Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

Menristek Resmikan Laboratorium Lapang LIPI – PT KAR

Rumpin, Jumat, 15/11/2013. Mentri Riset dan Teknologi, Prof. Gusti Muhammad Hatta didampingi Kepala LIPI, Prof. Lukman Hakim meresmikan Laboratorium Lapangan Perbibitan Sapi Unggul bertempat di PT. Karya Anugrah Rumpin (PT. KAR). Laboratorium lapang tersebut merupakan upaya kolaborasi dan sinergi kontribusi nyata riset aplikasi di bidang peternakan melibatkan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dengan PT KAR yang mendapat  dukungan oleh kementrian riset dan teknologi.

 Laboratorum lapang ini digunakan untuk meneliti dan mengembangkan paket teknologi Inseminasi Buatan (IB) sexing dan Embrio Transfer (ET). “paket teknologi ini sebenarnya bukan hal baru. Hanya saja, kami melakukannya secara nyata dilapangan untuk memperbaiki genetik sapi yang ada di masyarakat” ujar Syahruddin Said, Peneliti Pusat Bioteknologi LIPI. “kedepannya kita harapkan apa yang telah dilakukan LIPI bersama PT KAR dapat disebarkan secara nasional melalui dukungan dari berbagai pihak” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala LIPI, Prof. Lukman Hakim. menyatakan, upaya LIPI dalam mengusung hasil riset dibidang peternakan ke lapangan telah dilakukan. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), LIPI telah membentuk Pusat Pengolahan dan Pengembangan Pakan Ternak Ruminansia (BP3TR). Diharapkan limbah lokal hasil pertanian dan perkebunan, dapat dijadikan pakan ternak. Selanjutnya, pembangunan Unit prosesing daging dengan pendirian Rumah Potong Hewan (RPH) modern di Payakumbuh, Sumatera Barat.  Kemudian, LIPI melalui program Milk and Meat Pro menginisasi Central Milk Testing (CMT) di Indonesia.

KSO LIPI-PT KAR

Peresmian Laboratorium lapang tersebut merupakan kelanjutan dari Kerjasama Operasional (KSO) yang telah terlebih dahulu dilakukan antara Pusat Penelitian Bioteknologi, LIPI dengan PT. KAR pada Oktober 2012. Menristek menyambut baik upaya sinergitas tersebut sebagai bagian dari kolaborasi ABG (Akademisi, Business, and Government). Dalam kesempatan yang sama, Menristek menghargai upaya yang dilakukan Business Innovation Center (BIC) dalam melakukan proses intermediasi membangun kepercayaan pihak swasta (PT KAR) dalam mengadposi teknologi yang dihasilkan LIPI. Proses intermediasi tersebut tidak mudah, memerlukan waktu dan sumberdaya yang tidak sedikit. “ Saya mendengar bahwa untuk sampai tahap ini membutuhkan waktu sekitar 4 tahun. Inilah contoh proses alih teknologi pada industri” Ujar Menristek dalam sambutannya.

 Proses hingga mencapai Kerjasama Operasional (KSO) LIPI-PT KAR ini telah dimulai dilakukan pada Januari 2010 lalu. Melalui serangkaian proses panjang pada 29  September 2011 ditandatangai MoU antara Pusat Penelitan Bioteknologi, LIPI dengan PT. KAR di mediasi oleh Business Innovation Center. Setahun kemudian, pada 15 Oktober 2012 ditandatangi Kerjasama Operasional dalam melakukan riset bersama dalam perbaikan bibit unggul sapi.

KSO ini diharapkan mampu mendukung terciptanya kemandirian dan swasembada daging dan susu berkelanjutan ditandai dengan peningkatan produksi dan produktivitas peternakan dalam memenuhi kebutuhan daging dan susu nasional.(Aria)

 

Intermediasi IPTEK Mampu Meningkatkan Produksi Sapi

 

jumpa pers Ristek BIC

Jakarta (14/11/2013) - Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Pembangunan dan peningkatan Iptek pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan taraf kehidupan bangsa, serta kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia di mata dunia.

Menyadari kondisi tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) melalui Business Innovation Center (BIC) berhasil melakukan intermediasi peningkatan produksi sapi dengan mengadopsi teknologi IB Saxing dan Embrio Transfer yang dihasilkan oleh LIPI. “Kita harus terus meningkatkan produksi daging sapi bahkan termasuk ikan, kambing dan lain-lainnya,” kata Menristek, Gusti Muhammad Hatta di Gedung Kemenristek, kemarin.

Dengan program ini, menurut  Gusti, maka pembangunan infrastruktur iptek akan menjadi jawaban dari kebutuhan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup dalam mendorong pengembangan infrastruktur iptek yang mendukung program pembangunan peternakan, khususnya dalam rangka menunjang swasembada daging sapi.

Menurutnya, praktek peternakan yang tidak dilandasi ilmu pengetahuan dan teknologi akan menurunkan populasi dan memperburuk kualitas genetika ternak di Indonesia yang pada akhirnya akan semakin membuat Indonesia tergantung pada pihak asing. “Jika populasi daging sapi berkurang dan dibiarkan terus menerus akan menurunkan konsumsi protein dan dapat berakibat pada penurunan kualitas dan kecerdasan rakyat Indonesia,” jelas Gusti.

Gusti menambahkan, pihaknya menyambut baik kerja sama antara LIPI dan PT Karya Anugerah Rumpin dalam meningkatkan produksi sapi dan perbaikan genetik sapi lokal melalui implementasi teknologi IB Sexing dan Embrio Transfer. Serta kesepakatan kerjasama operasional (KSO) antara Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dan PT KAR dikembangkan dengan konsep sinergi Academician, Business and Government (A-B-G) untuk membangun suatu sistem pengembangan sektor peternakan yang memiliki daya saing dan berkelanjutan. “Sinergi ketiga aktor tersebut dalam mendukung tumbuhnya inovasi dikenal sebagai Sistem Inovasi, Sistem Inovasi Nasional (SINas) pada level nasional, dan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) pada level daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, daging sapi merupakan komoditas pangan yang menjadi fokus pemerintah untuk swasembada. Di Indonesia terdapat jutaan peternak sapi yang menjadikan peternakan sebagai mata pencahariannya. “Keberhasilan  PT KAR ini nanti akan kita jadikan contoh, sehingga bisa ditiru oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” ungkapnya.

Kalau produksi sapi bisa meningkat, kata Gusti, tentu Indonesia dapat mengurangi impor, karena selama ini masih terjadi impor sapi maupun dagingnya, imbuhnya. Dari data impor sapi menunjukkan, impor daging dan sapi bakalan tahun 2011 adalah sebesar 321,4 juta dolar AS dan 328,3 juta dolar AS, dan tahun 2012 nilai impor daging dan sapi bakalan sebesar 156,1 juta dolar AS dan 285,9 juta dolar AS. Ada penurunan atau penghematan pengeluaran anggaran untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 32 persen. “Jadi, swasembada daging bukan hal yang tidak mungkin dicapai oleh bangsa ini. Berdasarkan data yang dirilis FAO, konsumsi daging perkapita di Indonesia masih lebih kecil dibandingkan dengan negara lain. Padahal konsumsi daging adalah salah satu upaya pemenuhan kebutuhan protein hawani masyarakat, yang akan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia,” pungkasnya. (cr-18)

sumber : Pelitaonline.com (17 November 2013)

 

Pelatihan Teknopreneurship BIC

BIC Banner Pelatihan BICPara pelaku dan lembaga Penelitian dan pengembangan (Litbang) semakin dituntut agar mampu menghasilkan karya-karya ilmiah dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Jalan dan upaya untuk mencapai sasaran tersebut seringkali terasa sebagai beban berat bagi para peneliti dan pengelola Litbang, karena mereka harus bersentuhan dan bahkan masuk ke dunia kewirausahaan (entrepreneurship)

Selengkapnya...

Situs BIC di Face Lift

Situs Baru BICSitus BIC pada awal tahun 2013 ini diperbaharui secara menyeluruh. Situs BIC selama ini menggunakan CMS berbasis Joomla telah diperbaharui menggunakan CMS Joomla versi terbaru. Proses migrasi yang berlangsung pada akhir tahun berhasil memindahkan semua artikel dan konten dari sistem yang lama ke yang baru. Proses migrasi dilakukan secara manual dengan memasukkan ulang artikel satu-per satu untuk memastikan tidak ada kesalahan di kemudian hari.

Selengkapnya...

Setelah BIC Forum 2012

Para Pemrasaran BIC Forum 2012

Pada hari Rabu, tanggal Desember 2012, bertempat di Gedung Graha Widya Bhakti, PUSPIPTEK, Serpong, BIC didukung oleh RISTEK, PUSPIPTEK, HALDIN dan MCI Management mengadakan acara BIC Forum 2012 dengan tema “ Inovasi Sektor Hulu / Upstream Innovation”. Acara ini berfokus pada pembahasan pentingnya inovasi di sektor hulu untuk meningkatkan Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi Indonesia di kancah global.

Selengkapnya...

BIC Forum 5 Desember 2012 - Inovasi Sektor Hulu

BIC Forum 5 Desember 2012 BIC Forum - 2012 pada Rabu, 5 Desember 2012 akan menggelar expose dan diskusi, untuk mengetengahkan peran strategis, serta prospek berinovasi di sektor hulu (Upstream Innovation). Sebanyak 15 proposal inovasi di 5 klaster industri hulu akan dipresentasikan dan dibahas, dengan mengundang para inovator, pebisnis, investor, asosiasi industri; serta lembaga litbang dan kementerian pemerintah yang terkait.

Selengkapnya...

GIST - Membangun dan Mengembangkan Kewirausahaan di Indonesia Bidang Teknologi ICT, Energi, Agrikultur dan Kesehatan

Acara PembukaanBertempat di gedung BPPT-2, Jalan Thamrin-Jakarta Pusat, Business Innovation Center (BIC) sebagai country partner dari CRDF Global, menyelengarakan kegiatan StartUp Boot Camp bagi Entrepreneur muda Indonesia di bidang teknologi ICT, Energi, Agrikultur dan Kesehatan. Kegiatan Boot Camp yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 18 dan 19 April 2012 dibuka secara langsung oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS.

Selengkapnya...

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Kegiatan BIC