Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

Call for Papers ISBCM 2016

Forward Information from ISBCM.IPB:
-------------------------------------------
 
Dear Colleagues,
 
We would like to invite you to join the first of  the International Symposium on Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics (ISBCM) 2016. The event will be held on October 18, 2016 at IPB International Convention Center in Bogor, Indonesia.
 
ISBCM 2016 will bring together researchers working on Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics (ISBCM), which are vibrant multidisciplined fields with positive trend in this decade. Metabolomics is an “advanced research” approach used to improve our understanding of metabolic systems and biochemistry compositions of plants and animals. Chemometrics is a science of how to extract information from chemical systems that can be applied to solve both descriptive and predictive problems in experimental life sciences. Bioinformatics refers to conceptualizing biology in terms of macro molecule (from points of views of chemistry and physics), and then applying computational approaches from applied mathematics, computer science and statistics in order to understand and manage molecular information in its macro scale.
 
The theme of this year is the Emerging Era of Bioinformatics, Chemometrics, and Metabolomics in Agriculture, Food and Health: Current Success, Future Potentials and Challenges. This conference embraces all aspects of BCM applications for solving real problems in food, health and agriculture. High quality, original papers are solicited in all areas of Bioinformatics, Chemometrics and Metabolomics
 
The conference will be featured by keynote addresses, number of invited talks and contributed lectures. In addition, there will be oral presentation and poster sessions.  We would like to announce the important dates:
August 20, 2016: Abstract Submission Deadline
August 23, 2016: Acceptance Notification
September 15, 2016: Full-Paper Submission Deadline
October 18, 2016: ISBCM 2016 Symposium
Registration Form: click here.
Registration Fee as Participant Only: click here.
 
In view of your important contributions, we would like to invite you to participate to the conference. Here we send you ISBCM 2016 poster. For more detail information, please visit our website http://metabolomics.ipb.ac.id/
 
Thank you for your very kind attention. We'd appreciated if you could help us to spread this information to your colleagues whom are interested in bioinformatics, chemometrics and metabolomics. We are looking forward to seeing you for the conference at Bogor and we believe that your contribution will make the symposium fruitful and benefit for all of us. The success of ISBCM 2016 will be ensured with your kind contribution.
Lampiran:
Download File ini (Poster ISBCM2016.jpg)Poster ISBCM2016.jpg[ ]157 kB

108 Inovasi Indonesia - 2016

 
BIC kembali mengajak para inovator Indonesia untuk ikut dalam seleksi 108 Inovasi Indonesia-2016, sebagai serial dari pemilihan 100+ Inovasi Indonesia tahun ke 9, sejak 2008. Karya inovasi Anda yang terpilih akan disebar-luaskan ke seluruh Indonesia, untuk menarik minat para sponsor, investor dan  peminat inovasi lainnya, agar hilirisasi karya Anda dapat didukung menuju ranah aplikasi dan komersialisasi.  Mohon Anda memperhatikan tanggal-tanggal penting sebagai berikut:
 
1. Batas akhir pengajuan proposal "108 Inovasi Indonesia-2016": Rabu, 31 Agustus 2016
2. Keputusan juri untuk 108 proposal yang terpilih: Jum'at 30 September 2016
3. Penerbitan "108 Inovasi Indonesia - 2016": Jum'at, 16 Desember 2016.  
 
Para inovator yang telah berpartisipasi pada kompetisi inovasi NIC-TGIF (http://innovation.id), baik yang terpilih maupun tidak, bisa mengajukan lagi proposal mereka ke seleksi "108 Inovasi Indonesia - 2016", asalkan tidak merupakan pengulangan dari proposal yang telah terpilih sebelumnya di 100+ Inovasi Indonesia. Sampai pada saat berita ini dimuat (19 Juli 2016), database seleksi BIC telah menerima 223 proposal inovasi "Baru", dan 38 proposal inovasi yang siap untuk di "Review", disamping ada 259 proposal inovasi terdahulu dengan status perlu di "Revisi", untuk bisa ikut bertarung lagi pada seleksi "108 Inovasi Indonesia - 2016".    
 
Para pengaju proposal yang telah melengkapi proposal mereka sampai tahap "Review", akan memperoleh feedback / usul revisi untuk penyempurnaan proposal mereka dari BIC, sebelum diajukan ke penjurian. Layanan "Review" dan "Usul Revisi" akan dimulai pada bulan pertengahan Juli 2016 sampai batas akhir pengajuan proposal yaitu pada 31 Agustus 2016. 
 
Mari ikut dalam seleksi 108 Inovasi - 2016, dan jadilah Jawara Inovasi Indonesia ! 
 
Salam inovasi !

SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DI BALI : ANTARA KONSEP DAN MODEL DUNIA NYATA

Telah beberapa tahun pemerintah mengupayakan pembangunan sistem inovasi daerah (SIDA), sebagai salah satu pengeja-wantahan dari Sistem Inovasi Nasional (SINAS), dan diharapkan menjadi bentuk konkrit dari konsep inovasi di tataran nasional, dan penerapannya yang mengakomodasikan sumber-daya, potensi dan kapasitas di setiap daerah (provinsi). Tak kurang dilakukan berbagai seminar, sosialisasi, dan “FGD” agar prakarsa inovasi dalam skala makro ini dapat terwujud dan melibatkan masyarakat, sesuai dengan prinsip A-B-G-C: Academics – Business – Government – Communities. 

Apa Itu Sistem Inovasi (Nasional / Daerah)? 

Sistem inovasi (Nasional / Daerah) adalah “kesatuan” dari berbagai komponen lembaga, sumber daya, infrastruktur dan suprastruktur, jejaring serta proses dan interaksi; yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi beserta difusi dan proses pembelajarannya*

Sistem Inovasi (Nasional / Daerah) diharapkan berfungsi untuk:

  1. Menguasai, mengembangkan dan meningkatkan pendayagunaan Iptek dan Inovasi Nasional (IPTEKIN), termasuk aktivitas penelitian, pengembangan dan perekayasaan / litbangyasa).
  2. Memandu arah bagi para penyedia dan pengguna serta pemangku kepentingan IPTEKIN lainnya, agar semakin mampu mengelola dan memanfaatkan sumber dayanya secara sinergis.
  3. Memperkuat / mengembangkan pasokan sumber daya, yaitu modal / kapital, kompetensi dan sumber daya lainnya.
  4. Memfasilitasi penciptaan / pengembangan eksternalitas yang positif.
  5. Memfasilitasi formasi dan pengembangan pasar.

Lebih lanjut, diperlukan suatu kerangka kebijakan inovasi (KKI) untuk membenahi issue “sistemik: yang menyangkut enam dimensi: (a) mengadakan iklim dan lingkungan yang kondusif bagi inovasi dan bisnis, (b) menghubungkan antara penyedia inovasi dan penggunanya (intermediary), (c) menyediakan wahana interaksi, jaringan dan layanan yang saling terkait dalam ekosistem inovasi, (d) mendorong berkembangnya budaya kreatif dan inovatif, (e) menetapkan fokus dan prioritas untuk terjadinya keterpaduan, koordinasi dan koherensi oleh semua stakeholders inovasi, dan (f) mengantisipasikan dan bertindak proaktif dalam menghadapi dinamika perubahan global.

Sistem Inovasi Daerah “In-Action” di Bali

Sepulang dari kunjungan mengelilingi Bali, penulis melihat banyaknya kegiatan inovatif yang dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat di Bali. Setelah menelusuri “Google” dengan kata kunci “Sistem Inovasi Daerah Bali”, sayangnya justru tidak ditemukan rujukan yang signifikan tentang hal ini. Namun kenyataannya, dengan mudah kita menemukan berbagai inovasi (dalam pemahaman awam: hal-hal baru yang berguna atau menyenangkan) yang pada kunjungan-kunjungan sebelumnya belum ada, atau sekarang telah berubah menjadi lebih baik.  

Tanpa label-label yang “sophisticated” , di Bali kita dapat melihat praktek nyata dari: Industry Clusters, One-Village-One-Product (OVOP), Creative Industry, Crowd Sourcing, Disruptive Innovation, Innovation by Combination, maupun jargon-jargon inovasi lainnya.Menjadi pertanyaan dan tantangan bagi kita untuk memahami, bagaimana kerangka kebijakan inovasi dalam rangka membenahi issue “sistemik” inovasi (yang berfungsi lima dan berdimensi enam) sebagaimana diuraikan di atas terjadi seolah secara “alamiah” dan begitu nyata di seluruh Bali, padahal ini tidak begitu nampak di provinsi-provinsi lain di Indonesia?

Paradigma Inovasi 4-P: “People - Product – Process - Press”

Seorang tamu BIC, yang adalah seorang doktor peneliti techno-preneurship / socio-preneurship memberikan pencerahan tentang fenomena inovasi yang terjadi di Bali. Dan untungnya tidak terlalu complicated juga.  Sang tamu, yang kebetulan juga meneliti fenomena inovasi dan entrepreneurship di Bali, berargumen bahwa itu karena paradigma kita tentang (sistem) inovasi seringkali berhenti pada dua hal saja: People (manusia) dan Product (product). Padahal nilai inovasi dewasa ini justru sering lebih dihargai karena Process (proses) nya, termasuk nilai experiential (mengalami), proses interaksi, bahkan saat konsumen menjadi bagian dari proses penciptaan inovasi itu sendiri.  Akhirnya, Press (pers, multi-media, khususnya social media) kini juga selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah-kisah sukses inovasi besar, termasuk yang berskala global.

Seandainya para pemangku kepentingan SIDA di provinsi-provinsi lain ingin mencapai sukses dalam mengembangkan inovasi di daerahnya; paradigma 4-P ini bisa dipertimbangkan.  Setelah melaksanakan berbagai prakarsa, wacana, maupun kebijakan mendorong inovasi di daerahnya dengan berbasis People dan Products; saatnya mereka melanjutkan dengan mengelola Process: proses inovasi dan proses penciptaan nilai; dan juga mengelola Press: memudahkan masyarakat untuk mengakses, mengembangkan, dan membangun jejaring multi-media, sebagai bagian dari ekosistem inovasi daerahnya.

 

Salam inovasi !   

------------------------------------------

*  Sumber:  Dr. Tatang Taufik, Deputi Kepala BPPT Bidang PENGKAJIAN KEBIJAKAN TEKNOLOGI, 

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT), Pada Workshop DRN – DRD: “Penguatan Sumberdaya, Kelembagaan, dan Jaringan Iptek Pusat dan Daerah Untuk Peningkatan Daya Saing dan Kemandirian Bangsa”,  Ruang Komisi Utama BPPT, Jakarta, 4 Desember 2013

Workshop dan Sosialisasi Program BIC 108 Inovasi Indonesia

Depok, 1 Juni 2016. Bekerjasama dengan Business Innovation Center (BIC), Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Workshop Program BIC 108 Inovasi Indonesia. Acara ini bertujuan untuk menjaring para inovator prospektif dari lingkungan kampus UI, sekaligus memfasilitasi dan mendorong minat mereka untuk meng-hilirisasi hasil inovasinya melalui buku 100+ Inovasi Indonesia.

Sebagai informasi, buku 100+ Inovasi Indonesia adalah suatu program pembuatan buku tahunan oleh BIC, dimana para inovator dari seluruh Indonesia bersaing untuk menjadi 100+ yang terbaik. Inovator-inovator tersebut nantinya berkesempatan gratis untuk memamerkan hasil inovasinya ke dalam buku 100+ Inovasi Indonesia yang akan disebar ke seluruh penjuru Indonesia dan dibagikan kepada berbagai praktisi bisnis, akademisi, pemerintah maupun tokoh masyarakat. Dengan adanya publikasi buku tersebut, diharapkan penelitian mereka tidak akan berakhir hingga lembaga litbang dan perpustakaan saja, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas.

Acara Sosialisasi dan Workshop yang berlangsung selama lebih kurang 3 jam itu dibuka oleh Direktur DIIB, Dr. Djoni Hartono, lalu dilanjutkan dengan sesi materi yang terbagi menjadi dua dengan narasumber dari BIC, yaitu: Kristanto Santosa dan Dodie Prawisudo. Pada sesi pertama, Kristanto Santosa memaparkan tentang proses inovasi, bagaimana agar inovasi mampu dikembangkan dari prototype hingga komersialisasi. Setelahnya, di sesi kedua Dodie Prawisudo memberi tips-tips tentang bagaimana membuat proposal inovasi yang prospektif, kemudian mensimulasikannya ke dalam situs BIC (bic.web.id).

Di penghujung acara, DIIB UI yang diwakili oleh Kepala Subdit Pengembangan Inovasi, Dr. Cuk Imawan, mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk turut berperan serta aktif mengirimkan proposal inovasinya kepada BIC. Hal tersebut dimaksudkan agar UI dapat meningkatkan jumlah inovatornya ke dalam buku 100+ Inovasi Indonesia dari yang sebelumnya terpilih hanya beberapa persen di buku 107 Inovasi Indonesia ditargetkan menjadi 40-50% di 108 Inovasi Indonesia, dengan demikian UI telah mampu menyaingi universitas-universitas ternama di Indonesia lainnya.

(DP/060316)

BIC pada Rapat Kerja Teknis Balitbang KP

 

Pada tanggal 31 Mei 2016, Direktur Business Innovation Center, Kristanto Santosa, diundang menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Balitbang KP Tahun 2016 dengan tema "Reposisi Peran Balitbang KP sebagai Lembaga Riset Terdepan di Bidang Inovasi Iptek Kelautan dan Perikanan". Tujuan dari Rakernis Balitbang adalah menetapkan langkah-langkah strategis untuk Memperkuat peran Balitbang KP dalam menyelenggarakan IPTEK Kelautan dan Perikanan; Mengembangkan kemitraan berbasis IPTEK Kelautan dan Perikanan; dan Pengembangan daya saing SDM dan kelembagaan Litbang

Rakernis ini diadakan di Hotel Royal Bogor dan dihadiri oleh seluruh anggota Balitbang KP yang terbagi dalam tiga grup diskusi dengan bahasan yang berbeda-beda. Dalam grup diskusi yang membahas mengenai Knowledge Management dan Strategi Komunikasi Litbang, Kristanto Santosa membahas mengenai invensi, inovasi serta cara untuk berinovasi. Menurutnya banyak cara untuk mengembangkan inovasi besar bagi balitbang KP, seperti diantaranya memberi nilai tambah pada Ilmu/Teknologi, Produksi/Tangkap, Logistic/Quality Loss, Pengolahan/Penyajian, Market/Branding. Pertanyaannya adalah "Siapa saja yang mesti bermitra dengan Balitbang KP untuk mengembangkan Inovasi?".

Dalam berinovasi, Litbang KP sesungguhnya telah memiliki aset inovasi yang sangat besar yang dikembangkan oleh para peneliti litbang seperti "Hatchery Rajungan" yang mana proses budidaya rajungan tersebut tidaklah mudah, kemudian "Apartemen Udang" yang dapat meningkatkan kapasitas hingga 1000%, dan masih banyak inovasi lainnya. Dalam mensukseskan inovasi tersebut, menurut Kristanto,  tantangan yang dihadapi litbang adalah Insentif Berinovasi bagi peneliti, Sinkronisasi Kebijakan Antar Litbang, dan Entrepreneurial Leadership Litbang. 

MDU/03/06/2016

SMK Inclusive Innovation Challenge 2016

Menyambut bulan pendidikan dan kebudayaan nasional, Intel Indonesia dan GIZ menyelenggarakan "SMK Inclusive Innovation Challenge 2016". SMK Inclusive Innovation Challenge 2016 adalah sebuah kompetisi inovasi yang diperuntukkan untuk anak-anak SMK di seluruh wilayah Indonesia. Pada acara yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Perindustrian ini anak-anak ini akan berlomba untuk sama-sama berinovasi mempermudah kehidupan masyarakat sejak dini.

Untuk 10 SMK terbaik akan mendapatkan hadiah berupa Intel Galileo Board serta mendapatkan pelatihan langsung ke sekolah. Hanya 10 Tim terbaik yang dapat melanjutkan ke Online Academy 2. Kemudian akan dipilih 5 proyek terbaik untuk dicari 3 pemenang kompetisi SMK Inclusive  Innovation Challenge 2016.

Aturan & Syarat :
- Siswa yang mendaftar ke portal GIZ adalah siswa SMK yang aktif pada tahun ajaran 2016/2017 (saat ini kelas 1 atau kelas 2 SMK).
- Siswa SMK dapat berasal dari jurusan apapun dari SMK di seluruh Indonesia.
- Penyelenggara sangat mendukung partisipasi siswa perempuan untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini.
- Siswa memilih SMK yang sesuai dengan afiliasi / asalnya pada dropdown yang disediakan. Apabila tidak ada nama SMK yang dimaksud, segera kontak Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. atau klik bantuan dan berikan informasi SMK yang tidak tersedia.
- Siswa wajib memasukkan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) pada field yang diberikan. Anda dapat mencari NISN Anda pada tautan berikut: http://nisn.data.kemdikbud.go.id/page/data
- Siswa dapat memasukkan ide solusi IoT dan atau Apps yang membantu dalam keseharian pada saat registrasi, atau setelah terdaftar di Dicoding.

SMK Inclusive  Innovation Challenge 2016 dapat diikuti oleh semua jurusan yang ada di SMK dan seluruh siswa SMK yang aktif pada tahun ajaran 2016/2017. Selain itu penyelenggara berharap siswa perempuan turut aktif dalam kompetisi ini. Pendaftaran gelombang pertama dapat dilakukan hingga 5 Juni 2016. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran silahkan kunjungi https://smk.dicoding.com/

Source: kopidev & teknopedia.asia

IoT OpenInnov Challenge by ENGIE

ENGIE Asia Pasifik bekerjasama dengan SIGFOX dan NTU Singapore membuka pendaftaran proyek dengan topik “Internet of Things”. Tujuan dari diadakannya acara ini adalah untuk membantu visioner mengembangkan dan mengkomersialkan berbagai hal yang berkaitan dengan teknologi Internet, maupun mengembangkan pelayanan internet terhadap klien. Proyek terpilih akan mendapat kesempatan untuk ditampilkan pada acara World Cities Summit di Singapura (10-14 July 2016).

Adapun sektor-sektor yang dikhususkan untuk proyek ini adalah sebagai berikut:

  • Utilities
  • Urban Energy Efficiency and Sustainability
  • Logistics and transportation
  • Home solutions and Smart Cities

Batas akhir pendaftaran: 15 Juni tengah malam (waktu Singapura, GMT + 8 jam)

Informasi lebih lanjut lihat disini

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Berita Inovasi