Inovasi Indonesia

Membangun Indonesia melalui Inovasi bersama BIC

IFIC STAKEHOLDERS MEETING : MELANJUTKAN PRAKARSA INOVASI DI SEKTOR PANGAN

Inovasi pangan diyakini menjadi faktor strategis untuk menunjang ketahanan pangan nasional, sekalipun nyatanya, kita belum banyak menghasilkan inovasi-inovasi yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Padahal, sebagai penyumbang GDP terbesar ekonomi Indonesia, sektor ini  berpotensi memainkan peranan penting dalam global food value chain.  Wacana ini disampaikan oleh Adhi S. Lukman sebagai Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), yang memprakarsai pendirian IFIC (Indonesian Food Innovation Centre).

Sebagai langkah nyata meningkatkan kuantitas dan kualitas inovasi Indonesia di sektor pangan,  GAPMMI dan BIC, didukung oleh The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, Australia (CSIRO),  melanjutkan prakarsa IFIC dengan menyelenggarakan IFIC Stakeholders Meeting, pada hari Kamis, 16 Maret 2017 yang baru lalu.

Berbagai stakeholders bidang pangan yang mewakili unsur A-B-G (Academic-Business-Government), diundang dalam diskusi, untuk menghimpun  masukan-masukan tentang peran IFIC dalam ranah inovasi pangan di Indonesia. Diantara 26 stakeholders yang hadir, termasuk  A. Riyanto mewakili Kementrian Perindustrian, Prof. Aman Wirakartakusumah (AIPI) sebagai seorang pakar Food Technology dan anggota AIPI, Alisjahbana Haliman (CEO & Founder PT Haldin Pacific Semesta), dan Dr. Matthew Durban (AUSTRADE, Australia).

Sebagai perwakilan dunia bisnis/industri, Ali Haliman menilai kendala utama berinovasi di sektor pangan di Indonesia terletak di sektor hulu, yaitu kehandalan pasok bahan industri pangan, yang sampai saat ini masih tergantung pada pasokan impor.  Prof. Aman selaku representasi akademisi berpendapat bahwa inovasi di bidang kelembagaanlah yang justru menjadi penghambat hilirisasi inovasi.  Diskusi berlangsung hampir dua jam, telah berhasil menampung berbagai masukan bagi IFIC, yang disampaikan dari berbagai sudut pandang.

Sebagai kesimpulan, IFIC diharapkan agar dapat menjadi “jembatan” antara  Lembaga LitBang di Indonesia atau bahkan di seluruh dunia, dengan para pelaku inovasi di industri pangan;  untuk mengembangkan solusi dan inovasi yang efektif demi membangun daya saing industri pangan nasional, baik di hulu maupun di hilir. Lebih lanjut, IFIC juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah, dalam kebijakan-kebijakan di sektor industri pangan agar lebih efektif dan tepat sasaran; melalui data analisis pangan yang tajam dan reliable/terpercaya. (KS/170317)

IMERI : Prakarsa Terobosan dalam Hilirisasi Inovasi Sektor Kesehatan di Indonesia

 
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai lembaga pendidikan terkemuka dalam bidang Kesehatan di Indonesia, memprakarsai pendirian Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI). Prakarsa ini diharapkan bisa menjadi terobosan bagi upaya hilirisasi inovasi dalam bidang kesehatan - termasuk inovasi dalam bidang obat-obatan, alat kesehatan dan alat diagnostik; yang selama ini terkendala oleh sangat langkanya layanan, sarana, maupun pembiayaan untuk melakukan uji klinik / medis dengan benar.
 
IMERI diharapkan dapat mewadahi, dan secara pro-aktif mendorong aktivitas kerjasama riset klinis dalam inovasi dan pengembangan teknologi kesehatan antar-disiplin dan multi-disiplin; suatu prasyarat "fundamental" dalam inovasi sektor kesehatan.
 
Untuk memperkenalkan program-program inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan klaster-klaster layananIMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan “1st Open Innovation IMERI (OI-IMERI)”, pada  tanggal11 sampai 13 Maret 2017, bertempat di gedung IMERI yang baru di FKUI-Salemba, Jakarta.  
 
 
Direktur Eksekutif BIC, Kristanto Santosa, diundang menjadi salah seorang narasumber dalam kegiatan OI-IMERI, untuk mengulas tentang peluang dan tantangan dalam pembiayaan dan industrialisasi penelitian di Indonesia. (KS/170317)

 

BIC & GAPMMI MEMPRAKARSAI PENDIRIAN IFIC

Dalam rangka mendukung prakarsa hilirisasi inovasi sektor pangan dan pertanian di Indonesia, BIC dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), dengan dukungan dari The Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation, Australia (CSIRO), memprakarsai didirikannya Indonesia Food Innovation Center (IFIC). Organisasi IFIC yang baru saja dibentuk ini, telah ditetapkan menjadi salah satu "early outcomes" IA-CEPA (Indonesia - Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement), yang perundingannya saat ini masih berlangsung.

Untuk memperkenalkan IFIC ke kalangan dunia usaha Indonesia dan Australia; Kristanto Santosa telah diundang menjadi salah satu pembicara panel, untuk menyampaikan presentasi tentang prakarsa IFIC di depan forum Indonesia Australia Business Week (IABW) – 2017, yang dilaksanakan baru-baru ini di Jakarta. Para panelis (dari kiri-ke-kanan): Alick Osborne (Direktur Australia Export Grain Innovation Center / AEGIC), Heru Wibawa Sumali (Presiden Direktur PT So Good Food (Japfa); Kristanto Santosa (BIC), Adhi S Lukman (Ketua GAPMMI), dan Archie Slamet (Direktur Eksekutif CSIRO Indonesia) yang bertindak sebagai panel moderator. (KS/090317)

Kerjasama Riset Inovasi Berbasis Database Inovasi BIC

10 tahun pemilihan 100+ Inovasi Indonesia pada tahun depan akan telah memilih 1.045 karya inovasi Indonesia,  yang melibatkan lebih dari 2.500 inovator terbaik Indonesia, sebagai individu atau tim, yang telah pernah terpilih sebagai inovator 100+ Inovasi Indonesia.

Para inovator ini mewakili berbagi latar belakang profesi; akademisi perguruan tinggi, peneliti di lembaga-lembaga penelitian, peneliti di perusahaan swasta, dan tidak sedikit pula yang adalah inovator perorangan. Dengan demikian, mereka adalah narasumber praktek inovasi yang dapat mewakili permasalahan dan tantangan proses dan hilirisasi inovasi di Indonesia.

Pada 25 Januari 2017, kesepahaman ditandatangani antara BIC dan Dr. Avanti Fontana, tokoh dan pakar inovasi dari Universitas Indonesia; untuk bekerjasama dalam melakukan riset inovasi, dengan memanfaatkan database inovasi BIC.  Riset ini diharapkan akan menghasilkan masukan-masukan yang komprehensif dan strategis, demi  meningkatkan keberhasilan hilirisasi inovasi di Indonesia. (KS/250117)

 

Inovator Dr. Warsito P. Taruno, Inovator ECTV Tampil di WTA - Daejeon Hi-Tech Korea

Sebagai salah seorang “award winning innovators" dari NIC-TGIF (National Innovation Competition - Tangerang Selatan Global Innovation Forum) 2016, Dr. Warsito P. Taruno mendapat undangan khusus dari panitia Hi-Tech Fair & Conference 2016, Daejeon di Korea; untuk mempresentasikan karyanya di arena Expo dan Conference, pada tanggal 28 – 29 November 2016.

Selengkapnya...

UPDATE: REVISI “108 INOVASI INDONESIA - 2016” TERPILIH

Berdasarkan permintaan dari inovator (Kode : 4216) untuk mencabut proposal dari daftar inovasi terpilih, maka terjadi perubahan pada daftar 108 inovasi terpilih. Satu proposal baru masuk ke dalam daftar terpilih (Kode : 4295). Perubahan daftar 108 inovasi terpilih dapat dilihat pada lampiran berita di bawah ini. (DP/103116)

 

UPDATE: PENETAPAN “108 INOVASI INDONESIA - 2016” TERPILIH

SELAMAT KEPADA 108 INOVATOR INDONESIA 2016 TERPILIH !!

Dengan gembira kami sampaikan bahwa Sidang Final Juri pemilihan "108 Inovasi Indonesia – 2016" pada 25 Oktober 2016, telah berhasil menyepakati dan menetapkan ke 108 karya inovasi terpilih untuk dipublikasikan. Nama karya inovasi yang terpilih dapat dilihat pada lampiran berita di bawah ini. 

BIC menyampaikan terimakasih, atas kerja keras dan dedikasi yang luar biasa dari para juri BIC, serta semangat dan antusiasme para Inovator Indonesia yang telah mengajukan proposalnya untuk ikut dalam seleksi "108 Inovasi Indonesia-2016". Kami mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan seleksi terjadi berbagai kekurangan dan keterlambatan. Dalam waktu dekat, kami akan membuka kembali database kami untuk pemilihan "109 Inovasi Indonesia - 2017".

Salam inovasi !

Hubungi Kami

PQM Building, Ground Floor,
Cempaka Putih Tengah 17C no. 7a, Jakarta 10510, Indonesia.

 
  • Telepon:
    (+62) 21 4288 5430
  • (+62) 8118 242 558 (BIC-JKT)
  • (+62) 8118 242 462 (BIC-INA)
  • Fax:
    (0) 21 2147 2655

Senin - Jum'at: pk. 9.00 - 16.30

Kami ada di Jejaring Sosial. Ikuti kami & terus berhubungan.
Anda berada di: Utama BIC Berita Inovasi