Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

INOVASI PEMUDA TASIK

 
BIC mendapat undangan untuk menghadiri Lokakarya "Global Insight for Tasikmalaya" yang diselenggarakan oleh "Abaloq", suatu organisasi untuk pengembangan inovasi dan kewirausahaan untuk generasi muda Tasikmalaya. Motor penggeraknya adalah seorang alumni returnee Jerman, Hari Ramdhani, yang pernah menjadi intermediator di BIC dengan dukungan dari Centrum für internationale Migration und Entwicklung (CIM), GIZ. Prakarsa Abaloq ini didasari oleh pemikiran bahwa generasi muda Tasikmalaya perlu disiapkan untuk menyambut era "bonus demografi" yang akan dinikmati Indonesia pada dekade mendatang. Pada saat yang sama Hari Ramdhani melihat bahwa bonus demografi akan membawa berkah bagi Indonesia, jika lebih banyak generasi muda Tasik bercita-cita atau berkiprah menjadi wirausahawan ketimbang menjadi pegawai. Dengan demikian mereka menjadi pencipta kerja, bukan pencari kerja. 
 
BIC memenuhi permintaan panitia Lokakarya untuk menyampaikan pandangannya tentang "Future Business Model", dengan mengajukan tiga proposisi: (a) Pentingnya berpikir global tapi bertindak lokal (Think Globally, Act Locally), (b) Melihat bisnis sebagai suatu sistem yang dinamis, dan sebagai suatu rantai pasok (supply chain),  dan (c) Mengembangkan bisnis di kawasan "blue ocean", bukan "red ocean" dengan bereksperimen menggunakan pendekatan business canvas.  Setelah Lokakarya, dilakukan kunjungan ke Rumah Kreatif Abaloq, yang didukung oleh Bank Rakyat Indonesia. 
 
  
Pada malam harinya, undangan makan malam diadakan di saung Udang Galah milik Pak Endang, sekaligus menjadi peluang untuk mendengarkan update cerita dari Pak Endang, yang adalah seorang pioneer dalam budidaya udang galah di Indonesia. (KS/211217)
 

 

Penutupan Entrepreneurship Bootcamps

Hari terakhir pelaksanaan Bootcamps diisi dengan serangkaian presentasi bisnis (pitching) dari seluruh peserta yang hadir. Masing-masing peserta menyampaikan ide startup-nya selama 10 menit sebelum dilanjutkan dengan 5 menit tanya jawab oleh fasilitator. Di sesi terakhir, program Bootcamps ditutup dengan pembagian sertifikat kepada masing-masing peserta diikuti dengan foto bersama.

  

 

 

Entrepreneurship Bootcamps Hari ke 4 : Dua Jawara Entrepreneurship Indonesia Hadir untuk Berbagi

Dr. Agung Budi Waluyo dari Ciputra Entrepreneurship Center

Di hari keempat pelaksanaan program Entrepreneurship Bootcamps oleh GIZ (Sabtu, 25 November 2017), peserta mendapatkan kesempatan untuk mendengar dan menimba ilmu dari narasumber tamu yang sudah berpengalaman di dunia bisnis dan start-up. Mereka adalah Dr. Agung Bayu Waluyo (Ciputra Entrepreneurship Center) dan Muhammad Maulana (Uno Capital) yang berbagi ilmu dan pengalaman tentang membangun start-up selama kurang lebih 3 jam.

Di sesi pertama, Dr. Agung Bayu Waluyo menyampaikan 3 hal yang dibutuhkan oleh seorang pebisnis sukses, yaitu penciptaan peluang, kemampuan berinovasi, dan keberanian mewujudkan gagasan. Dalam hal inovasi, bisnis haruslah sebuah solusi atas suatu masalah yang terjadi, atau sebuah pain reliever dari masalah yang dirasakan konsumen di lapangan. Namun, Dr. Agung mengingatkan untuk tetap berhati-hati dalam melihat suatu masalah, beliau mengatakan  “Apa yang kita pikirkan masalah, bisa jadi bukanlah masalah bagi orang lain, maka itulah pentingnya market analysis; menentukan siapa sebenarnya customer dari bisnis Anda”

Pada sesi kedua, Muhammad Maulana memberikan sudut pandang lain tentang memulai sebuah start-up. Dia menjelaskan pentingnya rasa eagerness  (keinginan), dan hungriness (rasa lapar), yang akan terus mendorong seseorang untuk gigih dalam menghadapi tantangan.  Diawal menyusun business model canvas, setiap start-up akan menghadapi masa-masa sulit, yang secara perlahan akan terasa mudah seiring dengan bertambahnya pengalaman dan “jam terbang”. “Failure is part of business” terang Maulana ditengah-tengah penjelasan.

Di akhir, Maulana juga menyampaikan beberapa tips yang cukup berkesan bagi para peserta; focus on your goal, read great books, grow spiritually, stay low-key, drink water, meditate, dan workout. Dengan berakhirnya sesi sharing, berakhir pula kegiatan BID 2.0 hari ke-4, sebelum ditutup oleh materi pengayaan tentang business plan, yang disampaikan oleh Kristanto Santosa.  

Entrepreneurship Bootcamp : Business Idea for Development 2.0


GIZ adalah lembaga 
kerjasama internasional untuk pembangunan berkelanjutan, yang telah aktif di Indonesia sejak tahun 1975 dibawah naungan German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development(BMZ).  

CIM (Centrum für internationale Migration und Entwicklung), adalah lembaga dari pemerintah Jerman yang mendukung para alumni Jerman agar dapat mengamalkan pengetahuannya di kampung halamannya masing-masing dengan optimal. Untuk itu, CIM dengan dukungan dari GIZ (The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) menyelenggarakan program Entrepreneurship Bootcamps bertajuk “Business Idea for Development 2.0”. Sejumlah 15 returnees dengan membawa ide business start-ups mereka masing-masing, telah terpilih dari berbagai daerah di Indonesia, untuk mengikuti Bootcamps.  Mereka di "karantina" selama 5 hari (22 – 26 November 2017), di DoubleTree Hotel, Jakarta

Pada kesempatan ini, Kristanto Santosa dan Yudhi Hermanu dari Business Innovation Center (BIC), dipercaya oleh GIZ menjadi fasilitator bootcamps, untuk memberikan pelatihan mengenai dunia start-up, dimulai dari pengembangan business model, financial & cost management, hingga human capital management. Dari BID seri ke-2 ini, diharapkan lahirnya start-up - start-up baru yang dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial dan ekonomi di Indonesia.

 

WAYANGAN BIC : “109 Inovasi Indonesia – 2017” in the making ………

Setiap warga BIC mengenal istilah “Wayangan”, yaitu kegiatan BIC setiap tahun untuk melahirkan serial terbitan “100+ Inovasi Indonesia”.  Kegiatan ini disebut wayangan karena kegiatan ini adalah pekerjaan “overtime” selama beberapa hari berturut-turut, tidak jarang sampai tengah malam, seperti halnya tontonan wayang kulit.  Team penerbitan BIC: copywriter, editor, graphic artist dan reviewers akan bersama-sama memelototi isi buku halaman-per halaman, untuk memastikan tampilan setiap karya inovasi terpilih dibuat dengan akurat, termasuk mempertimbangkan revisi-revisi dari para innovator terpilih.

Edisi wayangan tahun ini merupakan acara wayangan yang khusus, karena “109 Inovasi Indonesia – 2017” adalah edisi “100+ Inovasi Indonesia” yang ke 10, dan dalam proses menembus rekor publikasi 1.045 karya inovasi dalam 10 tahun sejak 2008. Edisi ini akan menjadi edisi cetak buku yang terakhir, karena  sementara itu, BIC saat ini sedangan menyiapkan edisi digital publikasi “100+ Inovasi Indonesia” melalui situs: http://bicnets.com  . Silakan mampir ….. 

Pada menit ini…, sedang dilahirkan artwork dari karya inovasi BIC yang ke 1.000, sehingga masih ada 45 lagi karya inovasi yang menunggu naik panggung wayangan BIC. 

109 Inovasi Indonesia – 2017” ditargetkan terbit pada Desember 2017.  Tetap semangat !!

Salam inovasi!

“108 INOVASI INDONESIA - 2016” TERLAMBAT

Sehubungan dengan kegiatan BIC menyelenggarakan National Innovation Competition, untuk mendukung Tangerang Selatan Global Innovation Forum (NIC-TGIF) pada bulan September 2016, berlanjut dengan kesibukan kepindahan kantor BIC bulan Oktober 2016; penerbitan “108 Inovasi Indonesia – 2016”, yang dijadwalkan pada akhir bulan Desember 2016 mengalami keterlambatan.

Saat ini “108 Inovasi Indonesia – 2016” tengah dalam proses penyelesaian final artwork, dan dijadwalkan naik cetak awal bulan Januari 2017 mendatang.  Jika tidak ada aral melintang, kami menargetkan untuk mulai mendistribusikan “108 Inovasi Indonesia – 2016” pada akhir bulan Januari 2017.

BIC mohon maaf atas keterlambatan ini, dan kami berupaya keras agar seleksi “109 Inovasi Indonesia – 2017” serta penerbitannya di tahun 2017 dapat kembali ke jadwal normal.  Salam inovasi!

 

(KS/281216)

Inovator Dr. techn. Suyitno, Inovator Z-WAN Tampil di WTA – Daejeon Hi-Tech Expo Korea

Sebagai salah seorang “award winning innovators” dari NIC-TGIF (National Innovation Competition – Tangerang Selatan Global Innovation Forum) 2016, Dr. techn. Suyitno mendapatkan undangan khusus dari panitia Hi-Tech Fair & Conference 2016, Daejeon Korea. Beliau mempresentasikan hasil karya inovasinya di arena Expo dan Conference, pada tanggal 28 – 29 November 2016. 

Z-WAN adalah produk zat pewarna alami yang memiliki kualitas tidak kalah dari pewarna sintesis di pasaran. Produk pewarna ini aman digunakan baik bagi pekerja, pengguna, maupun lingkungan. Bahan baku utama pewarna Z-WAN diekstrak dari tanaman Indigofera Tinctoria sebagai sumber warna biru, kayu tegeran (Cudraina javanesis) sebagai sumber warna kuning, dan kayu secang (Caesalpinia sappan) sebagai sumber warna merah. Produk Z-WAN dikemas dalam bentuk pasta, ekstrak, dan serbuk. Untuk menggunakannya, zat pewarna alami ini langsung dapat dilarutkan dalam air.

Dalam pengembangannya, produk Z-WAN telah dipasarkan ke berbagai kota di Jawa dan Bali. Selain itu Z-WAN juga bekerjasama dengan kelompok pengrajin Batik agar memanfaatkan zat pewarna alam ini dalam proses pembuatan batik. Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah Z-WAN mampu memangkas step pewarnaan batik yang awalnya 40-60 kali menjadi 3-15 kali. Kualitas warna yang dihasilkan juga telah diuji oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik Jogjakarta dengan nilai ketahanan luntur yang baik.

MDU/07122016

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Kegiatan BIC