Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

Workshop dan Sosialisasi Program BIC 108 Inovasi Indonesia

Depok, 1 Juni 2016. Bekerjasama dengan Business Innovation Center (BIC), Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop Program BIC 108 Inovasi Indonesia. Acara ini bertujuan untuk menjaring para inovator prospektif dari lingkungan kampus UI, sekaligus memfasilitasi dan mendorong minat mereka untuk meng-hilirisasi hasil inovasinya melalui buku 100+ Inovasi Indonesia.

Sebagai informasi, buku 100+ Inovasi Indonesia adalah suatu program pembuatan buku tahunan oleh BIC, dimana para inovator dari seluruh Indonesia bersaing untuk menjadi 100+ yang terbaik. Inovator-inovator tersebut nantinya berkesempatan gratis untuk memamerkan hasil inovasinya ke dalam buku 100+ Inovasi Indonesia yang akan disebar ke seluruh penjuru Indonesia dan dibagikan kepada berbagai praktisi bisnis, akademisi, pemerintah maupun tokoh masyarakat. Dengan adanya publikasi buku tersebut, diharapkan penelitian mereka tidak akan berakhir hingga lembaga litbang dan perpustakaan saja, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas.

Acara Sosialisasi dan Workshop yang berlangsung selama lebih kurang 3 jam itu dibuka oleh Direktur DIIB, Dr. Djoni Hartono, lalu dilanjutkan dengan sesi materi yang terbagi menjadi dua dengan narasumber dari BIC, yaitu: Kristanto Santosa dan Dodie Prawisudo. Pada sesi pertama, Kristanto Santosa memaparkan tentang proses inovasi, bagaimana agar inovasi mampu dikembangkan dari prototype hingga komersialisasi. Setelahnya, di sesi kedua Dodie Prawisudo memberi tips-tips tentang bagaimana membuat proposal inovasi yang prospektif, kemudian mensimulasikannya ke dalam situs BIC (bic.web.id).

Di penghujung acara, DIIB UI yang diwakili oleh Kepala Subdit Pengembangan Inovasi, Dr. Cuk Imawan, mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk turut berperan serta aktif mengirimkan proposal inovasinya kepada BIC. Hal tersebut dimaksudkan agar UI dapat meningkatkan jumlah inovatornya ke dalam buku 100+ Inovasi Indonesia dari yang sebelumnya terpilih hanya beberapa persen di buku 107 Inovasi Indonesia ditargetkan menjadi 40-50% di 108 Inovasi Indonesia, dengan demikian UI telah mampu menyaingi universitas-universitas ternama di Indonesia lainnya.

(DP/060316)

BIC pada Rapat Kerja Teknis Balitbang KP

 

Pada tanggal 31 Mei 2016, Direktur Business Innovation Center, Kristanto Santosa, diundang menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Balitbang KP Tahun 2016 dengan tema "Reposisi Peran Balitbang KP sebagai Lembaga Riset Terdepan di Bidang Inovasi Iptek Kelautan dan Perikanan". Tujuan dari Rakernis Balitbang adalah menetapkan langkah-langkah strategis untuk Memperkuat peran Balitbang KP dalam menyelenggarakan IPTEK Kelautan dan Perikanan; Mengembangkan kemitraan berbasis IPTEK Kelautan dan Perikanan; dan Pengembangan daya saing SDM dan kelembagaan Litbang

Rakernis ini diadakan di Hotel Royal Bogor dan dihadiri oleh seluruh anggota Balitbang KP yang terbagi dalam tiga grup diskusi dengan bahasan yang berbeda-beda. Dalam grup diskusi yang membahas mengenai Knowledge Management dan Strategi Komunikasi Litbang, Kristanto Santosa membahas mengenai invensi, inovasi serta cara untuk berinovasi. Menurutnya banyak cara untuk mengembangkan inovasi besar bagi balitbang KP, seperti diantaranya memberi nilai tambah pada Ilmu/Teknologi, Produksi/Tangkap, Logistic/Quality Loss, Pengolahan/Penyajian, Market/Branding. Pertanyaannya adalah "Siapa saja yang mesti bermitra dengan Balitbang KP untuk mengembangkan Inovasi?".

Dalam berinovasi, Litbang KP sesungguhnya telah memiliki aset inovasi yang sangat besar yang dikembangkan oleh para peneliti litbang seperti "Hatchery Rajungan" yang mana proses budidaya rajungan tersebut tidaklah mudah, kemudian "Apartemen Udang" yang dapat meningkatkan kapasitas hingga 1000%, dan masih banyak inovasi lainnya. Dalam mensukseskan inovasi tersebut, menurut Kristanto,  tantangan yang dihadapi litbang adalah Insentif Berinovasi bagi peneliti, Sinkronisasi Kebijakan Antar Litbang, dan Entrepreneurial Leadership Litbang. 

MDU/03/06/2016

SMK Inclusive Innovation Challenge 2016

Menyambut bulan pendidikan dan kebudayaan nasional, Intel Indonesia dan GIZ menyelenggarakan "SMK Inclusive Innovation Challenge 2016". SMK Inclusive Innovation Challenge 2016 adalah sebuah kompetisi inovasi yang diperuntukkan untuk anak-anak SMK di seluruh wilayah Indonesia. Pada acara yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Perindustrian ini anak-anak ini akan berlomba untuk sama-sama berinovasi mempermudah kehidupan masyarakat sejak dini.

Untuk 10 SMK terbaik akan mendapatkan hadiah berupa Intel Galileo Board serta mendapatkan pelatihan langsung ke sekolah. Hanya 10 Tim terbaik yang dapat melanjutkan ke Online Academy 2. Kemudian akan dipilih 5 proyek terbaik untuk dicari 3 pemenang kompetisi SMK Inclusive  Innovation Challenge 2016.

Aturan & Syarat :
- Siswa yang mendaftar ke portal GIZ adalah siswa SMK yang aktif pada tahun ajaran 2016/2017 (saat ini kelas 1 atau kelas 2 SMK).
- Siswa SMK dapat berasal dari jurusan apapun dari SMK di seluruh Indonesia.
- Penyelenggara sangat mendukung partisipasi siswa perempuan untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini.
- Siswa memilih SMK yang sesuai dengan afiliasi / asalnya pada dropdown yang disediakan. Apabila tidak ada nama SMK yang dimaksud, segera kontak Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau klik bantuan dan berikan informasi SMK yang tidak tersedia.
- Siswa wajib memasukkan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) pada field yang diberikan. Anda dapat mencari NISN Anda pada tautan berikut: http://nisn.data.kemdikbud.go.id/page/data
- Siswa dapat memasukkan ide solusi IoT dan atau Apps yang membantu dalam keseharian pada saat registrasi, atau setelah terdaftar di Dicoding.

SMK Inclusive  Innovation Challenge 2016 dapat diikuti oleh semua jurusan yang ada di SMK dan seluruh siswa SMK yang aktif pada tahun ajaran 2016/2017. Selain itu penyelenggara berharap siswa perempuan turut aktif dalam kompetisi ini. Pendaftaran gelombang pertama dapat dilakukan hingga 5 Juni 2016. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silahkan kunjungi https://smk.dicoding.com/

Source: kopidev & teknopedia.asia

IoT OpenInnov Challenge by ENGIE

ENGIE Asia Pasifik bekerjasama dengan SIGFOX dan NTU Singapore membuka pendaftaran proyek dengan topik “Internet of Things”. Tujuan dari diadakannya acara ini adalah untuk membantu visioner mengembangkan dan mengkomersialkan berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi Internet, maupun mengembangkan pelayanan internet terhadap klien. Proyek terpilih akan mendapat kesempatan untuk ditampilkan pada acara World Cities Summit di Singapura (10-14 July 2016).

Adapun sektor-sektor yang dikhususkan untuk proyek ini adalah sebagai berikut:

  • Utilities
  • Urban Energy Efficiency and Sustainability
  • Logistics and transportation
  • Home solutions and Smart Cities

Batas akhir pendaftaran: 15 Juni tengah malam (waktu Singapura, GMT + 8 jam)

Informasi lebih lanjut lihat disini

Pengajuan Proposal Inovasi NIC-TGIF 2016 Tinggal Seminggu Lagi !

Antusiasme para inovator Indonesia untuk unjuk gigi di ajang Global Innovation Forum 2016 sangat menggembirakan! Sampai saat berita ini dimuat telah terdaftar 98 Proposal (112 Proposal jika dihitung yang berstatus “Batal”). Terdaftar pula 154 inovator yang telah mendaftarkan diri dalam kompetisi, untuk memperebutkan posisi 10 (sepuluh) karya inovasi yang akan dipilih para juri untuk diterbitkan pada buku NIC-TGIF 2016, termasuk tiga karya inovasi terbaik yang akan dianugerahi TGIF Award – 2016.

Bagi para pengaju proposal dengan status “Baru” diharapkan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk secepat mungkin dapat melengkapi proposal mereka sampai berstatus “Review”, sebelum batas akhir pengajuan proposal pada tanggal 31 Mei 2016 pk. 24:00.  Berdasarkan pengalaman pada kompetisi-kompetisi berbasis internet, pengajuan proposal pada hari-hari terakhir berisiko mengalami database “overload”, dan akibatnya proposal mengalami diskualifikasi. 

Bagi pengaju proposal yang dapat melengkapi proposalnya lebih awal, sebenarnya menikmati fasilitas yang disediakan panitia untuk memperoleh “Feedback” dari Juri Pra-Seleksi, sehingga berkesempatan untuk menyempurnakan proposal mereka (status “Revisi”) dan menikmati tambahan waktu untuk menyempurnakan proposal seminggu setelah waktu penutupan pengajuan proposal,  atau mereka bahkan dapat memastikan diri sebagai peserta kompetisi (Status “In-Review”) sebelum batas waktu pengajuan proposal. 

Selain itu, Pertemuan Juri NIC-TGIF pada tanggal 19 Mei 2016 menetapkan beberapa perubahan kriteria penilaian proposal, yang bisa menjadi “kisi-kisi” bagi pengaju proposal untuk menyiapkan proposal mereka dengan lebih “pas”. Update kriteria penilaian Juri dapat dilihat dengan “CLICK” di link ini. 

Sementara itu, Panitia juga telah menambah link informasi bagi pengaju proposal yang ingin memahami lebih dalam, bagaimana mengemas proposal agar selaras dengan “17 Sasaran Pembangunan Berkelanjutan” (17 UN-SDG), dengan meng- “CLICK” di link ini.  

(KS/052316)

Pertemuan Juri NIC-TGIF 2016 : Kriteria Penjurian Kompetisi Telah Disempurnakan oleh Juri

 Foto Para Juri (dari kiri ke kanan) : Yudhi Hermanu, Kristanto Santosa, Dr. Rahmat Salam, Dr. Jumain Appe, Dr. Avanti Fontana.

Jakarta, Kamis 19 Mei 2016. Pertemuan awal Juri pemilihan National Innovation Competition (NIC), bertempat di Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemetrian RistekDikti salah satunya membahas mengenai kriteria penjurian pada kompetisi NIC. Kompetisi ini telah dibuka sejak awal bulan Maret secara online dan akan ditutup pada 31 Mei 2016. 

Hasil dari diskusi merupakan penyempurnaan kriteria penjurian berdasarkan masukan dari para juri yang merupakan pakar inovasi di Indonesia. Hasilnya telah disampaikan secara terbuka melalui website NIC, untuk dapat dibaca oleh para peneliti atau inovator yang akan mengikuti kompetisi ini. Panitia NIC berharap agar dengan transparansi kriteria penilaian, proposal yang diajukan ke dalam database NIC menjadi lebih berkualitas dan menggambarkan dengan baik karya inovasi yang telah dihasilkan.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kriteria penilaian dapat diakses pada link berikut ini:

FAQ > Petunjuk Pelaksanaan Penilaian

(MDU/05232016)

 

Pertemuan Awal Juri NIC-TGIF 2016

 
Jakarta, Kamis, 19 Mei 2016. Pertemuan awal Juri Pemilihan National Innovation Competition, Tangerang Selatan Global Innovation Forum 2016 (NIC-TGIF-2016), bertempat di Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian RistekDikti di Jakarta.  Business Innovation Center (BIC) ditugaskan Panitia TGIF-2016 untuk menjadi competition organizer.  Pemilihan Inovator dan Karya Inovasi Indonesia yang mendukung tema TGIF 2016: Innovations for Sustainable Development Goals ini saat ini sedang berlangsung, dan pengajuan proposal akan ditutup pada 31 Mei 2016.
 
Tim Juri penilai NIC-TGIF 2016 mewakili para pakar, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam inovasi dan pembangunan berkelanjutan, terdiri dari komponen Akademisi -Bisnis-Government (A-B-G):
1. Dr. Jumain Appe (Dirjen Penguatan Inovasi, Kementerian RistekDikti) 
2. Dr. Rahmat Salam (Ka. Badan Lingkungan Hidup Daerah Tangerang Selatan) 
3. Bp. Yudhi Hermanu (Gaia Corps, Yogyakarta)  
4. Dr. Avanti Fontana (Pakar Manajemen Inovasi, UI, Jakarta)
5. Rezal Kusumaatmadja (Pegiat REDD+ Indonesia, Bali)   
6. Suryopratomo (Presenter Economic Challenges, Metro TV, Jakarta)
 
Dalam pertemuan pertama para juri ini, dibahas berbagai hal teknis khususnya untuk menyempurnakan dan menyamakan persepsi para juri, tentang kriteria penilaian proposal yang akan digunakan. Hasil dari penyempurnaan ke 8 (delapan) kriteria penilaian dari pertemuan ini, akan dimuat di situs innovation.id > Resources > FAQ, mulai hari Senin depan, 23 Mei 2016. Diharapkan para pengaju proposal dapat memanfaatkannya untuk menyempurnakan proposal mereka sebelum batas akhir pengajuan proposal di atas.

(DP/052116)

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Berita Inovasi