Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

National Innovation Contest 2016

Dalam rangka memeriahkan Global Innovation Forum 2016, 20-23 September mendatang, yang akan diselenggarakan di Tangerang Selatan, National Innovation Contest akan segera dibuka. Segera persiapkan proposal terbaik Inovasi "Sustainable Development" Anda, hadiah menarik dan penghargaan bergengsi kelas dunia menanti Anda. Stay Tuned!!

Info lengkap dan lebih lanjut dapat dilhat di

Website: http://www.innovation.id

atau

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

GIST Tech-I 2016

GIST (Global Innovation throgh Science and Technology) membuka kesempatan kepada para inovator untuk berkompetisi di ajang kelas dunia, melalui Tech-I (Technology Idea) Competition 2016.  Pendaftaran dibuka mulai tanggal 7 Januari hingga 15 Januari 2016. 30 Finalis yang terpilih akan diundang menghadiri Global Entrepreneurship Summit (GES) di Silicon Valley USA, dimana disana Anda dapat memaparkan ide-ide inovatif Anda untuk memenangkan ribuan dolar sebagai modal investasi startup bisnis. (DP)

Keterangan lebih lengkap, dapat dilihat melalui link berikut : gistnetwork.org

Untuk pendaftaran : http://www.gistnetwork.org/tech-i/howtoapply

 

Kunjungan Para Alumnus Senior Teknik Fisika - ITB ke Business Innovation Center

BIC mendapat kehormatan dikunjungi oleh oleh para senior alumnus Jurusan Teknik Fisika ITB pada tanggal 24 November 2015. Rombongan dipimpin oleh Dr. Bakri Arbie, beserta enam senior lain yaitu: Marsama AU (Purn.) Sri Diharto, Ir. Tjipto Kusumo, Ir. Iranto MSM, Prof. Arlinah Kusnowo, Ir. A. Mulyadi  dan Ir. Roy Indrasyah.

Para tamu senior yang tetap bersemangat muda dengan antusias berbagi kenangan masa lalu mereka saat berkiprah dan berkerjasama dengan PUSPIPTEK. Mereka mengharapkan agar BIC tetap konsisten dalam meneruskan misinya dalam prakarsa inovasi, sehingga bisa ikut serta dalam mentrasformasi pembangunan di Indonesia dan dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat.

Diskusi yang diselingi makan siang bersama menikmati ''Pecel Madiun Khas Taman Tekno'' diakhiri dengan janji untuk menindak-lanjuti kunjungan dengan diskusi-diskusi yang lebih spesifik dalam mendorong inovasi secara lebih konkrit.

 

(KS/120215)

Lokakarya Pendidikan Entrepreneurship NEN-Indonesia di Bandung

 

Sesuai dengan missinya membekali UKM dengan pengetahuan dan networking, NEN Indonesia mengadakan workshop (lokakarya) Entrepreneurial Finance - Understanding the fundamentals of Working Capital Management di De Tuik Cafe Bandung pada tanggal 28 Oktober 2015, bertepatan dengan peringatan “Sumpah Pemuda”.  Peserta workshop sebanyak 30 orang berasal dari GIMB Foundation Bandung. Suatu komunitas entrepreneur di Bandung, yang aktif berperan dalam pendidikan entrepreneurship bagi UKM. Dalam workshop ini peserta mendapatkan kesempatan untuk dipandu oleh Raj Bhat, seorang pakar kewirausahaan yang juga entrepreneur senior dari India.

NEN Indonesia yang merupakan prakarsa NEN dari Wadhwani Foundation, bermitra dengan Business Innovation Center (BIC) sebagai strategic partner, bergerak dalam pengembangan kewirausahaan bagi mahasiswa di berbagai kampus, serta membekali UKM dengan pengetahuan dan networking. Tujuan idiil NEN-Indonesia adalah penciptaan lapangan kerja, sehingga pada gilirannya akan berperan besar dalam menggerakan ekonomi Indonesia. Program yang dilakukan NEN Indonesia antara lain adalah dalam bentuk pelatihan dan workshop.

Wadwhani Foundation merupakan sebuah organisasi non-profit yang didirikan oleh Dr. Romesh Wadwhani yang dikenal sebagai seorang wirausaha sukses di Silicon Valley Amerika Serikat, yang memiliki visi “to create million of jobs” atau menciptakan sebanyak-banyaknya lapangan pekerjaan melalui pengembangan program kewirausahaan. (MI/KS/201015)

Kunjungan Studi Benchmarking Inovasi Tim Alfamidi

Pada 20 Oktober 2015, BIC menerima kunjungan dari PT. Midi Utama Indonesia / Alfamart. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk studi "benchmarking" mengenai inovasi berkelanjutan (sustainable innovation), khususnya upaya-upaya inovasi di dunia bisnis eceran / retail. Dalam kesempatan diskusi, BIC diminta untuk memberikan masukan dan wawasan, tentang dimensi-dimensi inovasi dalam praktek, khususnya bagi peserta "Innovation Award" Alfamidi.

Ini menjadi pengalaman yang menarik bagi BIC, sebagai lembaga yang berupaya mendorong hilirisasi inovasi Indonesia, agar bisa menciptakan nilai tambah secara konkrit. BIC yang telah bergiat dengan inovasi selama hampir 8 tahun, dan telah melakukan berbagai  "business matchmaking", memperoleh banyak masukan tentang prospek inovasi bisnis di dunia retail. Acara dilangsungkan di ruang meeting  BIC, diisi dengan paparan materi tentang manajemen inovasi oleh Direktur Eksekutif BIC Kristanto Santosa, lalu dilanjutkan dengan diskusi. 

Menurut Kristanto, "Inovasi secara garis besar bisa bersifat market driven innovation  atau technology driven innovation". Market driven innovation adalah inovasi yang didorong oleh permintaan pasar, sedangkan technology driven innovation adalah inovasi yang berasal dari pengembangan gagasan dan teknologi baru yang mencari peluang diterapkan di dunia nyata. Tantangan upaya inovasi bukan semata pada aspek pengembangan teknologi dan ilmu, ataupun tantangan dalam menggali potensi serta memahami permintaan pasar; tapi juga bagaimana mempertemukan keduanya, karena masing-masing mempunyai motif dan "bahasa" yang sangat berbeda. Di sinilah BIC ingin berperan sebagai "intermediator". (DP/KS-301015)

Mencari 10 Start-up Entrepreneurs Indonesia Terbaik

Business Indonesia Singapore Association (BISA) www.bisakita.com bekerjasama dengan
The Founders Camp (TFC) Singapore http://thefounderscamp.com/ mencari 10 start-up entrepreneurs Indonesia terbaik yang akan mendapat kesempatan untuk mendapat pendanaan senilai S$ 50,000 sampai dengan S$ 2,000,000.

Kriteria Start Up yang dicari (untuk saat ini):
1. Perusahan Singapura yang dimiliki oleh orang Indonesia
2. Perusahaan Indonesia yang tertarik untuk expansi ke Luar Negeri melalui Singapura sebagai 'Business Hub'
3. Mempunyai usaha yang unik dan tertarik untuk expansi ke Indonesia lewat Singapura atau sebaliknya

Peserta yang berminat harap mendaftarkan proposal bisnis dalam bahasa inggris (termasuk model bisnis, keuntungan dan resiko bisnis, proyeksi finansial perusahaan dan jumlah pendanaan yang diharapkan) kepada :
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
dan cc ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
paling lambat 16 September 2015.

Pendaftaran bebas biaya, dan bagi yang terpilih akan diharuskan membayar biaya administrasi sebesar S$ 200 untuk mendapatkan 6 jam coaching di Singapura bersama para mentor kami.

Peserta yang lolos ke babak final akan mendapat kesempatan mempresentasikan bisnis (pitching dalam Bahasa Inggris dalam bentuk 20 menit presentasi dan 20 menit Q&A) di epan para investor di Singapura dimana Presentasi Bisnis ini akan diadakan setiap 1 bulan sekali di SIngapura (Semua biaya akomodasi dan transportasi ke Singapura ditanggung peserta).

Pendaftaran : 1-16 September 2015
Biaya Pendaftaran : Gratis
Biaya Akademi di Singapura : S$ 200 (bila bisnis proposal terpilih akan diumumkan dalam tempo 3 hari setelah pitching).

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut dapat bergabung dalam seminar entrepreneur kami di Singapura :
Tema : "Ace Your Pitch (The Perfect Pitch to Get Funding)"
Tanggal : 3 September 2015
Pukul : 19.00-22.00 (waktu Singapura)
Tempat : 229 Mountbatten Road #02-27, Mountbatten Square, Singapore 398007
Biaya : Gratis (biaya transportasi dan akomodasi ditanggung sendiri)

Silahkan meneruskan informasi ini kepada para start up Indonesia... Saatnya kita bergerak...

Salam.

Demystifying Innovation and Entrepreneurship

Pada 5 Agustus 2015, Direktur Eksekutif BIC, Kristanto Santosa, diundang menjadi panelis diskusi bisnis untuk mengulas soal inovasi dan kewirausahaan. Diskusi diselenggarakan oleh Singapore Management University (SMU) bekerjasama dengan Indonesia International Institute of Life Sciences (I3L), dan didukung oleh Bank BCA dan Metro TV.

Panel juga menghadirkan Prof. Arnoud de Meyer (President SMU), Dr Boenjamin Setiawan (Kalbe), Armand Hartono (Bank BCA), Sugianto Tandio (Tirta Marta), dan Shinta Khamdani (Sintesa Group); dan dimoderatori dengan sangat tangkas oleh Prof. Annie Koh dari SMU. Panel mengulas berbagai aspek kewirausahaan dan inovasi: Apakah kompetensi dan “jiwa” entrepreneurship bisa diajarkan? Kalau bisa, bagaimana cara mengajarkan yang terbaik? Selain ini juga diulas soal tantangan dan peluang konkrit dalam kita berinovasi. Apa peluang inovatif di Indonesia ke depan, yang paling menggairahkan?

Dalam argumennya, Kristanto berpendapat bahwa sekalipun pendidikan entrepreneurship bisa, dan sudah banyak ditawarkan di mana-mana, namun jangkauannya terutama pada pemahaman prinsip, pengetahuan, dan keterampilan berwirausaha. Menurut Kristanto, dari berbagai kisah sukses berwirausaha, dapat ditarik benang merah, bahwa jiwa kewirausahaan menjadi menyala saat manusia menghadapi “krisis” atau kepepet, dan memutuskan untuk keluar dari zona nyaman (comfort zone). Jika krisis secara fisik (demi survival) tidak ada, bisa saja krisisnya secara psikologis. Bahkan krisis bisa juga dibangkitkan kalau seseorang memiliki passion, atau cita-cita, atau visi yang kuat untuk mencapai sesuatu, tanpa adanya krisis untuk survival maupun psikologis.

Saat menanggapi soal peluang berinovasi di Indonesia yang paling menggairahkan, Kristanto berpendapat bahwa secara umum, Indonesia saat ini berada di tengah-tengah proses transisi, yang menawarkan peluang berinovasi yang sangat menggairahkan di segala bidang. Indonesia saat ini menghadapi “krisis” dengan terbukanya pasar global maupun regional, dimana “tembok” proteksi pemerintah sudah roboh; sehingga kiat bisnis mengimpor seluruh komponen bisnis di pasar “kolam susu” tidak lagi manjur. Namun pada saat yang sama, pemerintah dengan wacana “hilirisasi” sedang dalam proses membuka diri untuk membangkitkan kemampuan inovasi dalam negeri.

Peluang inovasi yang dimaksud adalah kalau berani berpindah dari model bisnis masa lalu, sebagai pebisnis “tukang jahit” di pasar domestik terproteksi yang cukup besar; menuju pebisnis yang berinvestasi pada inovasi dari sumber dalam negeri, didukung pemerintah yang memang mau “menggenjot” hilirisasi, dan mengisi pasar domestik yang semakin besar, dengan bonus pasar regional yang bahkan lebih besar lagi. (KS)

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Berita Inovasi