Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

TANGERANG SELATAN GLOBAL INNOVATION FORUM (NIC-TGIF) - 2016 DIBUKA

Kota Tangerang Selatan dan Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah dari forum internasional, Global Innovation Forum 2016. Forum ini adalah forum dua tahunan yang diprakarsai bersama oleh UNESCO dan World Technopolis Association (WTA), dan akan berlangsung sampai 23 September 2016.  BIC ikut mendukung penyelenggaraan TGIF dengan mengadakan kompetisi untuk karya-karya inovasi yang berwawasan pembangunan berkelanjutan (NIC-TGIF). Dari kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 140 peserta tersebut, telah ditetapkan 10 karya inovasi / inovator. Tiga pemenang terbaik akan memperoleh hadiah khusus dari panitia TGIF-2016. 

 
Untuk melihat keseluruhan acara TGIF 2016, silakan kunjungi situs TangselGIF 2016: http://www.tangselgif.org/wp-content/uploads/2016/09/BUKU_PANDUAN_TGIF_2016.pdf  
 
KS/20092016

Penjurian 108 Inovasi Indonesia Dimulai

Setelah melalui proses pra-seleksi yang ketat, tim pra-seleksi 108 Inovasi Indonesia akhirnya meloloskan sebanyak 324 proposal karya inovasi, untuk untuk dinominasikan sebagai karya inovasi terpilih untuk 108 Inovasi Indonesia. Ini adalah jumlah proposal terbanyak yang berhasil lolos pra-seleksi setelah 100+ Inovasi Indonesia dimulai pada tahun 2008. Sementara itu jumlah proposal (lengkap) yang diajukan tahun ini sebanyak 498 proposal juga merupakan jumlah terbanyak sejak seleksi 102 Inovasi Indonesia pada tahun 2010.

Tahun 2017 mendatang, BIC telah menetapkan target yang cukup "ambisius" untuk menyambut pelaksanaan seleksi 109 Inovasi Indonesia 2017, dan sekaligus mensyukuri penerbitan 100+ Inovasi Indonesia sejak tahun 2008. Tabel di bawah ini, selain menunjukan konsistensi dan komitmen BIC dalam mengawal upaya hilirirsasi karya inovasi anak bangsa, juga menunjukan terjadinya pertumbuhan sehat dan perbaikan mutu para innovator Indonesia yang ikut dalam seleksi.

 

 

Penerbitan 109 Inovasi Indonesia - 2017, akan merupakan edisi "khusus" dimana BIC merencanakan melakukan survey untuk mengetahui permasalahan, maupun keberhasilan proses hilirisasi inovasi dari para inovator terpilih 100+ Inovasi Indonesia selama 10 tahun. Hasil survey diharapkan dapat dijadikan masukan bagi kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi inovasi di Indonesia. BIC juga merencanakan menerbitkan edisi lengkap terbatas "Bundel Set 10 Buku Serial 100+ Inovasi Indonesia"; cetak ulang dari 100 Inovasi Indonesia (2008) sampai 109 Inovasi Indonesia (2017), dan berisi 1.045 karya inovasi Indonesia. Bagi yang berminat, silakan mendaftarkan pre-order booking melalui email ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..

 

(KS/091416)

 


 

Seleksi 108 Inovasi Indonesia - 2016 Ditutup

 

Terima kasih untuk antusiasme yang sangat luar biasa dari para inovator Indonesia dalam mengkuti seleksi "108 Inovasi Indonesia - 2016" !

Tahun ini seluruh rekor 100+ Inovasi Indonesia sejak tahun 2008 akan terlampaui, dalam hal jumlah proposal yang akan ikut seleksi, maupun cakupan sumber proposal, baik daerah maupun lembaga yang berpartisipasi.

Sehubungan dengan permintaan banyak pengaju proposal yang telah terdaftar di database kami, proposal sampai dengan nomor 4310 diberi kesempatan untuk menyelesaikan proposal mereka sampai tanggal 3 September 2016, pukul 24:00. (KSDP/090116)

Deadline Proposal Inovasi Indonesia 108

Para Inovator Indonesia,

kami masih menanti proposal-proposal inovasi terbaik dari Anda. Segera kirim dan lengkapi pengajuan proposal Anda melalui website bic.web.id dan kami tunggu selambatnya hingga 31 Agustus 2016 pukul 24:00. Untuk lebih jelasnya tentang step-step pengajuan proposal dapat dilihat melalui video ini.

Call for Papers ISBCM 2016

Forward Information from ISBCM.IPB:
-------------------------------------------
 
Dear Colleagues,
 
We would like to invite you to join the first of  the International Symposium on Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics (ISBCM) 2016. The event will be held on October 18, 2016 at IPB International Convention Center in Bogor, Indonesia.
 
ISBCM 2016 will bring together researchers working on Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics (ISBCM), which are vibrant multidisciplined fields with positive trend in this decade. Metabolomics is an “advanced research” approach used to improve our understanding of metabolic systems and biochemistry compositions of plants and animals. Chemometrics is a science of how to extract information from chemical systems that can be applied to solve both descriptive and predictive problems in experimental life sciences. Bioinformatics refers to conceptualizing biology in terms of macro molecule (from points of views of chemistry and physics), and then applying computational approaches from applied mathematics, computer science and statistics in order to understand and manage molecular information in its macro scale.
 
The theme of this year is the Emerging Era of Bioinformatics, Chemometrics, and Metabolomics in Agriculture, Food and Health: Current Success, Future Potentials and Challenges. This conference embraces all aspects of BCM applications for solving real problems in food, health and agriculture. High quality, original papers are solicited in all areas of Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics
 
The conference will be featured by keynote addresses, number of invited talks and contributed lectures. In addition, there will be oral presentation and poster sessions.  We would like to announce the important dates:
August 20, 2016: Abstract Submission Deadline
August 23, 2016: Acceptance Notification
September 15, 2016: Full-Paper Submission Deadline
October 18, 2016: ISBCM 2016 Symposium
Registration Form: click here.
Registration Fee as Participant Only: click here.
 
In view of your important contributions, we would like to invite you to participate to the conference. Here we send you ISBCM 2016 poster. For more detail information, please visit our website http://metabolomics.ipb.ac.id/
 
Thank you for your very kind attention. We'd appreciated if you could help us to spread this information to your colleagues whom are interested in bioinformatics, chemometrics and metabolomics. We are looking forward to seeing you for the conference at Bogor and we believe that your contribution will make the symposium fruitful and benefit for all of us. The success of ISBCM 2016 will be ensured with your kind contribution.
Lampiran:
Download File ini (Poster ISBCM2016.jpg)Poster ISBCM2016.jpg[ ]157 kB

108 Inovasi Indonesia - 2016

 
BIC kembali mengajak para inovator Indonesia untuk ikut dalam seleksi 108 Inovasi Indonesia-2016, sebagai serial dari pemilihan 100+ Inovasi Indonesia tahun ke 9, sejak 2008. Karya inovasi Anda yang terpilih akan disebar-luaskan ke seluruh Indonesia, untuk menarik minat para sponsor, investor dan  peminat inovasi lainnya, agar hilirisasi karya Anda dapat didukung menuju ranah aplikasi dan komersialisasi.  Mohon Anda memperhatikan tanggal-tanggal penting sebagai berikut:
 
1. Batas akhir pengajuan proposal "108 Inovasi Indonesia-2016": Rabu, 31 Agustus 2016
2. Keputusan juri untuk 108 proposal yang terpilih: Jum'at 30 September 2016
3. Penerbitan "108 Inovasi Indonesia - 2016": Jum'at, 16 Desember 2016.  
 
Para inovator yang telah berpartisipasi pada kompetisi inovasi NIC-TGIF (http://innovation.id), baik yang terpilih maupun tidak, bisa mengajukan lagi proposal mereka ke seleksi "108 Inovasi Indonesia - 2016", asalkan tidak merupakan pengulangan dari proposal yang telah terpilih sebelumnya di 100+ Inovasi Indonesia. Sampai pada saat berita ini dimuat (19 Juli 2016), database seleksi BIC telah menerima 223 proposal inovasi "Baru", dan 38 proposal inovasi yang siap untuk di "Review", disamping ada 259 proposal inovasi terdahulu dengan status perlu di "Revisi", untuk bisa ikut bertarung lagi pada seleksi "108 Inovasi Indonesia - 2016".    
 
Para pengaju proposal yang telah melengkapi proposal mereka sampai tahap "Review", akan memperoleh feedback / usul revisi untuk penyempurnaan proposal mereka dari BIC, sebelum diajukan ke penjurian. Layanan "Review" dan "Usul Revisi" akan dimulai pada bulan pertengahan Juli 2016 sampai batas akhir pengajuan proposal yaitu pada 31 Agustus 2016. 
 
Mari ikut dalam seleksi 108 Inovasi - 2016, dan jadilah Jawara Inovasi Indonesia ! 
 
Salam inovasi !

SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DI BALI : ANTARA KONSEP DAN MODEL DUNIA NYATA

Telah beberapa tahun pemerintah mengupayakan pembangunan sistem inovasi daerah (SIDA), sebagai salah satu pengeja-wantahan dari Sistem Inovasi Nasional (SINAS), dan diharapkan menjadi bentuk konkrit dari konsep inovasi di tataran nasional, dan penerapannya yang mengakomodasikan sumber-daya, potensi dan kapasitas di setiap daerah (provinsi). Tak kurang dilakukan berbagai seminar, sosialisasi, dan “FGD” agar prakarsa inovasi dalam skala makro ini dapat terwujud dan melibatkan masyarakat, sesuai dengan prinsip A-B-G-C: Academics – Business – Government – Communities. 

Apa Itu Sistem Inovasi (Nasional / Daerah)? 

Sistem inovasi (Nasional / Daerah) adalah “kesatuan” dari berbagai komponen lembaga, sumber daya, infrastruktur dan suprastruktur, jejaring serta proses dan interaksi; yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi beserta difusi dan proses pembelajarannya*

Sistem Inovasi (Nasional / Daerah) diharapkan berfungsi untuk:

  1. Menguasai, mengembangkan dan meningkatkan pendayagunaan Iptek dan Inovasi Nasional (IPTEKIN), termasuk aktivitas penelitian, pengembangan dan perekayasaan / litbangyasa).
  2. Memandu arah bagi para penyedia dan pengguna serta pemangku kepentingan IPTEKIN lainnya, agar semakin mampu mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya secara sinergis.
  3. Memperkuat / mengembangkan pasokan sumber daya, yaitu modal / kapital, kompetensi dan sumber daya lainnya.
  4. Memfasilitasi penciptaan / pengembangan eksternalitas yang positif.
  5. Memfasilitasi formasi dan pengembangan pasar.

Lebih lanjut, diperlukan suatu kerangka kebijakan inovasi (KKI) untuk membenahi issue “sistemik: yang menyangkut enam dimensi: (a) mengadakan iklim dan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan bisnis, (b) menghubungkan antara penyedia inovasi dan penggunanya (intermediary), (c) menyediakan wahana interaksi, jaringan dan layanan yang saling terkait dalam ekosistem inovasi, (d) mendorong berkembangnya budaya kreatif dan inovatif, (e) menetapkan fokus dan prioritas untuk terjadinya keterpaduan, koordinasi dan koherensi oleh semua stakeholders inovasi, dan (f) mengantisipasikan dan bertindak proaktif dalam menghadapi dinamika perubahan global.

Sistem Inovasi Daerah “In-Action” di Bali

Sepulang dari kunjungan mengelilingi Bali, penulis melihat banyaknya kegiatan inovatif yang dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat di Bali. Setelah menelusuri “Google” dengan kata kunci “Sistem Inovasi Daerah Bali”, sayangnya justru tidak ditemukan rujukan yang signifikan tentang hal ini. Namun kenyataannya, dengan mudah kita menemukan berbagai inovasi (dalam pemahaman awam: hal-hal baru yang berguna atau menyenangkan) yang pada kunjungan-kunjungan sebelumnya belum ada, atau sekarang telah berubah menjadi lebih baik.  

Tanpa label-label yang “sophisticated” , di Bali kita dapat melihat praktek nyata dari: Industry Clusters, One-Village-One-Product (OVOP), Creative Industry, Crowd Sourcing, Disruptive Innovation, Innovation by Combination, maupun jargon-jargon inovasi lainnya.Menjadi pertanyaan dan tantangan bagi kita untuk memahami, bagaimana kerangka kebijakan inovasi dalam rangka membenahi issue “sistemik” inovasi (yang berfungsi lima dan berdimensi enam) sebagaimana diuraikan di atas terjadi seolah secara “alamiah” dan begitu nyata di seluruh Bali, padahal ini tidak begitu nampak di provinsi-provinsi lain di Indonesia?

Paradigma Inovasi 4-P: “People - Product – Process - Press”

Seorang tamu BIC, yang adalah seorang doktor peneliti techno-preneurship / socio-preneurship memberikan pencerahan tentang fenomena inovasi yang terjadi di Bali. Dan untungnya tidak terlalu complicated juga.  Sang tamu, yang kebetulan juga meneliti fenomena inovasi dan entrepreneurship di Bali, berargumen bahwa itu karena paradigma kita tentang (sistem) inovasi seringkali berhenti pada dua hal saja: People (manusia) dan Product (product). Padahal nilai inovasi dewasa ini justru sering lebih dihargai karena Process (proses) nya, termasuk nilai experiential (mengalami), proses interaksi, bahkan saat konsumen menjadi bagian dari proses penciptaan inovasi itu sendiri.  Akhirnya, Press (pers, multi-media, khususnya social media) kini juga selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah-kisah sukses inovasi besar, termasuk yang berskala global.

Seandainya para pemangku kepentingan SIDA di provinsi-provinsi lain ingin mencapai sukses dalam mengembangkan inovasi di daerahnya; paradigma 4-P ini bisa dipertimbangkan.  Setelah melaksanakan berbagai prakarsa, wacana, maupun kebijakan mendorong inovasi di daerahnya dengan berbasis People dan Products; saatnya mereka melanjutkan dengan mengelola Process: proses inovasi dan proses penciptaan nilai; dan juga mengelola Press: memudahkan masyarakat untuk mengakses, mengembangkan, dan membangun jejaring multi-media, sebagai bagian dari ekosistem inovasi daerahnya.

 

Salam inovasi !   

------------------------------------------

*  Sumber:  Dr. Tatang Taufik, Deputi Kepala BPPT Bidang PENGKAJIAN KEBIJAKAN TEKNOLOGI, 

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT), Pada Workshop DRN – DRD: “Penguatan Sumberdaya, Kelembagaan, dan Jaringan Iptek Pusat dan Daerah Untuk Peningkatan Daya Saing dan Kemandirian Bangsa”,  Ruang Komisi Utama BPPT, Jakarta, 4 Desember 2013

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Berita Inovasi