-pemikiran inovasi, sebanyak 19 bab, yang merupakan sumbangan dari 19 praktisi inovasi di Indonesia. Direktur Eksekutif BIC, ikut menyumbangkan pemikiran di salah satu bab yang mengulas tentang "Pengukuran Kinerja Inovasi" . Buku ini disunting oleh dua pakar inovasi Indonesia: Dr. Avanti Fontana, dan Dr. Zainal Arifin. 
 
KS(26/10/16) 

The 5th Indonesia International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES 2013)

iicies 2013

CALL FOR PAPERS

Indonesia International Conference on Innovation, Entrepreneurship, and Small Business (IICIES) is an annual conference held by Center for Innovation, Entrepreneurship, and Leadership (CIEL SBM ITB).IICIES has now arrived at the 5th times International Conference held with theme of “Empowering Small Businesses to Grow and Thrive in the Global Market”.

The first year of IICIES held during 2009 with theme of Innovation, Entrepreneurship, and Small Business for Better Indonesia. On the second year, IICIES 2010 carried out theme of Developing Technopreneurship and Entrepreneurial Small Business; a Key to Sustainable Future in collaboration with Universitas Multimedia Nusantara (UMN). The third IICIES involved diverse entities within and outside the country according to its theme, “Creative and Cultural Entrepreneurship in the New Era”. In 2012, together with Universitas Ciputra, the fourth IICIES held with the theme of Developing & Collaborating in Innovation and Entrepreneurship to Pursue ASEAN Emerging Markets.

IICIES has been always involved the three pillars in the process of technology commercialization and small business empowerment: academics, business, and government. Researches will be focused on the areas of entrepreneurship, creativity & innovation, management of technology, leadership, and managing small business & start-up. Read more

 
 

"109 Inovasi Indonesia" Segera Hadir

Setelah mengalami keterlaambatan beberapa saat, persiapan penerbitan "109 Inovasi Indonesia - 2017" akhirnya tuntas.  Kemarin, 21 Desember 2017, seluruh konten buku telah berhasil "naik cetak", dan diharapkan pada penutup tahun 2017 minggu depan, pengiriman buku "109 Inovasi Indonesia - 2017" dapat dimulai, dan akan dilanjutkan pengirimannya ke seluruh Indonesia pada awal tahun 2018. 

"109 Inovasi Indonesia - 2017" merupakan edisi ke sepuluh penerbitan serial "100+ Inovasi Indonesia", yang dipersiapkan dengan "agak" istimewa, sebagai peringatan satu dasawarsa terbitan BIC. Untuk itu, selain menyajikan 109 karya inovasi terpilih dari seluruh Indonesia, terbitan kali ini memuat berbagai pemikiran dan gagasan ke depan, bagi prakarsa dan upaya penguatan inovasi di Indonesia.  Termasuk di antaranya, disajikan hasil awal "Survei Suara Inovator Indonesia tahap pertama (SSII-I), serta pemikiran Prof Rene T Domingo (AIM) tentang "definisi" inovasi di masa depan.  Selain itu, terbitan kali ini juga memuat pemikiran Pimpinan LIPI tentang strategi hilirisasi di Indonesia, dan suntingan sebuah postulat terobosan dari Dr. Florin Paun, yang menyarankan dilakukannya "hibridisasi" TRL (Technology Readiness Level) dan DRL (Demand Readiness Level) demi efektivitas dalam hilirisasi Inovasi.     
 
BIC menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim penerbitan "109 Inovasi Indonesia - 2017", yang telah bekerja keras untuk memenuhi target jadwal penerbitan. Dan tidak lupa disampaikan penghargaan dan terimakasih yang luar-biasa kepada segenap pendukung dan sponsor penerbitan "109 Inovasi Indonesia - 2017", yang telah membuat terbitan ini terlaksana.        
 
Salam inovasi !

(DIBATALKAN) Breakthrough Strategies & Innovation Execution Forum (ENGLISH)

breakthrough strategy and innovation execution forum

Lampiran:
Download File ini (468_VG SINGAPORE 2012- bic.pdf)Brochure VG Training[[Brochure: Breakthrough Strategies & Innovation Execution Forum]]413 kB

Selengkapnya...

1.000 Kompor untuk Merapi

Kompor untuk MerapiLATAR BELAKANG

Sesuai dengan salah satu misi INOTEK yaitu Mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi inovatif untuk meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, serta membantu pengentasan kemiskinan serta dalam rangka membantu korban bencana khususnya Merapi . 

Bahwa banyak dari korban bencana Merapi yang tidak memiliki peralatan memasak karena rusak oleh awan panas 

Bahwa Kompor Biomassa sangat cocok untuk daerah bencana karena hemat bahan bakar dan ramah lingkungan

Selengkapnya...

108 Inovasi Indonesia - 2016

 
BIC kembali mengajak para inovator Indonesia untuk ikut dalam seleksi 108 Inovasi Indonesia-2016, sebagai serial dari pemilihan 100+ Inovasi Indonesia tahun ke 9, sejak 2008. Karya inovasi Anda yang terpilih akan disebar-luaskan ke seluruh Indonesia, untuk menarik minat para sponsor, investor dan  peminat inovasi lainnya, agar hilirisasi karya Anda dapat didukung menuju ranah aplikasi dan komersialisasi.  Mohon Anda memperhatikan tanggal-tanggal penting sebagai berikut:
 
1. Batas akhir pengajuan proposal "108 Inovasi Indonesia-2016": Rabu, 31 Agustus 2016
2. Keputusan juri untuk 108 proposal yang terpilih: Jum'at 30 September 2016
3. Penerbitan "108 Inovasi Indonesia - 2016": Jum'at, 16 Desember 2016.  
 
Para inovator yang telah berpartisipasi pada kompetisi inovasi NIC-TGIF (http://innovation.id), baik yang terpilih maupun tidak, bisa mengajukan lagi proposal mereka ke seleksi "108 Inovasi Indonesia - 2016", asalkan tidak merupakan pengulangan dari proposal yang telah terpilih sebelumnya di 100+ Inovasi Indonesia. Sampai pada saat berita ini dimuat (19 Juli 2016), database seleksi BIC telah menerima 223 proposal inovasi "Baru", dan 38 proposal inovasi yang siap untuk di "Review", disamping ada 259 proposal inovasi terdahulu dengan status perlu di "Revisi", untuk bisa ikut bertarung lagi pada seleksi "108 Inovasi Indonesia - 2016".    
 
Para pengaju proposal yang telah melengkapi proposal mereka sampai tahap "Review", akan memperoleh feedback / usul revisi untuk penyempurnaan proposal mereka dari BIC, sebelum diajukan ke penjurian. Layanan "Review" dan "Usul Revisi" akan dimulai pada bulan pertengahan Juli 2016 sampai batas akhir pengajuan proposal yaitu pada 31 Agustus 2016. 
 
Mari ikut dalam seleksi 108 Inovasi - 2016, dan jadilah Jawara Inovasi Indonesia ! 
 
Salam inovasi !

2018: Tahun Awal suatu Era Baru*

Seabad yang lalu, kebanyakan warga Amerika hidup seperti kebanyakan manusia di jaman kuno. Sebagaimana dikatakan Robert Gordon dalam “The Rise and Fall of American Growth”, tidak banyak dari mereka punya tempat cuci di dalam rumah, atau listrik, atau punya mobil. Urusan sehari-hari mereka dalam menyiapkan makan atau mencuci pakaian adalah menyiapkan kayu bakar atau mengangkut air yang melelahkan. Mulai era 1920an berbagai hal mulai berubah, saat listrik dan peralatannya melengkapi rumah tangga, infrastruktur berkembang, dan toko-toko eceran merebak dan membuat perubahan besar dalam pola hidup rumah tangga. Pekerja pabrik pun bisa bekerja lembur dan bekerja di shift malam, kehidupan kota, dan bangkitnya wanita pekerja. Ini merupakan revolusi kehidupan yang dahsyat, bahkan lebih besar dibanding revolusi digital yang kita alami beberapa dekade berselang.  

Padahal sebenarnya, di awal tahun 2018 ini, dunia sedang memasuki era baru seperti yang dialami Amerika seabad lalu.  Kita sedang di persimpangan menuju perubahan maha besar dalam berbagai hal sekaligus: cara kita “berkomputer”, cara kita memproduksi barang dan jasa, dan secara umum, bagaimana kita menggerakkan perekonomian.  Berbagai “gelombang besar” teknologi kini sudah nampak di“ufuk timur”, dan akan menjadi penentu kehidupan manusia pada dekade 2020an. Jika kita ingin “survive” di masa mendatang, kita juga harus terjun ke dalam gelombang-gelombang besar ini sekarang.   

Dunia Pasca “Moore’s Law” 

Lebih dari lima dekade, dunia teknologi mengamini hukum “Moore” (Gordon Moore adalah salah seorang pendiri Fairchild Semiconductor & Intel), yang menyatakan bahwa setiap tahun akan terjadi pelipatan kemampuan dalam memasukkan jumlah prosesor komputer ke dalam silicon chips, pelipat-gandaan kemampuan komputer, dan selanjutnya terjadi berbagai revolusi dari aplikasi komputer, dan pada gilirannya menghasilkan lompatan-lompatan dalam produk, jasa, pasar dan perekonomian.  Inilah yang melahirkan para entrepreneur berbasis teknologi, yang mengambil-alih posisi para entrepreneur industri di era sebelumnya.

Namun, kita perlu mencermati bahwa era “Moore’s Law” sepertinya akan usai, karena dasar dalam persaingan dunia kita sedang bergeser dari aplikasi teknologi, kembali ke upaya-upaya memperbaiki teknologi yang sudah ada.  Yang paling mendasar adalah upaya-upaya untuk berinovasi (memperoleh nilai tambah lebih besar) dari berbagai teknologi yang telah ada.   

Sebagai contoh, Google dan Microsoft telah mulai membuat chips mereka sendiri, yang ditujukan untuk mengoptimalkan proyek-proyek kecerdasan buatan mereka. Sepertinya mereka sedang merintis terobosan-terobosan untuk menuju ke arsitektur komputasi yang secara fundamental baru sama sekali, misalnya pengembangan komputasi “quantum” atau “neuromorphic”. 

Berbagai perusahaan pelopor inovasi lainnya, seperti IBM atau Intel, bahkan bisnis pemula seperti Rigetti dan D-Wave telah menggelontorkan milyaran dollar untuk hal ini, dan sepertinya beberapa akan dikomersialkan menjelang dekade 2020 mendatang. Berbagai pelaku industri dunia yang inovatif sudah meneken kontrak dengan mereka. Teknologi-teknologi inovatif seperti di atas, selain akan menjadi gelombang yang besar yang menyapu para pelaku ekonomi yang tidak ikut berubah, juga diperkirakan akan menawarkan dunia dan kehidupan yang berbeda, penuh kejutan; sekalipun barangkali memerlukan waktu setidaknya satu dekade, untuk menjadi bagian dari kehidupan yang “baru”.  

Revolusi Energi 

Sejak Jimmy Carter memasang sebuah panel surya di Gedung Putih pada tahun 1979, energi terbarukan diangkat menjadi issue politik global. Para pegiat lingkungan terus mendorong digunakannya energi surya dan energy bayu demi “menyelamatkan” dunia. Mereka yang skeptic menganggap wacana tersebut sebagai beban tambahan bagi perekonomian, yang hanya disukai oleh para “pemimpi” lingkungan.

Hari ini, kita berada di persimpangan jalan menuju energy terbarukan. Biaya energi terbarukan dengan drastis terus turun, dan diperkirakan dalam dekade mendatang akan menjadi lebih murah dibandingkan energi “fossil” yang selain mencemari, juga akan bakal habis. Diperkirakan pada 2022, mobil-mobil listrik akan menjadi lebih murah dibandingkan mobil konvensional (BBM). Kita sedang memasuki era, dimana para ekonom dan pegiat lingkungan berjalan seiring dan searah.  Memang masih tersisa tantangan teknologi dalam baterai penyimpan energi, dimana teknologi yang kita sudah kenal sepertinya telah mendekati batas teoritis untuk dikembangkan kapasitasnya. Untungnya, berbagai riset besar-besaran untuk menemukan teknologi baterai baru sepertinya telah mulai menampakkan terobosan-terobosan. Salah satunya adalah dari Joint Center for Energy Storage Research (JCESR), Argonne National Laboratory di Amerika Serikat.

Dari Bits Menuju Ke Atom 

Sekalipun inovasi di era awal abad lalu telah mengubah praktis semua segi kehidupan manusia, namun kualitas kehidupan manusia pada awalnya belum berubah banyak. Harapan hidup manusia masih berkisar di angka 50 tahunan, manusia yang meninggal karena infeksi masih tinggi karena antibiotic belum ditemukan.  Pada era pasca Perang Dunia II di awal 1950an, barulah transformasi dari inovasi dunia menunjukkan hasil bagi masyarakat luas. Selain usia harapan hidup yang bertambah secara signifikan; toilet di dalam rumah, mobil, TV, dan telepon hadir di kehidupan rumah tangga umumnya.

Setelah itu, revolusi inovasi digital sebenarnya tidak terlalu berdampak pada kualitas kehidupan masyarakat. Produktivitas ekonomi tidak berkembang terlalu besar, dan angka harapan hidup manusia juga tidak lagi meningkat banyak sejak tahun 1970an. 

Masa depan sepertinya akan menjadi lebih cerah di era dekade 2020 mendatang, dengan akan segera lahirnya berbagai teknologi terobosan, yang akan mendorong berbagai inovasi beralih dari “bits” kembali ke “atom”.  Teknologi dalam “material science” sepertinya akan merevolusikan cara kita membuat barang, sementara itu inovasi teknologi “genomic” dalam kesehatan, juga akan merevolusikan kesehatan; dimana penyakit-penyakit seperti kanker dan hemofilia akan bisa disembuhkan. Arsitektur baru komputasi, menjadi murahnya energi (terbarukan) dan berbagai kemajuan dalam kecerdasan buatan pada dekade 2020 mendatang, diyakini akan membawa lompatan baru bagi kehidupan manusia.  

Selamat dari Terkaman Perubahan 

Kalau kita menengok ke belakang kita melihat perusahaan-perusahaan hebat datang dan pergi. Di awal Millennium 2000, General Electric (GE) adalah perusahaan paling bernilai di se antero jagad. Hari ini GE tidak ada lagi bahkan di daftar perusahaan Top 50; dan pada saat yang sama, lima dari sepuluh besar perusahaan dunia: Alphabet, Amazon, Facebook, Tencent dan Alibaba adalah cuma perusahaan pemula, atau bahkan belum lahir. Jika trend sejarah berlanjut, bisa jadi sepuluh besar perusahaan dunia nanti di tahun 2028 adalah nama-nama yang kita belum pernah mendengar sekarang. Usia “harapan hidup” perusahaan-perusahaan hebat dalam daftar S&P 500 menunjukkan trend semakin pendek, dan menurut prediksi “Innosight”, 75% dari perusahaan di daftar S&P 500 akan digantikan dengan nama-nama baru. Sekalipun kita tahu sketsa masa depan di atas, mustahil untuk kita bisa mengerti implikasinya bagi kehidupan. Kalau kita tengok aplikasi-aplikasi di smartphone kita, sebagian besar pasti belum ada dalam radar pemikiran kita sepuluh tahun yang lalu.  

Agar selamat, ketimbang berupaya meramalkan masa depan, lebih baik kita berupaya terus-menerus menjajaginya, dengan berdialog dengan pihak lain, bereksperimen dengan inovasi baru, teknologi baru, dan model bisnis baru; sehingga kita tetap waspada dan terhindar dari terkaman perubahan jaman. 

Sama sejak seratus tahun lalu, inovasi saat ini juga merupakan hasil sinergi di antara simpul-simpul dan jejaring teknologi / inovasi baru. Perubahan besar dunia tidak datang dari “satu” invensi besar, tapi merupakan sinergi dan integrasi dari beberapa invensi besar. Jadi sekalipun dampak dari teknologi baru mungkin tidak langsung berdampak bagi kehidupan kita esok hari, kita mesti mengikuti setiap perubahannya, hari ini dan setiap hari. 

Mereka yang selamat lolos dari terkaman perubahan tidak beradaptasi pada perubahan, mereka mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Selamat Tahun Baru 2018 & Salam Inovasi !

* Saduran bebas dari:

Greg Satell “Mapping Innovation”  

@Digitaltonto, DEC 16, 2017

 

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.